Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Perkiraan Nominal Rampasan Belanda dari Indonesia, Capai Ratusan Miliar?

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 09 Juli 2023 | 14:40 WIB
Perkiraan Nominal Rampasan Belanda dari Indonesia, Capai Ratusan Miliar?
(Suarajogja.id / Putu Ayu Palupi)

Suara.com - Masa penjajahan negara Indonesia oleh Belanda memang sudah berlalu sejak lama. Tapi ternyata cukup banyak ‘rampasan’ Belanda yang masih ada di negara tersebut, dan kabarnya akan segera dikembalikan. Perkiraan nominal rampasan Belanda dari Indonesia ini bisa Anda cermati di sini.

Pengembalian ini sendiri disampaikan oleh pihak pemerintah Belanda, setelah pertimbangan dan saran dari Komite Koleksi Kolonial maka akan dikembalikan benda-benda yang seharusnya tidak pernah ada di Belanda.

Apa Saja Harta Karun dan Rampasan yang Dikembalikan?

Jika mengacu pada berbagai sumber yang menyampaikan detail harta karun dan rampasan yang akan dikembalikan, maka daftarnya adalah sebagai berikut:

  • 335 harta karun Lombok
  • 4 patung dari Singasari
  • 1 keris dari Klungkung, Bali
  • 132 benda koleksi Pita Maha

Dituliskan dalam situs pemerintah Belanda, bahwa selama masa kolonial benda-benda ini berakhir di Belanda secara tidak adil, dapat melalui proses perampokan atau proses pemaksaan yang tidak sesuai dengan prinsip keadilan dan kemerdekaan.

Sebenarnya masih ada detail lagi yang belum masuk dalam daftar tersebut, karena pengajuan repatriasi awal berjumlah delapan item. Empat item lain yang juga diajukan untuk dikembalikan ke Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Tali kekang milik Pangeran Diponegoro
  • Al-Qur’an milik Teuku Umar
  • Koleksi fosil Homo erectus temuan Eugene Dubois
  • Mahkota atau emblem Kerajaan Luwu

Kabar mengenai empat item yang terakhir disebutkan di atas memang belum dikemukakan kembali. Namun tentu besar harapan Indonesia untuk mendapatkan pengembalian dari barang-barang tersebut, karena sejatinya barang tersebut adalah milik negara dan berkaitan erat dengan sejarah Indonesia.

Lalu Berapa Nilainya?

Jika berbicara tentang nilai atau nominal rupiahnya, mungkin tidak akan bisa ditakar. Pasalnya, selain nilai barang-barang dan artefak tersebut secara kebendaan, rampasan ini juga memiliki nilai sejarah yang luar biasa besar bagi bangsa dan negara.

Ambil contoh saja mengenai harta karun Lombok, yang terdiri dari emas dan perak yang jumlahnya hingga ratusan barang. Dari sisi kebendaan, nilai materinya tentu sangat besar, belum lagi dari segi sejarahnya.

Ada pula beberapa karya seni bersejarah yang juga termasuk dalam item-item yang akan dikembalikan. Butuh penaksiran ahli sejarah untuk mengetahui dengan detail estimasi nilai dari rampasan yang akan dikembalikan ini. Namun, perkiraan sementara, dengan jumlah tersebut diperkirakan memiliki nominal hingga puluhan bahkan ratusan miliar.

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Terkini Kondisi Edwin van der Sar Usai Alami Pendarahan Otak, Masih Memprihatinkan

Update Terkini Kondisi Edwin van der Sar Usai Alami Pendarahan Otak, Masih Memprihatinkan

Bola | Minggu, 09 Juli 2023 | 11:56 WIB

Sering Pamer Harta, Kini Denise Chariesta Ngemis Open Donasi: Ibu Ayu Dewi Wajib Sedekah

Sering Pamer Harta, Kini Denise Chariesta Ngemis Open Donasi: Ibu Ayu Dewi Wajib Sedekah

| Minggu, 09 Juli 2023 | 10:06 WIB

Profil Mark Rutte, PM Belanda Pernah Minta Maaf Ke Indonesia Kini Mundur

Profil Mark Rutte, PM Belanda Pernah Minta Maaf Ke Indonesia Kini Mundur

News | Sabtu, 08 Juli 2023 | 20:56 WIB

Alami Pendarahan Otak, Edwin van der Sar dirawat Intensif di Rumah Sakit

Alami Pendarahan Otak, Edwin van der Sar dirawat Intensif di Rumah Sakit

| Sabtu, 08 Juli 2023 | 20:01 WIB

STY Kesulitan Cari Striker, Pemain Keturunan Haus Gol Ini Bisa Jadi Pilihan

STY Kesulitan Cari Striker, Pemain Keturunan Haus Gol Ini Bisa Jadi Pilihan

Your Say | Sabtu, 08 Juli 2023 | 19:45 WIB

Legenda Belanda Edwin van der Sar Alami Pendarahan Otak, Kondisinya Masih Memprihatinkan

Legenda Belanda Edwin van der Sar Alami Pendarahan Otak, Kondisinya Masih Memprihatinkan

| Sabtu, 08 Juli 2023 | 18:55 WIB

Terkini

Sinyal Akhir Perang? Iran Beri 'Lampu Hijau' di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Sinyal Akhir Perang? Iran Beri 'Lampu Hijau' di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:32 WIB

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 21:19 WIB

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:33 WIB

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:01 WIB

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:55 WIB