Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kemnaker Siap Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Usai Dapat Alat Berat dari PT IMIP

Fabiola Febrinastri | Iman Firmansyah | Suara.com

Kamis, 30 Maret 2023 | 20:50 WIB
Kemnaker Siap Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Usai Dapat Alat Berat dari PT IMIP
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah. (Dok: Kemnaker)

Suara.com - Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menerima penyerahan hibah alat berat dari PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) pada Kamis (30/3/2023).

Dalam sambutannya Menaker Ida mengapresiasi penyerahan alat-alat dari PT IMIP, ia menyebut alat-alat berat itu akan diarahkan pada pelatihan SDM, termasuk untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang kompeten, agar dapat meningkatkan kompetensi tenaga kerja yang dibutuhkan.

"Ini sejalan dengan program pemerintah yang sedang mengembangkan BLK di Morowali, untuk memenuhi kebutuhan kompetensi tenaga kerja dimasa akan datang," kata Menaker Ida.

Adapun alat-alat berat yang diserahkan kepada Kemnaker berupa 1 unit Mobile Crane, 1 unit Excavator, 3 unit Dump Truck, 2 unit Wheel Loader, 1 unit Trailer, dan 2 unit Forklift. Nantinya alat-alat berat tersebut akan digunakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Morowali.

Selain itu, Menaker Ida juga mengapresiasi kerja sama Kementerian Ketenagakerjaan dengan Kementerian Perindustrian dan dalam pelatihan sertifikasi kompetensi dan pelaksanaan K3 pada politeknik yang dibina, termasuk diantaranya Politeknik Industri Logam Morowali. 

Menaker mengharapkan kerja sama ini tidak berhenti disini, tetapi terus dikembangkan sampai pada implementasinya melibatkan pemerintah daerah. "Kami sangat menghargai bantuan ini sebagai investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas SDM untuk membangun kompetensi calon tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri smelter dimasa depan,"ujarnya.

Ida Fauziyah mengharapkan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat terus dilanjutkan,  sehingga mampu memberikan manfaat yang besar bagi pembangunan ketengakerjaan dan perekonomian masyarakat di Morowali, Sulawesi Tengah dan juga Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demi Perbaikan Pengelolaan Industri Smelter, Kemnaker Melakukan Sosialisasi di Morowali dan Morowali Utara

Demi Perbaikan Pengelolaan Industri Smelter, Kemnaker Melakukan Sosialisasi di Morowali dan Morowali Utara

Bisnis | Kamis, 30 Maret 2023 | 18:14 WIB

Libur Nasional dan Cuti Bersama Berubah, Menaker Ida: Pembayaran THR Paling Lambat Tetap H-7

Libur Nasional dan Cuti Bersama Berubah, Menaker Ida: Pembayaran THR Paling Lambat Tetap H-7

Bisnis | Rabu, 29 Maret 2023 | 17:18 WIB

Lepas 246 Peserta Magang ke Jepang, Ini Pesan Menaker Ida

Lepas 246 Peserta Magang ke Jepang, Ini Pesan Menaker Ida

Bisnis | Rabu, 29 Maret 2023 | 09:52 WIB

Era Digitalisasi, Pengantar Kerja dan Petugas Kerja Harus Tingkatkan Keterampilan

Era Digitalisasi, Pengantar Kerja dan Petugas Kerja Harus Tingkatkan Keterampilan

Bisnis | Selasa, 28 Maret 2023 | 21:55 WIB

Menaker Ida: THR Tidak Boleh Dicicil, Paling Lambat Diberikan 7 Hari Sebelum Lebaran

Menaker Ida: THR Tidak Boleh Dicicil, Paling Lambat Diberikan 7 Hari Sebelum Lebaran

Bisnis | Selasa, 28 Maret 2023 | 15:27 WIB

Perkuat Budaya K3, Kemnaker Dukung Perlindungan Pekerja di Sektor Migas

Perkuat Budaya K3, Kemnaker Dukung Perlindungan Pekerja di Sektor Migas

Bisnis | Selasa, 28 Maret 2023 | 09:09 WIB

Terkini

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB