Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Sekjen DPP KSPSI Bahas Perkembangan SDM Era Industri 4.0 saat Pidato di G20 Labour Engagement Summit 2023

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 23 Juni 2023 | 18:02 WIB
Sekjen DPP KSPSI Bahas Perkembangan SDM Era Industri 4.0 saat Pidato di G20 Labour Engagement Summit 2023
G20 Labour Engagement Summit 2023.

Suara.com - Pertemuan G20 Labour Engagement Summit 2023 di Gyan Bhavan, Ashoka Convention Center. Pembukaan pidato ini diwakilkan oleh 3 negara, yaitu India, Indonesia dan Brazil. Pertemuan ini dihadiri oleh 20 anggota negara G20, 9 negara peninjau, dan dihadiri dari 180 delegasi.

Hermanto Ahmad sebagai Sekretaris Jenderal DPP KSPSI dipilih untuk menjadi perwakilan Indonesia dalam membawakan pidato pada G20 Labour Engagement Summit 2023.

Sambutan ini terasa lebih istimewa karena hanya 3 negara yang diberikan kesempatan dalam memberikan sambutan pembukaan di G20 Labour Engagement Summit 2023.

Dalam pidatonya Hermanto Ahmad sebagai Sekretaris Jenderal DPP KSPSI pimpinan Andi Gani Nena Wea akan membahas mengenai aspek-aspek yang dapat mempengaruhi perkembangan sumber daya manusia memasuki era industri 4.0.

Pada pidato ini dibahas juga mengenai beberapa point untuk menangani hal-hal yang sudah terjadi pada sumber daya manusia di Indonesia saat pandemi kemarin dan dalam era industri 4.0, dan juga dalam pidato ini disampaikan bahwa pemerintah setiap negara harus meningkatkan kepeduliannya karena hal ini sangat dibutuhkan khususnya dari anggota G20.

Point penting yang dibahas adalah perlu didorong tumbuhnya iklim dialog sosial yang lebih berkualitas antara pemangku kepentingan secara tripartit didasari oleh sikap saling percaya.

Peningkatan kualitas dialog sosial ini menjadi sangat penting mengurangi hambatan hubungan industrial yang ada, terlebih terhadap penyiapan sumber daya manusia yang mampu merespons perubahan, yang memberikan dampak positif bukan saja bagi pekerja tetapi juga pengusaha dan pemerintah.

Penyesuaian terhadap ketersediaan lapangan kerja dapat dilakukan dengan cara reskilling, upskilling dan seterusnya, sehingga kesenjangan antara pekerja dan lapangan kerja yang tersedia dapat diminimalisir.

Kalau ini tidak dilakukan dapat berdampak menambah angka pengangguran terhadap pekerja yang kurang adaftif. Pengertian peningkatan dialog sosial dimaksud meliputi semua aspek hubungan industrial, baik ekonomi sosial maupun hubungan industrial yang berkeadilan.

Selain itu menurut Hermanto Ahmad yang juga Doktor Hukum, point penting lainnya yang dibahas mengenai peningkatan kuantitas dan kualitas proteksi sosial bagi para pekerja.

Pandemi Covid-19 silam telah mengajarkan kepada kita, bahwa proteksi sosial terhadap pekerja yang dirancang untuk beberapa tahun kedepan ternyata ketika terjadi perubahan yang mendadak tidak sanggup untuk mengatasinya. Beruntung negara dapat membantu dengan cara memberikan bantuan sosial diluar dari proteksi sosial yang tersedia.

Proteksi ini perlu, menjamin terlindunginya pekerja ketika mengalami PHK secara tiba- tiba. Kita perlu secara bersama- sama mendesak pemerintah khususnya negara berkembang membangun saling pengertian agar ketika pensiun, para pensuinan tersebut dapat menikmati masa tua yang penuh kebagiaan.

Selain itu perlindungan sosial ini sesungguhnya masih belum cukup untuk memberikan kenyamanan pekerja ketika memasuki usia pensiun, setelah masa pensiun pekerja masih harus berusaha untuk menuhi kebutuhan hidupnya.

“Hal diatas yang kami sampaikan, secara garis besar bukan berarti hal lain diluar ketiga hal tersebut tidak mendapatkan perhatian. Kami berharap dukungan teman-teman delegasi agar secara bersama-sama kita mendesak pemerintah G20 memberikan perhatian terhadap Peningkatan Kualitas Dialog Sosial, Peningkatan Proteksi Sosial bagi pekerja baik semasa maupun sesudah bekerja karena pensiun ataupun ter-PHK serta peningkatan proteksi sosial bagi pekerja Migran.” ucap Hermanto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai PENAS di Padang KPK Panggil Mentan Syahrul Yasin Limpo, Eh Malah 'Kabur' ke India

Usai PENAS di Padang KPK Panggil Mentan Syahrul Yasin Limpo, Eh Malah 'Kabur' ke India

| Jum'at, 16 Juni 2023 | 12:51 WIB

Mangkir dari Pemeriksaan KPK, Syahrul Yasin Limpo Absen karena Sedang di India

Mangkir dari Pemeriksaan KPK, Syahrul Yasin Limpo Absen karena Sedang di India

| Jum'at, 16 Juni 2023 | 11:37 WIB

Indonesia Dorong Reformasi WTO

Indonesia Dorong Reformasi WTO

| Senin, 29 Mei 2023 | 17:39 WIB

Terkini

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB