Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.460

Ekonom Yakin Tren Positif Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terus Berlanjut di Tengah Krisis Global

Iwan Supriyatna | Suara.com

Rabu, 14 Desember 2022 | 17:01 WIB
Ekonom Yakin Tren Positif Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terus Berlanjut di Tengah Krisis Global
Ilustrasi ekonomi digital. (Freepik)

Suara.com - Direktur Eksekutif Center for Research on Ethics Economics and Democracy (CREED) Yoseph Billie Dosiwoda mengatakan, warga Indonesia patut bersyukur dengan kerja keras Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menjaga ekonomi nasional yang terus membaik dan tidak terpengaruh dengan kondisi ekonomi global saat ini.

Pasalnya, kondisi ekonomi global akhir-akhir ini sangat berbahaya akibat dari pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya usai, serta diperparah dengan terjadinya perang Rusia-Ukraina. Saat ini, kata Yoseph Billie, banyak negara sedang menghadapi tantangan hebat, mulai dari inflasi yang tak terkendali, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), hingga potensi terjadinya krisis utang.

“Di sini kita patut untuk bersyukur dan sedikit berbangga, karena di kala ekonomi negara lain sedang dalam tekanan hebat, ekonomi kita justru tumbuh terus dari awal tahun,” Yoseph Billie.

Menurut Yoseph, ada beberapa indikator ekonomi Indonesia yang menunjukkan hal positif, seperti konsumsi menguat, ekspor meningkat, neraca perdagangan konsisten surplus, credit rating terjaga, investasi juga tumbuh. Bahkan, APBN Indonesia telah mencatatakan surplus sembilan bulan berturut-turut.

Menariknya, diproyeksi ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 5,3% dan 5,2% pada 2023 mendatang. Namun, kenaikan suku bunga yang agresif, inflasi yang cukup tinggi, dan gelombang PHK membuat Pemerintah harus waspada, terlebih Indonesia akan menjalankan Pemilu 2024, di mana biasanya dapat menimbulkan getaran dalam kehidupan sosio-ekonomi masyarakat.

“Menarik untuk terus kita amati bagaimana pemerintah akan bereaksi terhadap gejolak ketidakpastian ekonomi yang akan terjadi ke depan. Kita sebagai masyarakat harus optimis namun tetap waspada,” ujarnya.

Dikatakan Yoseph, melihat positifnya indikator ekonomi Indonesia, dirinya meyakini untuk saat ini pemerintah maupun masyarakat tidak perlu khawatir dengan ancaman krisis ekonomi tahun depan. Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sudah bekerja sangat baik dan dirinya harap tren positif ini terus dijaga agar ekonomi Indonesia tetap bertumbuh, bukan sekedar survive.

“Kita memiliki pondasi kuat di ekspor dan konsumsi dalam negeri, dan pemerintah juga sedang menyusun berbagai kerangka kebijakan agar ekonomi kita dapat lebih berdikari. Terkait inflasi, meski kini tergolong cukup tinggi namun masih terhitung lebih baik daripada banyak negara lain. Inflasi Indonesia pada tahun depan diproyeksikan akan kembali ke sasaran 3 plus minus 1 persen dengan inflasi inti kembali ke bawah 4 persen pada semester I 2023,” ungkapnya.

“Di sisi lain, pemerintah juga wajib mewaspadai usainya commodity boom yang saat ini masih sangat menopang penerimaan negara. Solusi yang diajukan pemerintah nantinya juga harus memperhatikan sustainability agar ke depan ekonomi kita tetap tangguh dan tak mudah goyah oleh beragam gejolak ekonomi global,” jelasnya.

Yoseph pun mengakui kinerja Presiden Jokowi dalam bidang ekonomi sampai saat ini telah berjalan dengan cukup baik, terutama dalam hal pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

“Kami menilai ekonomi Indonesia termasuk salah satu yang bertahan dengan baik di tengah pandemi, dan tentu hal ini tidak terlepas dari kinerja Presiden Jokowi beserta timnya,” akuinya.

Yoseph pun memuji keberhasilan Presiden Jokowi menjadi tuan rumah KTT G20. Hal ini, lanjut Yoseph sebagai bukti nyata kepercayaan dunia internasional kepada Indonesia sebagai tuan rumah KTT G20 tahun ini, dan telah sukses menjadi Presidensi konferensi tingkat tinggi tersebut.

“Selama setahun memegang tampuk Presidensi G20, Indonesia sudah banyak menjalankan agenda ekonomi, membantu menangani krisis pangan, dan lebih berfokus pada dampak perubahan iklim. KTT G20 sendiri membawa banyak manfaat bagi pertumbuhan ekonomi nasional dalam rupa masuknya investasi yang senilai 125 triliun rupiah. Meskipun begitu, kita tidak boleh lengah, kita harus tetap waspada,” puji Yoseph.

Lebih jauh Yoseph mengatakan, kekompakan dan koordinasi antar instansi dan kementerian mutlak diperlukan agar segala program yang dicanangkan dapat mendorong kebangkitan perekonomian Indonesia pasca pandemi, serta menjauhkan krisis ekonomi yang mulai menjadi tema utama banyak negara di dunia.

“Jadi, koordinasi yang kuat demi terlaksananya program-program APBN menjadi kunci,” tutup Yoseph.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Dicuekin' di Pernikahan Kaesang, Ternyata Begini Cara Anies Perlakukan Tamu saat Mantu

'Dicuekin' di Pernikahan Kaesang, Ternyata Begini Cara Anies Perlakukan Tamu saat Mantu

News | Rabu, 14 Desember 2022 | 16:45 WIB

Tak Diajak Foto di Nikahan Kaesang, Anies Telah 'Dilecehkan' oleh Jokowi!

Tak Diajak Foto di Nikahan Kaesang, Anies Telah 'Dilecehkan' oleh Jokowi!

News | Rabu, 14 Desember 2022 | 16:17 WIB

'Beliau Dicolek Juga Oke' Ganjar Ungkap Hubungan Dekatnya dengan Jokowi, Mulai dari Makan Soto hingga Ngomongin Gibran

'Beliau Dicolek Juga Oke' Ganjar Ungkap Hubungan Dekatnya dengan Jokowi, Mulai dari Makan Soto hingga Ngomongin Gibran

News | Rabu, 14 Desember 2022 | 16:10 WIB

Terkini

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:25 WIB

Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!

Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:55 WIB

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:16 WIB

Menjelang Bitcoin Pizza Day, Member Indodax Hampir Tembus 10 Juta Pengguna

Menjelang Bitcoin Pizza Day, Member Indodax Hampir Tembus 10 Juta Pengguna

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:10 WIB

Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi

Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:48 WIB

IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China

IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:39 WIB

Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed

Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:32 WIB

Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense

Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:30 WIB

Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus

Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:55 WIB

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Turun, Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Turun, Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:36 WIB