Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Tak Mau Disebut Miskin, Diaspora India Kirim Uang Rp 1.560 Triliun Pulang ke Negara Asalnya

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 02 Desember 2022 | 10:56 WIB
Tak Mau Disebut Miskin, Diaspora India Kirim Uang Rp 1.560 Triliun Pulang ke Negara Asalnya
Mata uang India, Rupee. (Shuttersrock)

Suara.com - Para pekerja atau diaspora India yang tersebar di seluruh dunia bersiap untuk memecahkan rekor pengiriman uang ke negara asal mereka.

Bank Dunia dalam laporannya menyebut bahwa sekitar USD100 miliar atau sekitar Rp1.560 triliun (Rp15.600) dana segar tersebut akan masuk India sepanjang tahun ini.

"Ini akan menjadi pertama kalinya suatu negara mencapai angka tertinggi itu," sebut laporan Bank Dunia dikutip CNN, Jumat (2/12/2022).

Pengiriman uang, atau transfer uang dari pekerja migran ke keluarga di kampung halaman, merupakan sumber pendapatan penting bagi rumah tangga di negara-negara miskin.

"Mereka tidak hanya mengurangi kemiskinan di negara-negara berkembang tetapi juga dikaitkan dengan tingkat pendaftaran sekolah yang lebih tinggi untuk anak-anak di rumah tangga yang kurang beruntung," kata Bank Dunia.

Selama beberapa tahun terakhir, laporan Bank Dunia mengatakan, orang India telah pindah ke pekerjaan berketerampilan tinggi ke negara-negara berpenghasilan tinggi seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, dari pekerjaan berketerampilan rendah di negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Kuwait dan Qatar.

India telah menerima USD89,4 miliar dalam pengiriman uang pada tahun 2021, menurut Bank Dunia, menjadikannya penerima teratas secara global tahun lalu.

"Aliran pengiriman uang ke India ditingkatkan oleh kenaikan upah dan pasar tenaga kerja yang kuat di Amerika Serikat," dan negara-negara kaya lainnya, kata Bank Dunia.

Meskipun siap untuk mencapai angka rekor, arus pengiriman uang India diperkirakan hanya mencapai 3 persen dari PDB pada tahun 2022.

Selain India, negara penerima utama lainnya untuk pengiriman uang pada tahun 2022 diharapkan adalah Meksiko, China, dan Filipina.

Jika dibandingkan dengan APBN 2022, besaran belanja negara Indonesia pada APBN 2022 sebesar Rp3.106 triliun atawa hampir setengahnya dari pengiriman uang yang dilakukan para diaspora India tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengadilan India Penjarakan Seorang Pria yang Biarkan Sapi Berkeliaran di Jalan

Pengadilan India Penjarakan Seorang Pria yang Biarkan Sapi Berkeliaran di Jalan

News | Selasa, 22 November 2022 | 16:33 WIB

Polisi India Tangkap Orang Tua yang Bunuh dan Buang Mayat Anak di Dalam Koper

Polisi India Tangkap Orang Tua yang Bunuh dan Buang Mayat Anak di Dalam Koper

News | Selasa, 22 November 2022 | 15:42 WIB

Jokowi Serahkan Presidensi G20 2023 ke PM India Narendra Modi

Jokowi Serahkan Presidensi G20 2023 ke PM India Narendra Modi

News | Rabu, 16 November 2022 | 14:31 WIB

Terkini

Pemerintah Minta Perkembangan Anak Penerima MBG Dipantau, Dari IQ Sampai Tinggi Badan

Pemerintah Minta Perkembangan Anak Penerima MBG Dipantau, Dari IQ Sampai Tinggi Badan

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 10:33 WIB

WFH Diangap Tak Ganggu Produktivitas, Begini Penjelasan Pengamat

WFH Diangap Tak Ganggu Produktivitas, Begini Penjelasan Pengamat

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 10:23 WIB

BPS: Impor RI Februari 2026 Capai Rp 355,1 Triliun, Sektor Migas Turun

BPS: Impor RI Februari 2026 Capai Rp 355,1 Triliun, Sektor Migas Turun

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 09:35 WIB

Sempat Alami Kerugian, KB Bank Indonesia hanya Raup Laba Rp66,59 Miliar

Sempat Alami Kerugian, KB Bank Indonesia hanya Raup Laba Rp66,59 Miliar

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 08:41 WIB

Baru Tersentuh 10 Persen, Pesantren Penerima MBG Bakal Diperbanyak

Baru Tersentuh 10 Persen, Pesantren Penerima MBG Bakal Diperbanyak

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 08:34 WIB

Ekonom Ingatkan Dampak Dari Putusan Pindar KPPU, Investor Bisa Was-was

Ekonom Ingatkan Dampak Dari Putusan Pindar KPPU, Investor Bisa Was-was

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 08:22 WIB

OJK Tindak 233 Pelaku Pasar yang Nakal, Denda Tembus Rp96,33 Miliar

OJK Tindak 233 Pelaku Pasar yang Nakal, Denda Tembus Rp96,33 Miliar

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 08:04 WIB

Anak Usaha Garuda Indonesia GMFI Cetak Laba Rp 570 M, Ekuitas Berbalik Positif

Anak Usaha Garuda Indonesia GMFI Cetak Laba Rp 570 M, Ekuitas Berbalik Positif

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 08:01 WIB

Properti Barat Jakarta Makin Seksi, Akses Tol Baru Jadi Game Changer!

Properti Barat Jakarta Makin Seksi, Akses Tol Baru Jadi Game Changer!

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 07:57 WIB

Bahlil Teken MoU dengan Korea Selatan, Kerja Sama Energi Bersih, CCS, dan Mineral Kritis Diperkuat

Bahlil Teken MoU dengan Korea Selatan, Kerja Sama Energi Bersih, CCS, dan Mineral Kritis Diperkuat

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 07:43 WIB