Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

100 Pengusaha Industri Logam dan Baja Indonesia Berkumpul di Pameran GMTN

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 11 Januari 2023 | 16:06 WIB
100 Pengusaha Industri Logam dan Baja Indonesia Berkumpul di Pameran GMTN
Pengusaha Industri Logam dan Baja/Dok Messe Dusseldorf

Suara.com - Pameran Gifa, Metec, Thermprocess, Newcast (GMTN) untuk industri logam dan baja terbesar dan berskala internasional kembali digelar. Pemeran yang mengusung ecoMetals bakal diselenggarakan pada 12-16 Juni 2023.

Sebelum pameran digelar, Messe Düsseldorf menggelar pertemuan dengan lebih dari 100 pengusaha industri logam dan baja Indonesia bertempat di Hotel Pullman, Jakarta. Pertemuan ini untuk memaksimalkan persiapan pameran dan potensi kerjasama bisnis antara Jerman dan Indonesia

Direktur Portfolio Global Messe Düsseldorf, Friedrich-Georg Kehrer mengatakan, pada pertemuan dengan para pengusaha Indonesia secara khusus menekankan relevansi Indonesia.

"Sebagai anggota G20, Indonesia menjadi ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan terbesar kesepuluh di dunia. Diperkirakan tren kenaikan terus berlanjut. Indonesia akan terus memperluas posisinya dengan pelopornya adalah banyak proyek infrastruktur dan proyek industri skala besar yang terlihat di berbagai daerah di Indonesia. Karenanya penting bagi pelaku industri Indonesia untuk mendapatkan informasi teknologi terkini di GMTN 2023 untuk diterapkan di pasar Indonesia," ujar Kehrer di Jakarta,  Rabu (11/1/2023).

Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan produk domestik bruto (PDB) Indonesia tumbuh sebesar 5,4% pada tahun 2022, meningkat menjadi 6% pada tahun 2023. Netral iklim adalah komitmen utama negara-negara dunia yang disepakati dalam Perjanjian Iklim Paris 2015 dengan menargetkan pencapaian emisi karbon nol-bersih pada 2050.

Target ambisius netral iklim mendorong industri baja dan logam menghadapi transformasi terbesar dalam sejarah mereka. Industri logam menjadi dilemma, sebab mereka adalah bagian dari masalah dan juga solusinya. Inovasi seperti turbin angin dan sistem surya, konstruksi otomotif ringan dan e-mobilitas, produk elektronik dari chip mikro hingga superkomputer hingga robot tidak akan dapat dilakukan tanpa produksi dan pengolahan logam.

Besi dan baja, aluminium dan tembaga, mangan, magnesium, nikel atau bahkan litium dan logam tanah jarang tidak tergantikan dari bahan mentah hingga pra-produk. Masalahnya, produsen baja dan aluminium itu sendiri juga menyumbang sekitar 8% dari emisi CO2 global.
 
Perkembangan yang menentukan ini akan direfleksikan oleh pameran GMTN. Inovasi yang ditawarkan produsen mesin dan pabrik kepada industri metalurgi dan pengecoran di seluruh dunia menjadikan pameran GMTN bagian dari solusi untuk menjawab tantangan yang dihadapi industri tsb.

Perusahaan dan penyedia peralatan dari industri baja dan aluminium, perusahaan pengecoran dan pengerjaan logam dunia akan memamerkan dan membahas perkembangan produksi dan pengolahan logam yang menyelamatkan iklim, dari aluminium menjadi tembaga dan baja, di bawah atap Messe Düsseldorf.  Banyak inovasi seputar penghematan energi menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence) hingga teknologi hidrogen dan substitusi karbon dihadirkan.  

"Kampanye ecoMetals Messe Düsseldorf merupakan bagian dari Bright World of Metals. Dengan langkah ini kami ingin memenuhi tanggung jawab ekologis kami sekaligus memberi daya penggerak untuk produk, produksi, dan proses yang menyelamatkan lingkungan," jelas Kehrer.

ecoMetals berfokus pada jalur ekologi industri pengecoran dan pengolahan logam serta mempromosikan perusahaan-perusahaan yang berinvestasi dalam teknologi inovatif, berkelanjutan, dan kompetitif secara ekonomi. Untuk membantu pengunjung pameran mengidentifikasi teknologi inovatif, GMTN melibatkan para eksibitor terpilih untuk menciptakan ecoMetals Trail. Para eksibitor terpilih akan menggelar tur memandu para pengunjung pameran menjelajahi area GMTN.  

Mereka akan menjelaskan cara mereka mengurangi jejak karbon di lokasi produksi mereka dan merekonsiliasi bisnis dengan perlindungan lingkungan.  "Mewujudkan netral iklim sama pentingnya dengan memenangkan persaingan bisnis," imbuh Kehrer.

Selama pameran berlangsung akan digelar program seperti seminar dan presentasi menghadirkan narasumber ahli yang akan menjelaskan kepada pengunjung hubungan antara dunia penelitian dan bisnis praktis.

Selain itu, pameran GMTN juga memberikan kesempatan bagi para delegasi pemimpin perusahaan untuk bertemu sehingga memungkinkan terjalinnya kerjasama bisnis di antara mereka.  Keterlibatan para penentu keputusan perusahaan sangat tinggi di pameran GMTN sebelumnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kala Jokowi Semangat Lakukan Hilirisasi Industri: Kita Harus Berani, Tidak Boleh Takut

Kala Jokowi Semangat Lakukan Hilirisasi Industri: Kita Harus Berani, Tidak Boleh Takut

Bisnis | Rabu, 11 Januari 2023 | 14:25 WIB

PTPN III Gandeng BUMN Malaysia Kembangkan Industri Sawit

PTPN III Gandeng BUMN Malaysia Kembangkan Industri Sawit

Bisnis | Selasa, 10 Januari 2023 | 11:44 WIB

Tahun Resesi, Sri Mulyani Minta Para Bankir Jaga Industri Perbankan

Tahun Resesi, Sri Mulyani Minta Para Bankir Jaga Industri Perbankan

Bisnis | Senin, 09 Januari 2023 | 14:51 WIB

Terkini

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 06:39 WIB

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB