Grab Pangkas Insentif Mitra dan Promo Konsumen Demi Cetak Untung

Selasa, 30 Mei 2023 | 10:37 WIB
Grab Pangkas Insentif Mitra dan Promo Konsumen Demi Cetak Untung
Penurunan kerugian tersebut salah satunya dikarenakan pendapatan Grab yang tumbuh hingga 130 persen dari USD228 juta menjadi USD525 juta (sekitar Rp7,875 triliun) secara yoy.

Suara.com - Grab Holdings Ltd, perusahaan teknologi asal Malaysia yang berkantor pusat di Singapura, berhasil menurunkan angka kerugian di kuartal I tahun 2023 menjadi tinggal USD250 juta atau sekitar Rp3,750 triliun (Rp15.000).

Kerugian tersebut turun 43 persen jika di bandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) yang sebesar USD435 juta atau sekitar Rp6,525 triliun.

Penurunan kerugian tersebut salah satunya dikarenakan pendapatan Grab yang tumbuh hingga 130 persen dari USD228 juta menjadi USD525 juta (sekitar Rp7,875 triliun) secara yoy.

“Kami senang dengan hasil kuartal pertama kami, dengan pertumbuhan pendapatan yang kuat dan peningkatan profitabilitas di semua segmen kami, didukung oleh neraca yang kuat. Kami akan tetap fokus untuk mendorong efisiensi biaya di seluruh organisasi kami dan meningkatkan daya ungkit operasi,” kata Peter Oey, Chief Financial Officer Grab, seperti dikutip dari website perusahaan, Selasa (30/5/2023).

Seperti diketahui, Grab saat ini beroperasi di 8 negara Asia Tenggara. Dua penyumbang pendapatan terbesar grab masih berasal dari pasar Singapura dan Malaysia. Sementara Indonesia jadi penyumbang pendapatan terbesar ketiga.

Adapun pasar Indonesia saat ini masih didominasi oleh Gojek. Selain di Indonesia, Gojek juga beroperasi di 3 negara lainnya di Asia Tenggara, yaitu Singapura, Vietnam, dan Thailand. Adapun per kuartal I-2023 pendapatan Gojek dari 4 negara tersebut adalah sebesar Rp 3,3 triliun, tumbuh sekitar 123 persen (yoy).

Fendi Susiyanto, pengamat pasar modal dan CEO Finvesol Consulting mengatakan, saat ini perusahaan teknologi memang berusaha keras untuk memangkas kerugian dengan menggenjot pendapatannya. Untuk itu, berbagai cara dilakukan agar dapat meningkatkan pendapatan.

Seperti yang dilakukan oleh Grab misalnya. Kenaikan pendapatan tersebut menurut dia dikarenakan Grab berhasil menurunkan sejumlah biaya-biaya. Diantaranya mengurangi insentif pada mitra maupun kepada konsumen. Hal itu dapat dilihat dari insentif untuk mitra yang turun 22 persen dari sebelumnya USD 216 juta menjadi USD169 juta (yoy). Begitu pun dengan insentif kepada konsumen dari sebelumnya USD344 juta menjadi USD 222 juta atau turun 36 persen (yoy).

Fendi menjelaskan, pendapatan yang diperoleh dari perusahaan teknologi atau transportasi online itu adalah setelah dikurangi oleh pendapatan mitra ekosistem. Biasanya di perusahaan teknologi, pendapatan mitra ekosistem dihitung sebagai Gross Merchandise Value (GMV) atau Gross Transaction Value (GTV).

Baca Juga: Dorong Minat Masyarakat, Pemerintah Berikan Insentif untuk Kendaraan Listrik

“Bila menghitung pendapatan sebagai persentase dari GMV, dapat diketahui bahwa persentase pendapatan dari GMV naik jadi 11 persen dari sebelumnya 5 persen. Kenaikan persentase ini dapat diduga karena adanya kenaikan margin perusahaan atau biasanya yang disebut take rate serta penurunan insentif. Dan dalam laporan keuangan Grab di kuartal I-2023 menyebutkan pihaknya menurunkan insentif untuk mitra hingga 22 persen dan konsumen hingga 36 persen yoy,” jelas Fendi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI