Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Soal Impor 2 Juta Ton Beras, Bos Bulog: Perlu atau Tidak?

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 28 Maret 2023 | 13:21 WIB
Soal Impor 2 Juta Ton Beras, Bos Bulog: Perlu atau Tidak?
ekerja menurunkan beras impor asal Vietnam milik Perum Bulog di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (16/12/2022). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta].

Suara.com - Badan Pangan Nasional (Bapanas)/National Food Agency (NFA) memberikan tugas kepada Perum Bulog untuk mengimpor 2 juta ton beras sepanjang 2023.

Penugasan ini merupakan kali kedua, setelah BUMN pangan itu mendatangkan 500.000 ton beras dari berbagai negara mitra sejak Desember 2022 - Februari 2023.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi kepada Bulog, impor beras 2 juta ton bertujuan memenuhi kebutuhan cadangan beras pemerintah (CBP) 2023.

"Kami menugaskan Perum Bulog untuk melaksanakan pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) dari luar negeri sebesar 2 juta ton sampai dengan akhir Desember 2023. Pengadaan 500.000 ton pertama dilaksanakan secepatnya," sebutnya dalam surat penugasan tersebut yang dikutip Selasa (28/3/2023).

Bapanas yakin impor beras jilid II ini mampu memenuhi pasokan CBP, selain sebagian lainnya berasal dari serapan besar domestik saat puncak panen raya 2023.

Sementara itu, Direktur Utama Bulog, Budi Waseso mengatakan, siap melaksanakan penugasan yang diberikan pemerintah.

Hanya saja, untuk merealisasikan impor 2 juta ton beras harus didasarkan pada pasokan beras dalam negeri.

"Belum, ini kan baru dapat penugasan dari Bapanas, 2 juta ton, itu kan belum, karena kan kita lihat situasinya dong, perlu atau tidak," ujar Buwas, sapaan akrab Budi Waseso usai rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR.

Buwas menegaskan, penugasan dengan jumlah tersebut tidak serta merta harus direalisasikan seluruhnya.

Kata dia, saat ini Bulog baru menjajaki beberap negara sebagai mitra strategis untuk mendatangkan komoditas dasar itu.

"Impor pun akan dilakukan secara bertahap," lanjutnya.

Pada tahap pertama, BUMN pangan ini harus mendatangkan 500.000 ton beras, akan diperuntuhkan bagi keperluan program bantuan sosial (bansos).

Namun, Buwas mengaku belum mengetahui kapan realisasi impor 500.000 ton dilakukan.

Pasalnya, persiapan semisal rekomendasi teknis (rekomtek) pun belum diajukan.

"Segera itu karena kalau ini kita penyerapannya tidak dapat, itu kan untuk bansos, iya itu. Ya belum tahu, kan bertahap, kan izinnya belum ada semua, belum kita buka harganya juga," ungkap Buwas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bansos Beras 10 Kg Segera Ditebar Pemerintah untuk 21 Juta Masyarakat

Bansos Beras 10 Kg Segera Ditebar Pemerintah untuk 21 Juta Masyarakat

Bisnis | Senin, 27 Maret 2023 | 09:26 WIB

Harga Beras, Cabai dan Minyak Goreng Terpantau Naik di Awal Puasa

Harga Beras, Cabai dan Minyak Goreng Terpantau Naik di Awal Puasa

Bisnis | Jum'at, 24 Maret 2023 | 09:17 WIB

Perum Bulog Pasok 1.000 Ton Beras untuk Transmart

Perum Bulog Pasok 1.000 Ton Beras untuk Transmart

Bisnis | Kamis, 16 Maret 2023 | 11:58 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB