Tingkatkan Ekonomi, GMC Banten Ajak Masyarakat Berbudi Daya Ikan Nila dengan Sistem Bioflok

Iwan Supriyatna

Jum'at, 24 Februari 2023 | 07:21 WIB
Tingkatkan Ekonomi, GMC Banten Ajak Masyarakat Berbudi Daya Ikan Nila dengan Sistem Bioflok
GMC Banten menggelar kegiatan budi daya ikan nila dengan menggunakan sistem bioflok di Desa Citumenggung, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang.

Suara.com - Sukarelawan Ganjar Milenial Center (GMC) Banten menggelar kegiatan budi daya ikan nila dengan menggunakan sistem bioflok di Desa Citumenggung, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang.

Budi daya ikan nila dengan sistem bioflok merupakan suatu teknik budi daya melalui rekayasa lingkungan, dengan mengandalkan pasokan oksigen dari mesin air yang digunakan dan juga pemanfaatan mikroorganisme.

Koordinator Wilayah GMC Banten Cucu Komarudin mengatakan keuntungan budi daya menggunakan sistem bioflok dengan sistem lainnya yaitu ikan lebih dapat bertahan hidup dan berkembang biak, mudah dilakukan dan tidak memerlukan lahan luas.

"Dengan menggunakan sistem bioflok ini kami menjaga agar air tetap bersih, karena sistem dengan menggunakan mesin ini akan menyerap kotoran. Lalu dengan sistem ini, ikan tidak mudah stres karena menurut pengalaman kami beserta pegiat pemberdayaan ikan, dalam kondisi stres ikan akan susah bertahan hidup, apalagi bertelur," jelas Cucu.

Budi daya ikan nila dilakukan sukarelawan GMC Banten di salah satu kolam milik warga seluas 3x4 meter yang telah disiapkan para sukarelawan. Adapun jumlah bibit ikan nila yang dikembangbiakan yakni tak kurang dari 200 bibit.

Dalam proses budi daya ikan nila, GMC Banten juga melakukan proses fermentasi dengan cara mendiamkan bibit ikan nila selama beberapa hari di kolam bersih agar ikan tidak stres. Sehingga tingkat bertahan hidup ikan akan lebih lama dan lebih cepat bertelur.

"Sistem ini juga akan kami lakukan fermentasi. Jadi setelah kami bersihkan kolamnya, kami beri terpal, itu tidak langsung diberi bibit. Karena kalau diberi bibit biasanya ikan itu stres, makanya kami lakukan fermentasi dulu," ujar Cucu.

Para pendukung Ganjar juga mengajak masyarakat wilayah Pandeglang untuk turut melakukan budi daya ikan nila. Pasalnya, budi daya dengan sistem bioflok hemat biaya dan juga panennya lebih cepat, yakni sekitar 1,5 bulan.

Dengan demikian, lanjut Cucu, perekonomian masyarakat akan ikut meningkat seiring banyaknya ikan nila yang memiliki nilai jual tinggi ketika dikirim ke pasaran.

baca juga

"Harapannya kami ingin mengajak masyarakat di Pandeglang ini untuk bersama-sama membudidayakan ikan nila. Karena bisa membantu pendapatan ekonomi mereka, bahwa dengan sistem bioflok ini biasanya dalam 1,5 bulan sudah bisa dipanen," ucap Cucu.

Salah satu milenial Desa Citumenggung yang ikut kegiatan budi daya GMC Banten bernama Heru menuturkan, budi daya ikan nila dengan sistem bioflok menjadi motivasi bagi masyarakat, khususnya milenial untuk turut serta melakukan budi daya tersebut.

Menurut Heru, budi daya ikan nila dengan sistem bioflok yang dicontohkan GMC Banten sangat cocok untuk masyarakat Desa Citumenggung yang ingin menambah pemasukan perekonomiannya.

"Manfaatnya itu alhamdulillah untuk mempekerjakan kalangan kawula muda agar lebih giat dalam berbudi daya ikan. Intinya berkeasi dalam budi daya ikan," ungkap Heru.

"Dengan budi daya ikan juga dapat menambah perekonomian kita juga. Intinya memotivasi masyarakat sini untuk berbudi daya ikan ini dan menambah perekonomian masyarakat," sambung Heru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Sukses Pembudidaya Ikan Dewa Asal Sumedang, Dedin: Untung sampai Rp100 Juta

Cerita Sukses Pembudidaya Ikan Dewa Asal Sumedang, Dedin: Untung sampai Rp100 Juta

Sumedang | Senin, 05 September 2022 | 13:31 WIB

Pemerintah Kota Ambon Dorong Warga Budidaya Ikan Air Tawar Untuk Ketersediaan Pangan

Pemerintah Kota Ambon Dorong Warga Budidaya Ikan Air Tawar Untuk Ketersediaan Pangan

Sulsel | Selasa, 30 Agustus 2022 | 17:03 WIB

Viral, Pria Ini Ternak Lele di Tangki Kotoran Manusia, Kamu Mau Coba?

Viral, Pria Ini Ternak Lele di Tangki Kotoran Manusia, Kamu Mau Coba?

Hits | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 10:09 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×