Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Bitcoin Jadi Penyelamat Warga Lebanon di Tengah Krisis

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 07 November 2022 | 11:23 WIB
Bitcoin Jadi Penyelamat Warga Lebanon di Tengah Krisis
Ilustrasi para pekerja sedang mengukir bitcoin.

Suara.com - Tidak selamanya Bitcoin dipandang sebelah mata oleh masyarakat dalam melakukan transaksi. Di beberapa negara, Bitcoin justru dipuja-puja sebagai penyelamat.

Salah satu negaranya yaitu Lebanon yang masyarakatnya lebih memilih Bitcoin ketimbang Pound Lebanon dalam melakukan transaksi imbas dari krisis keuangan setelah perang berkepanjangan.

Penduduk Lebanon, Gabriel mengaku, lebih senang menggunakan Bitcoin, setelah para perbankan menutup layanannya hingga dilarang menarik uang dari ATM.

"Saya akan kehilangan sekitar setengah dari nilainya. Itulah mengapa saya melihat bitcoin, itu adalah cara yang baik untuk mendapatkan uang dari luar negeri," ujarnya seperti dikutip CNBC, Senin (7/11/2022).

Dengan Bitcoin, Gabriel bisa mendapatkan penghasilan dan bisa membeli kebutuhan sehari-hari. Dia justru mendapatkan bitcoin senilai USD5 dengan membuat video pendek.

"Ketika saya dibayar dari pekerjaan arsitektur saya, saya menarik semua uang saya," kata dia.

CNBC pun berbicara dengan banyak penduduk setempat, banyak di antaranya menganggap cryptocurrency sebagai penyelamat untuk bertahan hidup. Beberapa menambang token digital sebagai satu-satunya sumber pendapatan mereka saat mereka mencari pekerjaan.

"Bitcoin benar-benar memberi kami harapan. Saya lahir di desa saya, saya telah tinggal di sini sepanjang hidup saya, dan bitcoin telah membantu saya untuk tinggal di sini," ucap dia.

Sikap Gabriel bukan tanpa alasan, pasalnya Mata uang Lebanon telah kehilangan lebih dari 95% nilainya sejak Agustus 2019, upah minimum juga anjlok dari USD450 menjadi USS17 per bulan.

Sedangkan, tingkat inflasi tiga digit Lebanon diperkirakan akan menjadi yang kedua setelah Sudan, dan saldo rekening bank hanyalah angka di atas kertas.

"Tidak semua orang percaya bahwa bank-bank itu bangkrut, tetapi kenyataannya memang demikian," kata Ray Hindi, CEO perusahaan manajemen yang berbasis di Zurich yang didedikasikan untuk aset digital.

"Situasinya tidak berubah sejak 2019. Bank membatasi penarikan, dan simpanan itu menjadi IOU. Anda bisa saja mengeluarkan uang Anda dengan potongan 15%, kemudian 35%, dan hari ini, kami berada di 85%," lanjut Hindi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Penjelasan Mengenai Investasi Bitcoin yang Perlu Diketahui

Ini Penjelasan Mengenai Investasi Bitcoin yang Perlu Diketahui

| Sabtu, 29 Oktober 2022 | 17:56 WIB

Benarkah Bitcoin Jadi Investasi yang Lebih Aman dari Saham? Ini Penjelasannya

Benarkah Bitcoin Jadi Investasi yang Lebih Aman dari Saham? Ini Penjelasannya

Bisnis | Senin, 24 Oktober 2022 | 12:41 WIB

Octopus Ajak Masyarakat Tukar Sampah Elektronik dengan Emas dan Bitcoin

Octopus Ajak Masyarakat Tukar Sampah Elektronik dengan Emas dan Bitcoin

Tekno | Sabtu, 15 Oktober 2022 | 05:40 WIB

Terkini

Libur Panjang Justru Jadi Petaka Bagi Rupiah

Libur Panjang Justru Jadi Petaka Bagi Rupiah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:48 WIB

Daftar Tarif BPJS Kesehatan Kelas 1-3 per Mei 2026, Wacana Iuran Naik Terus Mencuat

Daftar Tarif BPJS Kesehatan Kelas 1-3 per Mei 2026, Wacana Iuran Naik Terus Mencuat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:42 WIB

Dolar AS Perkasa, Harga Referensi Emas Indonesia Periode II Mei 2026 Terkoreksi Tajam

Dolar AS Perkasa, Harga Referensi Emas Indonesia Periode II Mei 2026 Terkoreksi Tajam

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:41 WIB

Dompet Siaga! Harga Tiket Pesawat Domestik Terancam Naik hingga 50%

Dompet Siaga! Harga Tiket Pesawat Domestik Terancam Naik hingga 50%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:15 WIB

Purbaya Klaim Danantara Sepakat Tukar Guling PNM dan Geo Dipa

Purbaya Klaim Danantara Sepakat Tukar Guling PNM dan Geo Dipa

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:41 WIB

Menteri UMKM Ancam Tindak Marketplace yang Nekat Naikkan Biaya Seller

Menteri UMKM Ancam Tindak Marketplace yang Nekat Naikkan Biaya Seller

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:41 WIB

Harga Cabai Meledak Nyaris 19 Persen, Beras dan Minyak Goreng Ikut Naik

Harga Cabai Meledak Nyaris 19 Persen, Beras dan Minyak Goreng Ikut Naik

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:36 WIB

Bank Indonesia Gunakan Kalkulator Hijau Versi 2 untuk Hitung Emisi Karbon

Bank Indonesia Gunakan Kalkulator Hijau Versi 2 untuk Hitung Emisi Karbon

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:29 WIB

Purbaya Akui Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Dibayar APBN 2 Tahun

Purbaya Akui Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Dibayar APBN 2 Tahun

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:27 WIB

Utang Indonesia Hampir Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya: Masih Aman, Harusnya Anda Puji Kita

Utang Indonesia Hampir Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya: Masih Aman, Harusnya Anda Puji Kita

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:12 WIB