Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.820

Kelompok Industri Jenang Barokah: Emak-emak Berdaya Jaga Kualitas UMKM dengan Metode Lawas

M Nurhadi

Selasa, 20 Juni 2023 | 13:12 WIB
Kelompok Industri Jenang Barokah: Emak-emak Berdaya Jaga Kualitas UMKM dengan Metode Lawas
Suswaningsih dan salah satu anggota Kelompok Industri Rumah Tangga Jenang Barokah dalam Bazaar UMKM BRILian, Jumat (16/6/2023)[Suara.com/Hadi]

Suara.com - Produk kuliner khas Gunungkidul memiliki keberagaman yang sangat menarik. Mulai dari gatot, rempeyek, thiwul, dan masih banyak lagi lainnya. Namun, ada pula kuliner khas yang tidak kalah nikmat dari lainnya yakni jenang dari dari Padukuhan Saban, Desa Karangwuni, Kecamatan Rongkop, Gunungkidul.

Memulai usaha sejak tahun 2011, Suswaningsih, sosok yang menjadi salah satu tokoh kunci UMKM jenang ketan Karangwuni menuturkan, bahan yang digunakan untuk membuat jenang ketan cukup sederhana, yaitu beras ketan, beras padi, kelapa, dan gula Jawa.

"Awalnya, kami ibu-ibu rumah tangga satu lingkungan itu punya keinginan untuk mengelola hasil pertanian," kata Suswaningsih saat diwawancara Suara.com ketika hadir sebagai salah satu UMKM di Bazaar UMKM BRI di Kantor BRI Cik di Tiro pada Jumat (16/6/2023).

Langkah tersebut, kata dia, adalah buah dari keinginan para ibu rumah tangga di kampung setempat yang ingin lebih berdaya dan mendapatkan penghasilan secara mandiri.

Pasalnya, mayoritas ibu-ibu di lingkungan kampung Saban adalah petani dengan penghasilan yang tidak stabil.

"Dengan motivasi agar perempuan di kampung kami bisa mendapatkan pendapatan sendiri, kami memutuskan untuk membuat usaha secara berkelompok," kata dia.

Suswaningsih dan salah satu anggota Kelompok Industri Rumah Tangga Jenang Barokah saat hadir di Bazaar UMKM BRILian, Jumat (16/6/2023)[Suara.com/Hadi]
Suswaningsih dan salah satu anggota Kelompok Industri Rumah Tangga Jenang Barokah saat hadir di Bazaar UMKM BRILian, Jumat (16/6/2023)[Suara.com/Hadi]

Jauh sebelum menjadi UMKM yang merambah berbagai daerah seperti sekarang, awalnya jenang ketan Barokah hanya dipasarkan melalui pasar-pasar tradisional di Gunungkidul. Jenang ketan jadi pilihan mereka karena dianggap sebagai salah satu kuliner khas dari dusun tersebut yang sangat disukai oleh masyarakat, baik lokal maupun dari luar daerah Gunungkidul. 

"Kelompok kami memiliki 20 anggota yang bertugas mulai dari membuat jenang hingga pemasaran," ungkap Suswaningsih.

Pada tahun , Kelompok Industri Rumah Tangga Jenang Barokah mendapatkan mitra usaha yang menyediakan bahan baku jenang hingga mendukung pemasaran produk ke luar wilayah Gunungkidul.

baca juga

"Sampai pada tahun 2020, kami memutuskan untuk berhenti bermitra dengan pengusaha tersebut. Saat itu, kami belum lama dapat dukungan pengembangan usaha dan modal dari BRI," kata Suswaningsih.

Dukungan dari BRI tersebut, Suswaningsih mengaku, kelompok usahanya sangat terbantu. Terutama untuk modal pengembangan usaha melalui KUR BRI.

Digempur COVID-19

Kelompok usaha yang baru mulai menggeliat bersama dengan dukungan BRI itu terpaksa harus ditutup karena hantaman wabah Virus Corona yang pertama kali ditemukan di indonesia pada Maret 2020 silam.

"Saat itu, COVID-19 membuat kami tutup total. Tidak ada aktivitas produksi dan pemasaran. Itu masa yang sangat sulit, selain saat kami pertama kali memulai usaha bersama. Karena, saat itu, saya akui, membangun kepercayaan konsumen sangat sulit," ujar Suswaningsih.

Meski demikian, Suswaningsih mengatakan, Kelompok Industri Rumah Tangga Jenang Barokah bisa kembali bangkit dan kini bisa berkembang lebih besar dari sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dorong Perlindungan UMKM, Komite II Undang Kementerian/Lembaga Kunker Pengawasan UU Desain Industri

Dorong Perlindungan UMKM, Komite II Undang Kementerian/Lembaga Kunker Pengawasan UU Desain Industri

Jakarta | Selasa, 20 Juni 2023 | 11:34 WIB

KST Jabar Borong Dagangan UMKM Sekaligus Bantu Perekonomian Keluarga Sopir

KST Jabar Borong Dagangan UMKM Sekaligus Bantu Perekonomian Keluarga Sopir

Bisnis | Selasa, 20 Juni 2023 | 10:38 WIB

Kolaborasi BUMN Majukan UMKM, Pupuk Kaltim Hadirkan Produk Wastra di PaDi UMKM Expo 2023

Kolaborasi BUMN Majukan UMKM, Pupuk Kaltim Hadirkan Produk Wastra di PaDi UMKM Expo 2023

Bisnis | Selasa, 20 Juni 2023 | 07:25 WIB

Fekon Universitas Garut Kerjasama dengan UMKM Berbasis ESG

Fekon Universitas Garut Kerjasama dengan UMKM Berbasis ESG

Garut | Senin, 19 Juni 2023 | 18:06 WIB

Omzet Meroket, UMKM Sleman Semakin Mudah Jangkau Konsumen Melalui Ritel Modern

Omzet Meroket, UMKM Sleman Semakin Mudah Jangkau Konsumen Melalui Ritel Modern

Jogja | Senin, 19 Juni 2023 | 16:42 WIB

Hadir di KIE 2023, Pertamina Wadahi UMKM Binaan Perluas Pasar Dalam Negeri

Hadir di KIE 2023, Pertamina Wadahi UMKM Binaan Perluas Pasar Dalam Negeri

News | Senin, 19 Juni 2023 | 16:25 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Wisata, Ini Cara Kang Edai Menggerakan Kemiren

Bukan Sekadar Wisata, Ini Cara Kang Edai Menggerakan Kemiren

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:07 WIB

Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, BMKG Ungkap Penyebabnya

Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, BMKG Ungkap Penyebabnya

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:02 WIB

Birokrasi di Era Digital: Saat Keruwetan Administrasi Pindah ke Layar

Birokrasi di Era Digital: Saat Keruwetan Administrasi Pindah ke Layar

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:00 WIB

GEMPAR di Pasar Ngino, Yuk Nonton Jathilan Sambil Nglarisi Pedagang!

GEMPAR di Pasar Ngino, Yuk Nonton Jathilan Sambil Nglarisi Pedagang!

Jogja | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat

Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:36 WIB

The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?

The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:30 WIB

NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT

NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:23 WIB

Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT

Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:16 WIB

Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan

Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya

Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:00 WIB

×