Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.094,941
LQ45 616,399
Srikehati 311,257
JII 380,793
USD/IDR 17.668

Teknologi Datam Regen Teruji Empiris Solusi Penghematan Energi Kendaraan Listrik

Iwan Supriyatna | Suara.com

Sabtu, 26 November 2022 | 06:24 WIB
Teknologi Datam Regen Teruji Empiris Solusi Penghematan Energi Kendaraan Listrik
Perusahaan Korea yaitu Datam Korea, Ltd., menemukan teknologi regen yang bisa menjadi solusi dalam menghemat energi hingga 50%  pengecasan kendaraan listrik.

Suara.com - Saat ini Indonesia sudah melompat membuat suatu perubahan dengan membuat kendaraan listrik.  Meningkatnya populasi kendaraan listrik ini seiring dengan berkembangnya tren penggunaan kendaraan listrik di dunia.

Menperin mengemukakan, pemerintah semakin serius mengembangkan ekosistem industri kendaraan listrik dari hulu sampai hilir. Salah satu caranya adalah melalui peningkatan investasi untuk memperkuat struktur manufaktur di dalam negeri.

Industri otomotif di tanah air akan menjadi pemain penting dalam rantai pasok dunia (global supply chain), termasuk upaya memproduksi mobil listrik. Apalagi, Indonesia memiliki sumber daya mineral yang sangat besar untuk mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

Kendaraan listrik berpeluang berkembang pesat di Indonesia. Penjualan, pemanfaatan, hingga pengembangan teknologi jenis kendaraan ini diprediksi akan meningkat di masa depan. Namun memang ada beberapa kelebihan dan kekurangan dari kendaraan listrik ini, kelebihannya adalah :

  1. Ramah Lingkungan
  2. Memiliki Torsi Instan
  3. Mobil listrik terasa sangat lincah dan gesit saat digunakan terutama dalam situasi stop and go.
  4. Kabin Senyap
  5. Bebas Ganjil Genap
  6. Pajak Murah
  7. Perawatan Lebih Minim

Sedangkan kekurangannya adalah harga masih mahal, tempat pengisian batere masih sedikit, dan pengecasan yang lama bisa memakan waktu 5-6 jam. Perusahaan Korea yaitu Datam Korea, Ltd., menemukan teknologi regen yang bisa menjadi solusi dalam menghemat energi hingga 50%  pengecasan kendaraan listrik.

DATAM Korea, adalah perusahaan dari Korea menjadi salah satu partisipan dalam event Future SMEs Village, dengan memperkenalkan teknologi baru yang menjadi bagian dari implementasi SDGs (Sustainable Development Goals) perusahaan yang going concernt terhadap lingkungan hidup dengan menciptakan green economy.

Teknologi perangkat lunak Regen Teknologi yang diusung oleh DATAM dapat memaksimalkan efisiensi baterai sepeda motor listrik hingga 50%,. Teknologi ini dihadirkan langsung dari Korea dan melakukan uji demonstrasi selama acara berlangsung (termasuk 5 sepeda motor Regen dan simulator). Uji demonstrasi untuk teknologi Regen dilakukan empat kali dengan total empat hari selama acara Future SMEs Village berlangsung.

Sebagai hasil dari pengujian, efisiensi penggunaan energi meningkat minimal 37,5% dan maksimal 70,6% dengan rata-rata keseluruhan 56,71%.  Dipastikan bahwa semakin banyak baterai dikosongkan dan semakin sering rem diaktifkan, semakin lebih banyak hasil yang diperoleh. Dari empat kali, satu kali pengendara profesional mengendarai sepeda motor dengan Regen mati, dan tiga tes dilakukan oleh CEO perusahaan platform pengiriman Indonesia NuJek naik dan turun sepeda motor secara bergantian.

“Teknologi ini bisa meningkatkan efisiensi pelepasan energi baterai hingga lebih dari 50% melalui tiga pengujian merupakan hasil yang mengejutkan. Teknologi ini akan menjadi sebuah ekonomi yang besar bagi pengendara pengiriman yang memiliki banyak perjalanan dan jam kerja dalam sehari, dan saya yakin ini akan berkontribusi besar terhadap pengurangan karbon secara nasional.” Ujar Gojali CEO NuJek.

Pemulihan hingga 50% atau lebih dari energi pelepasan baterai sepeda motor listrik memiliki efek memecahkan dua masalah dengan satu tindakan pada saat bersamaan, yaitu memperpanjang jarak mengemudi hingga 50% dan menghemat 50% pengisian listrik.

“Data regenerasi energi baterai ini adalah jumlah listrik yang dihasilkan, dan jika diterapkan dengan pengurangan karbon dioksida, teknologi ini dapat menjadi alternatif untuk mencapai Target Pengurangan Gas Rumah Kaca Nasional (NDC) di sektor transportasi masing-masing negara.” Ujar James Lee, CEO DATAM Korea, Ltd.,.

Ini mengkomersialkan konsep baru teknologi pemulihan energi baterai di luar teknologi pengereman regeneratif yang diterapkan kendaraan listrik konvensional. Mengingat Indonesia memiliki sekitar 120 juta sepeda motor yang terdaftar, hasil uji demonstrasi yang dirilis mengatakan bahwa penerapan teknologi ini bisa menghemat lebih dari 13.200GWh energi listrik per tahun dan mengurangi sekitar 10 juta ton karbon per tahun.

Kendaraan motor elektrik ini menjadi sebuah rekomendasi yang bisa digunakan oleh masyarakat Indonesia, karena motor elektrik ini ramah lingkungan dan  sistem teknologi ini  benar-benar dapat membantu iklim dunia. Hoped that these two collaborations will become the best players in Indonesia in the near future.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemintaan Kendaraan Listrik Meningkat Drastis, Stok Material Logam Menipis

Pemintaan Kendaraan Listrik Meningkat Drastis, Stok Material Logam Menipis

Bisnis | Selasa, 22 November 2022 | 09:30 WIB

Begini Hitung-hitungan Untungnya Naik Kendaraan Listrik Versi Menhub Budi Karya

Begini Hitung-hitungan Untungnya Naik Kendaraan Listrik Versi Menhub Budi Karya

Bisnis | Minggu, 20 November 2022 | 15:52 WIB

Ngegas Duluan, Produsen Prekursor China CNGR 'Tanam' Duit Rp 77 Triliun Untuk Kendaraan Listrik Indonesia

Ngegas Duluan, Produsen Prekursor China CNGR 'Tanam' Duit Rp 77 Triliun Untuk Kendaraan Listrik Indonesia

Bisnis | Minggu, 20 November 2022 | 10:41 WIB

Terkini

Secara Konsolidasi, BTN Raup Untung Rp 1,45 Triliun Hingga April 2026

Secara Konsolidasi, BTN Raup Untung Rp 1,45 Triliun Hingga April 2026

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:40 WIB

Bulog Siapkan Bansos Beras 20 Kg, Tapi Tunggu Lampu Hijau Pemerintah

Bulog Siapkan Bansos Beras 20 Kg, Tapi Tunggu Lampu Hijau Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:31 WIB

Kolaborasi BTN dan KAI Hadirkan 5.400 Unit Hunian TOD Baru

Kolaborasi BTN dan KAI Hadirkan 5.400 Unit Hunian TOD Baru

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:24 WIB

5 Pemenang Program BRI Debit FC Barcelona Siap ke Spanyol Nikmati Sepak Bola Kelas Dunia

5 Pemenang Program BRI Debit FC Barcelona Siap ke Spanyol Nikmati Sepak Bola Kelas Dunia

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:02 WIB

IPA Convex 2026: PHE Pertegas Komitmen Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Percepatan Transisi Energi

IPA Convex 2026: PHE Pertegas Komitmen Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Percepatan Transisi Energi

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:42 WIB

Rosan Masih Rahasiakan Struktur Pengurus Danantara Sumberdaya Indonesia

Rosan Masih Rahasiakan Struktur Pengurus Danantara Sumberdaya Indonesia

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:32 WIB

BTN Catatkan Laba Bersih Segmen Bank Rp 1,16 Triliun Hingga April 2026

BTN Catatkan Laba Bersih Segmen Bank Rp 1,16 Triliun Hingga April 2026

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:26 WIB

Rupiah Loyo, Orang RI Ramai-Ramai Timbun Dolar di Bank

Rupiah Loyo, Orang RI Ramai-Ramai Timbun Dolar di Bank

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:02 WIB

Asing Kembali Masuk, IHSG Membara di Sesi I Balik ke Level 6.100

Asing Kembali Masuk, IHSG Membara di Sesi I Balik ke Level 6.100

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:36 WIB

Mengerikan! BI Catat Defisit Transaksi Berjalan RI Melonjak Jadi Rp70 Triliun

Mengerikan! BI Catat Defisit Transaksi Berjalan RI Melonjak Jadi Rp70 Triliun

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:16 WIB