Ternyata Ini Alasan Indonesia Darurat Segera Impor KRL

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Selasa, 07 Maret 2023 | 09:12 WIB
Ternyata Ini Alasan Indonesia Darurat Segera Impor KRL
Suasana gerbong KRL di Stasiun Manggarai saat hari pertama PSBB Jakarta, Jumat (10/4/2020). (Suara.com/Bagaskara Isdiansyah)

Suara.com - Rencana PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk melakukan impor KRL bekas dari Jepang menjadi polemik. Hal ini setelah, impor KRL itu terganjal restu dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Padahal, Kementerian teknis terkait Kementerian BUMN dan Perhubungan telah memberi lampu hijau aksi korporasi KCI. Alasannya, Kemenperin ingin KRL bisa menggunakan produk lokal buatan PT INKA.

Namun meski ditentang, impor KRL ini memang sangat urgensi bagi KCI. Sebab, gerbong KRL yang digunakan sudah lewat masa operasional. Sehingga, jika dipaksakan beroperasi, maka akan berbahaya dari sisi keselamatan.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menjelaskan, untuk kebutuhan gerbong KRL saat ini paling relevan melakukan impor. Karena, produksi gerbong KRL di PT INKA tidak bisa dalam waktu cepat, butuh proses hingga 3 tahu.

"Kan saat ini INKA kalau sesuai kebutuhan sekarang nggak bisa penuhi, nggak sanggup penuhi, sementara KCI butuh," ujar Arya kepada wartawan yang ditulis, Selasa (7/3/2023).

Menurut dia, kondisi ini memang dilema. Arya tahu Kemenperin mementingkan produk nasional, akan tetapi saat ini KCI membutuhkan segera gerbong KRL di tengah kenaikan penumpang yang masif.

"Apakah kita tetap tunggu INKA mampu atau kita impor. Itu dilema tapi kita serahkan Kemenperin. Sementara, kebutuhan kita akan gerbong itu naik," ucap dia.

Di kesempatan lain, VP Public Relations PT KAI (Persero), Joni Martinus melanjutkan, kebutuhan impor KRL didasarkan oleh pertimbangan masa pensiun gerbong KRL. Masa pensiun gerbong KRL ini lagi-lagi dikaitkan dengan keselamatan operasional maupun penumpang yang diangkut.

Terlebih jika banyak gerbong KRL yang dikurangi, maka kapasitas angkut juga akan berkurang. Imbasnya, terjadi penumpukan penumpang di sasiun transit.

baca juga

"Kalau kita bicara impor kereta, kalau keretanya dipesiunkan dan tidak diganti ini tentu akan mengurangi kapasitas angkut kereta tersebut. Ketika bicara soal gerbong harus dipensiunkan, atau tidak dipakai ini berkaitan erat dengan safety yang perlu dipertimbangkan. Pihak KCI berkirim surat ketika gerbong-gerbong itu harus dipensiunkan. Itu ada perhitungan sendiri dari KCI dan terkait dengan laporan audit keselamatan," jelas dia.

Meski demikian, Joni memastikan, KAI tetap akan memesan produk kereta buatan INKA. Selama ini pun sudah banyak gerbong kereta buatan INKA yang dioperasikan di kereta jarak jauh.

"Pada prinsipnya KAI itu mendukung penuh produksi dalam negeri, termasuk juga KRL ini. Tentu kita akan maksimalkan pemanfaatan produksi dalam negeri, tapi kan ini enggak bisa cepat," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pembangunan Depo Baru Pengganti Plumpang Akan di Mulai Akhir 2024

Pembangunan Depo Baru Pengganti Plumpang Akan di Mulai Akhir 2024

Bisnis | Selasa, 07 Maret 2023 | 08:33 WIB

Erick Thohir Sebut Depo Pertamina Plumpang Akan Pindah ke Pelindo

Erick Thohir Sebut Depo Pertamina Plumpang Akan Pindah ke Pelindo

Bisnis | Selasa, 07 Maret 2023 | 08:34 WIB

Peminat Tinggi, Selama Februari 711 Pelanggan Naik Kereta Panoramic Selama Februari 2023

Peminat Tinggi, Selama Februari 711 Pelanggan Naik Kereta Panoramic Selama Februari 2023

Bisnis | Senin, 06 Maret 2023 | 13:55 WIB

Terkini

PNM dan Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan Bagi Perempuan Prasejahtera Lewat KPPS

PNM dan Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan Bagi Perempuan Prasejahtera Lewat KPPS

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:55 WIB

Gus Ipul Tekankan Disiplin dan Kode Etik bagi SDM Sekolah Rakyat

Gus Ipul Tekankan Disiplin dan Kode Etik bagi SDM Sekolah Rakyat

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:53 WIB

Ucapan Lawas Raffi Ahmad Puji Listyo Sigit Prabowo: Jago Banget, Emang Jagoan

Ucapan Lawas Raffi Ahmad Puji Listyo Sigit Prabowo: Jago Banget, Emang Jagoan

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:50 WIB

Sinopsis 'One Year to Live, Buy a Man', Film Romcom Shibasaki Ko di Netflix

Sinopsis 'One Year to Live, Buy a Man', Film Romcom Shibasaki Ko di Netflix

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Curiga Ratusan Aktivis hingga Jurnalis Jadi Korban Penyadapan Ilegal

Amnesty Curiga Ratusan Aktivis hingga Jurnalis Jadi Korban Penyadapan Ilegal

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:49 WIB

Wamensos Dorong Pengentasan Kemiskinan Berkelanjutan, KPM Graduasi Tak Kembali Miskin

Wamensos Dorong Pengentasan Kemiskinan Berkelanjutan, KPM Graduasi Tak Kembali Miskin

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:48 WIB

Cara Membuat KK Baru Setelah Menikah dengan Mudah

Cara Membuat KK Baru Setelah Menikah dengan Mudah

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 19:45 WIB

November Rain Guns N' Roses: Kenangan, Cinta, dan Kehilangan

November Rain Guns N' Roses: Kenangan, Cinta, dan Kehilangan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 19:45 WIB

Hilang Kendali, Honda HR-V Tabrak Pembatas Jalan hingga Tercebur ke Sungai

Hilang Kendali, Honda HR-V Tabrak Pembatas Jalan hingga Tercebur ke Sungai

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:43 WIB

Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC

Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 19:43 WIB

×