Mau Lebaran, Stok Bahan Pangan Aman?

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 04 April 2023 | 11:57 WIB
Mau Lebaran, Stok Bahan Pangan Aman?
‎Pedagang di Pasar Pagi Kota Tegal sedang melayani pembeli bawang merah, Rabu (9/3/2022). [Suara.com/F Firdaus]

Suara.com - Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri yang akan datang datang 15 hari lagi pemerintah memastikan stok ketersedian bahan pangan dalam kondisi yang aman.

Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR, Jakarta yang dikutip Selasa (4/4/2023).

"Neraca pangan sampai akhir Mei 2023 kita lihat baik kondisinya, sehingga dapat dipastikan sampai akhir HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional), stok pangan tercukupi," kata Arief.

Hanya saja, kata Arief, ada beberapa komoditas yang memang harus impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, seperti daging sapi hingga kedelai.

"Namun perlu diperhatikan harus segera diakselerasi pemasukan komoditas yang bergantung dengan pasokan dari luar negeri seperti daging ruminansia (hewan pemamah biak seperti sapi dan kerbau), gula, bawang putih, dan kedelai," lanjutnya.

Arief memaparkan prediksi neraca pangan periode Januari hingga Mei 2023. Untuk beras, stok di awal 2023 sebanyak 4,06 juta ton. Kemudian perkiraan produksi dalam negeri 15,4 juta ton, realisasi impor pada Januari-Februari 492,8 ribu ton dan rencana impor pada Maret-Mei 500 ribu ton.

Dengan begitu, total ketersediaan beras sebanyak 20,5 juta ton. Kemudian dikurang kebutuhan pada Maret-Mei sebanyak 12,8 juta ton sehingga stok akhir Mei 2023 sebanyak 7,7 juta ton.

Kemudian jagung stok awal 2023 sebanyak 3,2 juta ton. Sementara itu, perkiraan produksi dalam negeri 9,2 juta ton, realisasi impor pada Januari-Februari 127,1 ribu ton. Rencana impor pada Maret-Mei sebesar 527,2 ribu ton, realisasi ekspor Januari-Februari 73,1 ribu ton, dan rencana ekspor Maret-Mei 469 ton.

Sehingga total ketersediaan sebanyak 13,07 juta ton. Kemudian dikurang kebutuhan pada Maret-Mei sebanyak 7,2 juta ton sehingga stok akhir Mei 2023 sebanyak 5,7 juta ton.

baca juga

Sementara daging lembu stok awalnya di 2023 sebanyak 56,4 ribu ton. Kemudian perkiraan produksi dalam negeri 205,6 ribu ton, realisasi impor Januari-Februari 41,4 ribu ton, realisasi impor Maret-Mei 89,05 ribu ton.

Dengan begitu, total ketersediaan daging lembu sebanyak 392,5 ribu ton. Kemudian dikurang kebutuhan pada Maret-Mei sebanyak 327,7 ribu ton sehingga stok akhir Mei 2023 sebanyak 64,8 ribu ton.

Untuk daging ayam ras, stok awal di 2023 sebanyak 150,4 ribu ton. Kemudian perkiraan produksi dalam negeri 1,5 juta ton. Sehingga total ketersediaan sebanyak 1,7 juta ton. Kemudian dikurang kebutuhan pada Maret-Mei sebanyak 1,4 juta ton sehingga stok akhir Mei 2023 sebanyak 267,4 ribu ton.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Kekurangan Stok, Indonesia Impor 2.000 Ton Gula dari Thailand

Alasan Kekurangan Stok, Indonesia Impor 2.000 Ton Gula dari Thailand

Bisnis | Senin, 03 April 2023 | 09:45 WIB

Mulai Hari Ini Pemerintah Gelontorkan Beras Bansos ke 21,3 Ribu Keluarga Miskin

Mulai Hari Ini Pemerintah Gelontorkan Beras Bansos ke 21,3 Ribu Keluarga Miskin

Bisnis | Jum'at, 31 Maret 2023 | 10:59 WIB

Soal Impor 2 Juta Ton Beras, Bos Bulog: Perlu atau Tidak?

Soal Impor 2 Juta Ton Beras, Bos Bulog: Perlu atau Tidak?

Bisnis | Selasa, 28 Maret 2023 | 13:21 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×