Bandara Soekarno-Hatta Dituntut Jadi Hub Pergudangan Kargo E-Commerce di Kawasan ASEAN

Iwan Supriyatna

Kamis, 08 Desember 2022 | 10:19 WIB
Bandara Soekarno-Hatta Dituntut Jadi Hub Pergudangan Kargo E-Commerce di Kawasan ASEAN
Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin. (Suara.com/Lili Handayani)

Suara.com - Pengembangan Bandara Soekarno-Hatta sangat penting dan perlu dilakukan lebih masif guna menjaga dan meningkatkan daya saing bandara terbesar di Indonesia ini di tingkat global.

Hal ini mengemuka di dalam Talkshow Polemik MNC Trijaya “Urgensi Pengembangan Bandara Soekarno-Hatta” yang menghadirkan sejumlah narasumber yaitu Pengamat Penerbangan Alvin Lie, Pengamat Penerbangan Arista Indonesia Aviation Center Arista Atmadjati, Sekjen Asperindo Trian Yuserna Udaryanta dan Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin.

Seperti diketahui, Bandara Soekarno-Hatta saat ini diperkuat tiga terminal penumpang (Terminal 1, Terminal 2 dan Terminal 3) dengan total kapasitas sekitar 43 juta penumpang/tahun, dan terminal kargo berkapasitas 600.000 ton/tahun.

Pengamat penerbangan Alvin Lie mengungkapkan pengelolaan Bandara Soekarno-Hatta saat ini sudah berjalan dengan sangat baik.

“Bandara Soekarno-Hatta sudah terintegrasi dengan baik, dan sudah patut kita banggakan, kalau ada kurang itu pasti tapi saya melihat terus menerus dilakukan perbaikan,” ujarnya.

Namun demikian, pengembangan Bandara Soekarno-Hatta sangat urgen untuk dilakukan secara masif dan cepat untuk mengakomodir pertumbuhan penumpang ke depannya.

PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta memproyeksikan pertumbuhan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta mencapai sekitar 80 juta penumpang pada 2030 dan terus tumbuh hingga pada 2035 mencapai 100 juta penumpang.

Di dalam talkshow, Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengungkapkan, “Ada satu prognosa, pada 2030 penumpang Bandara Soekarno-Hatta bisa mendekati 80 juta penumpang, dan pada 2035 menembus 100 juta penumpang.”

Muhammad Awaluddin menuturkan pertumbuhan penumpang dipicu juga pertumbuhan populasi traveller, dalam artian warga yang saat ini masih tergolong belia maka pada 10-20 tahun ke depan sudah memiliki keinginan untuk bepergian.

baca juga

Alvin Lie mengatakan jelas kapasitas saat ini sekitar 43 juta penumpang/tahun harus ditingkatkan.

“Jika tidak cepat dikembangkan akan terjadi kongesti untuk penumpang, kalau untuk pergerakan pesawat masih bagus karena Bandara Soekarno-Hatta sudah memiliki tiga runway (landas pacu). Sekarang, pertumbuhan jumlah penumpang di Bandara Soekarno-Hatta khususnya internasional tumbuh luar biasa salah satunya karena perjalanan umrah yang meningkat,” jelas Alvin Lie.

Selain mengantisipasi pertumbuhan penumpang, pengembangan juga harus mencakup infrastruktur untuk logistik.

Di tengah pandemi ini, pemulihan sektor kargo di Bandara Soekarno-Hatta justru terjadi lebih cepat di mana pada 2022 volume angkutan kargo diperkirakan mencapai sekitar 555.000 - 600.000 ton atau 97% dari kondisi 2019 sebelum pandemi.

Sekjen Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Aseperindo) Trian Yuserna mengatakan Bandara Soekarno-Hatta memerlukan pergudangan kargo khusus untuk e-commerce.

Dia menuturkan Bandara Soekarno-Hatta harus mampu menjadi hub pergudangan kargo untuk e-commerce di kawasan Asia Tenggara, di mana saat ini hub tersebut ada di negara lain.

“Peran Bandara Soekarno-Hatta untuk pengiriman barang bukan hanya penting dan strategis tapi justru menjadi salah satu lokomotif bersama untuk kebangkitan pertumbuhan perekonomian nasional karena dia akan menjadi hub nasional pengiriman di seluruh Indonesia maupun hub transhipment internasional,” jelas Trian.

"Kalau pengiriman e-commerce itu ada hub Asia Tenggara. Kita sempat diskusi supaya ada pusat layanan berikat e-commerce di Bandara Soekarno-Hatta sehingga ada proses additional value, sehingga bisa pengiriman dari Asean itu dikumpulkan di Jakarta, di pusat berikat ee-commerce tersebut,” ujar Trian.

Pengamat Penerbangan Arista Atmadji menuturkan pengembangan yang harus dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta juga harus fokus pada pelayanan termasuk baik di sisi darat maupun sisi udara.

“Peningkatan pergerakan pesawat per hour di runway, Pengaturan slot time penerbangan harus lebih merata, jangan hanya di peak hour atau golden hour. Harapannya kalau memang lagi padat maka traffic bisa diatur, karena kemampuan runway Bandara Soekarno-Hatta sudah memadai,” jelasnya.

Muhammad Awaluddin menuturkan AP II telah memiliki rencana pengembangan kapasitas (capacity planning) guna mengantisipasi backlog baik untuk sektor angkutan penumpang maupun kargo di Bandara Soekarno-Hatta, di antaranya pembangunan Terminal 4 dan Cargo Village.

“Terminal 4 akan menjadi terminal penumpang terbesar di Indonesia dengan kapasitas sampai dengan 45 juta penumpang. Terminal 1 dan 2 juga akan direvitalisasi menjadi total kapasitas sampai dengan 45 juta penumpang. Sementara, revitalisasi Terminal 3 berpotensi meningkatkan kapasitas menjadi 35 juta penumpang. Jadi, nantinya Bandara Soekarno-Hatta akan memiliki kapasitas total lebih dari 100 juta penumpang,” ungkap Muhammad Awaluddin.

“Kalau kita bisa kerjakan dengan baik, persoalan dan potensi hambatan bisa kita hindari. Kita lihat dengan kondisi yang ada, jika keputusan kita tidak cepat dalam membangun Terminal 4 maka akan menjadi isu. Level of service akan turun, image dan reputasi bandara akan turun,” ujar Muhammad Awaluddin.

Lebih lanjut, Muhammad Awaluddin mengatakan AP II juga akan membangun kawasan Cargo Village yang salah satunya untuk mengakomodir sektor e-commerce.

“Tahun depan ekspansi Cargo Village, paling lambat akhir 2024 atau awal 2025 kita punya Cargo Village yang memiliki kapasitas 1,5 juta ton - 2,2 juta ton per tahun atau jauh lebih banyak dibandingkan dengan Terminal Kargo eksisting dengan kapasitas sekitar 600.000 ton per tahun,” ujar Muhammad Awaluddin.

Muhammad Awaluddin menuturkan pengembangan Bandara Soekarno-Hatta juga harus mencakup aksesibilitas.

“Bandara Soekarno-Hatta akan menjadi kota mandiri atau aerocity yang lengkap pada 10-20 tahun ke depan dan akan menjadi destination point, di mana juga akan memunculkan isu aksesibilitas. Bandara sebagai aerocity harus perlu ditata dengan baik. Saat ini saja komunitas pekerja di Bandara Soekarno-Hatta mencapai 50.000 - 60.000 per hari ditambah dengan penumpang yang sebelum pandemi mencapai 160.000 - 190.000 per hari, karena bandara ini beroperasi 24 jam, denyut nadi kehidupan tidak berhenti di Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Muhammad Awaluddin.

Pengembangan Bandara Soekarno-Hatta sangat urgen untuk dilakukan secara masif dan cepat, serta membutuhkan dukungan semua pihak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Angkasa Pura II Targetkan Jumlah Penumpang Pesawat Tembus 60 Juta Tahun Ini

Angkasa Pura II Targetkan Jumlah Penumpang Pesawat Tembus 60 Juta Tahun Ini

Bisnis | Jum'at, 25 November 2022 | 19:13 WIB

Bandara Kertajati Buka Penerbangan Umrah Mulai Hari Ini, Langsung Menuju Jeddah

Bandara Kertajati Buka Penerbangan Umrah Mulai Hari Ini, Langsung Menuju Jeddah

Bisnis | Minggu, 20 November 2022 | 16:15 WIB

Mesin Pesawat Terbakar, Lion Air JT 330 Mendarat Darurat di Bandara Soekarno-Hatta

Mesin Pesawat Terbakar, Lion Air JT 330 Mendarat Darurat di Bandara Soekarno-Hatta

News | Rabu, 26 Oktober 2022 | 20:47 WIB

Terkini

9 Rekomendasi Tinted Sunscreen Lokal Pengganti Foundation

9 Rekomendasi Tinted Sunscreen Lokal Pengganti Foundation

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 15:15 WIB

5 Cara Mengatasi Tali Strap Smartwatch Silikon yang Bikin Kulit Gatal dan Iritasi

5 Cara Mengatasi Tali Strap Smartwatch Silikon yang Bikin Kulit Gatal dan Iritasi

Tekno | Senin, 28 September 2026 | 15:15 WIB

Navigasi Quarter-Life Crisis: Menemukan Ketenangan di Tengah Ketidakpastian

Navigasi Quarter-Life Crisis: Menemukan Ketenangan di Tengah Ketidakpastian

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 15:11 WIB

Guru SD di Sleman Disabet Parang Wali Murid, Polisi Ungkap Pemicu Kejadian

Guru SD di Sleman Disabet Parang Wali Murid, Polisi Ungkap Pemicu Kejadian

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 15:11 WIB

Pengangkatan Soeharto Jadi Pahlawan Dinilai Tak Sejalan dengan Semangat Antikorupsi

Pengangkatan Soeharto Jadi Pahlawan Dinilai Tak Sejalan dengan Semangat Antikorupsi

News | Senin, 28 September 2026 | 15:09 WIB

Hotspot Sumsel Turun 63 Persen, Mengapa Asap Palembang Masih Pekat?

Hotspot Sumsel Turun 63 Persen, Mengapa Asap Palembang Masih Pekat?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 15:09 WIB

Panggil Menteri dan Wamen ke Istana, Prabowo Bahas Biaya Perjalanan Haji

Panggil Menteri dan Wamen ke Istana, Prabowo Bahas Biaya Perjalanan Haji

News | Senin, 28 September 2026 | 15:09 WIB

Efek Perimenopause pada Kulit, Kenali 4 Tanda dan Cara Mengatasinya

Efek Perimenopause pada Kulit, Kenali 4 Tanda dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 15:07 WIB

Ajang CustoMAXi Yamaha 2026 Bandung Unjuk Gigi, Puluhan Modifikator Pamer Karya Street Legal

Ajang CustoMAXi Yamaha 2026 Bandung Unjuk Gigi, Puluhan Modifikator Pamer Karya Street Legal

Otomotif | Senin, 28 September 2026 | 15:05 WIB

Temuan Ruang Khusus di Lapas Cibinong Bukti Keadilan Pemasyarakatan Cuma Omong Kosong

Temuan Ruang Khusus di Lapas Cibinong Bukti Keadilan Pemasyarakatan Cuma Omong Kosong

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 15:03 WIB

×