Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Olah Maggot jadi Pakan Ikan, Desa Panembangan Cuan Rp20 Juta Seminggu

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 23 Desember 2022 | 13:16 WIB
Olah Maggot jadi Pakan Ikan, Desa Panembangan Cuan Rp20 Juta Seminggu
Kepala Desa Panembangan, Untung Sanyoto (Fadil)

Suara.com - Persoalan pasokan pakan ikan sejak lama sudah dirasakan oleh para pembudi daya ikan di wilayah Banyumas Jawa Tengah, harga pakan ikan produksi pabrik yang terus merangkak naik jadi persoalan.

Kondisi ini dilihat menjadi peluang besar oleh Desa Panembangan, Kecamatan Cilongkok, Banyumas, Jawa Tengah yang sudah beberapa tahun terakhir melakukan pengembangan pembudidayaan maggot yang berasal dari larva lalat Black Soldier Fly (BSF) sebagai bahan baku alternatif untuk pembuatan pakan ikan.

Menumpuknya sampah di Desa Panembangan ternyata menjadi berkah karena menjadi media utama pengembangan budidaya maggot.

Kepala Desa Panembangan, Untung Sanyoto mengatakan di desanya terdapat tempat pengolahan sampah yang dipisahkan antara organik dan non organik.

"Sampah-sampah organik ini di pilah pilih menjadi satu dan dikirim ke kelompok budidaya maggot di desa kami," ungkap Untung Sanyoto kepada suara.com disela-sela acara Nugraha Karya Desa Brillian di Menara Brillian, Jakarta, Kamis malam (22/12/2022).

Sampah-sampah organik yang telah menghasilkan maggot tersebut lantas akan dibuat tepung pakan ikan yang memiliki nilai protein yang tinggi. Dalam proses ini dikatakan Untung ada 2 manfaat yang langsung dirasakan, pertama sampah-sampah organik menghilang karena termakan oleh maggot, dan manfaat kedua maggot-maggot yang berjumlah ribuan tersebut langsung dibuat tepung pakan ikan.

"Keunggulan itu, di antaranya karena maggot mengandung protein tinggi dan berkualitas yang dibutuhkan oleh ikan, pembuatan yang mudah dilakukan oleh siapa saja dengan biaya produksi yang murah dan terjangkau karena media utamanya adalah sampah organik," paparnya.

Untung pun mengungkapkan setiap minggunya maggot yang bisa diproduksi menjadi tepung pakan ikan ini mencapai 2,5 ton dengan nilai jual Rp8.000 per bungkus.

"Kalau setiap minggu kita itu bisa produksi maggot sekitar 2,5 ton tepung maggot dengan harga Rp8.000 per bungkus, kalau pakan ikan pabrik kan lebih mahal disana itu bisa Rp13.000 per bungkus," papar Untung.

Dirinya pun bilang, produksi tepung pakan ikan maggot tersebut selalu ludes terjual setiap minggunya, karena sudah ada pembeli tetap yang selalu datang ke BUMDes-nya.

"Kalau seminggu itu sudah pasti habis terjual, kira-kira bisa menghasilkan Rp20 jutaan/minggu," katanya.

Kedepannya Untung berharap bisa lebih meningkatkan produksi maggot untuk pakan ikan ini, demi meningkatkan pendapatan bagi masyarakat desa. Sehingga ekonomi masyarakat sekitar bisa lebih baik lagi. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Ditutup Tokcer, Saham GOTO Jadi Buruan Investor

IHSG Ditutup Tokcer, Saham GOTO Jadi Buruan Investor

Bisnis | Rabu, 21 Desember 2022 | 15:56 WIB

Jokowi Larang Ekspor Bauksit, Negara Bisa Cuan Hingga Rp62 Triliun

Jokowi Larang Ekspor Bauksit, Negara Bisa Cuan Hingga Rp62 Triliun

Bisnis | Rabu, 21 Desember 2022 | 13:18 WIB

Tren & Strategi Digital Marketing 2023: Konten Kreator & Influencer Masih Jadi Kunci Sukses untuk Raup Cuan

Tren & Strategi Digital Marketing 2023: Konten Kreator & Influencer Masih Jadi Kunci Sukses untuk Raup Cuan

Lifestyle | Rabu, 21 Desember 2022 | 09:13 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB