Buwas Curiga Ada Oknum yang Sebabkan Harga Beras Mahal, Hingga Disentil Jokowi

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 01 Februari 2023 | 10:50 WIB
Buwas Curiga Ada Oknum yang Sebabkan Harga Beras Mahal, Hingga Disentil Jokowi
Mahalnya harga beras sampai-sampai terdengar di telinga Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga Presiden meminta anak buahnya menyelesaikan masalah ini,

Suara.com - Buwas Curiga Ada Oknum yang Sebabkan Harga Beras Mahal, Hingga Disentil Jokowi

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso atau Buwas mencurigai, masih mahalnya beras di pasaran karena ada oknum yang mempermainkan harga.

Mahalnya harga beras ini sampai-sampai terdengar di telinga Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga Presiden meminta anak buahnya menyelesaikan masalah ini.

Buwas pun bilang seharusnya tidak ada persaingan harga beras karena beras yang diedarkan ke pasar merupakan beras premium dengan harga jual murah.

"Yang kita turunkan ini adalah beras-beras termasuk beras impor yang kualitas premium. Tapi kita tetap menjualnya Rp 8.300. Jadi nanti teman-teman ikut ngawasi kalau ada yang berasnya mahal, nah itu berarti ada permainan di situ," kata Buwas usai rapat internal di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Rabu (1/2/2023).

Untuk itu, Buwas memastikan pihaknya bekerja sama dengan Satgas Pangan hingga PT Food Station untuk mengawasinya.

Ia menegaskan, jangan sampai ada oknum nakal yang melakukan penimbunan beras.

"Karena apa? Beras ini beras premium bukan beras medium. Kita jualnya Rp 8.300. Jadi harusnya enggak ada persaingan karena beras ini yang terbaik selama ini," tambahnya.

"Jangan sampai lepas. Kalau enggak nanti ada penimbunan, penumpukan, karena sekali lagi ini berasnya beras premium. Jadi harganya kalau di lapangan mahal. Padahal kita berharap ini beras tetap dijual murah karena dari Bulognya juga berasnya murah.

baca juga

Jadi tidak ada alasan untuk mahal," tegas Buwas.

Lebih lanjut Buwas menyampaikan pertemuannya dengan Presiden Jokowi juga sekaligus melaporkan soal praktik mafia beras.

Ia menduga, keberadaan praktik mafia beras itu menjadi penyebab tingginya harga beras di pasaran.

Mantan Kepala BNN ini menyebutkan, dalam rapat internal itu, Presiden Jokowi meminta dirinya untuk mengawasi praktik mafia beras yang menyebabkan tingginya harga beras di pasar.

Pasalnya, tingginya harga beras di pasaran ikut menjadi penyebab terjadi inflasi.

“Jadi tadi sudah saya sampaikan, tapi Pak Presiden bilang, maka harus diawasi, tidak bisa kalau hanya dilepas begitu saja,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bapanas Minta Bulog Serap 2,4 Juta Ton Beras Petani, Budi Waseso Sanggup?

Bapanas Minta Bulog Serap 2,4 Juta Ton Beras Petani, Budi Waseso Sanggup?

Bisnis | Selasa, 31 Januari 2023 | 16:42 WIB

Jokowi Panggil Bos Bulog, Minta Harga Beras Segera Turun

Jokowi Panggil Bos Bulog, Minta Harga Beras Segera Turun

Bisnis | Selasa, 31 Januari 2023 | 16:16 WIB

Jokowi Resah Harga Beras dan Minyak Goreng Merangkak Naik: Coba Dilihat Betul-betul

Jokowi Resah Harga Beras dan Minyak Goreng Merangkak Naik: Coba Dilihat Betul-betul

Bisnis | Senin, 30 Januari 2023 | 18:08 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×