Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Sekjen PBB Peringatkan Pembangunan Berkelanjutan Terancam Gagal

M Nurhadi

Selasa, 18 Juli 2023 | 07:46 WIB
Sekjen PBB Peringatkan Pembangunan Berkelanjutan Terancam Gagal
Arsip - Sekjen PBB Antonio Guterres memberi keterangan pers setelah rapat Dewan Keamanan PBB untuk membahas krisis Ukraina-Rusia, di New York City, Amerika Serikat (23/2/2022). [ANTARA/Reuters/Carlo Allegri/foc]

Suara.com - Sekjen PBB, Antonio Guterres pada Senin (17/7/2023) lalu mengeluarkan peringatan tentang risiko pembangunan berkelanjutan saat ini dan mendesak semua pemerintah untuk mengambil tindakan lebih intensif sebagai respons terhadap kondisi tersebut.

Dalam pidatonya pada pembukaan segmen menteri dari Forum Politik Tingkat Tinggi tentang Pembangunan Berkelanjutan (HLPF) di markas besar PBB di New York, Sekjen PBB menyatakan bahwa kemajuan dalam mencapai Agenda 2030 saat ini dalam bahaya.

Setelah setengah jalan menuju tenggat waktu 2030, dunia sepenuhnya keluar jalur. Laporan Kemajuan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Edisi Khusus menggambarkan gambaran yang jelas tentang kondisi tersebut.

Sekjen PBB menyoroti bahwa kemajuan dalam mencapai sepenuhnya setengah dari semua target SDGs masih lemah dan tidak memadai.

Hampir sepertiga target mengalami kemacetan atau kemunduran. Emisi gas rumah kaca terus meningkat, ketidaksetaraan masih berlanjut, dan tingkat kelaparan kembali mencapai level tahun 2005. Bahkan, kesetaraan gender masih memerlukan waktu 300 tahun lagi. Selain itu, kemiskinan ekstrem diperkirakan masih akan menimpa hampir 600 juta orang pada tahun 2030.

Guterres juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kurangnya ambisi, urgensi, dan solidaritas, serta masalah keuangan yang banyak negara hadapi.

Banyak negara menghadapi jurang keuangan untuk mencapai SDGs, dan kesenjangan pendanaan tahunan semakin meningkat dari 2,5 triliun dolar AS sebelum pandemi menjadi sekitar 4,2 triliun dolar AS.

Sekjen PBB mencatat bahwa janji bantuan pembangunan resmi dan pendanaan iklim belum sepenuhnya ditepati. Banyak pemerintah tenggelam dalam utang, dan negara-negara berkembang menghadapi biaya pinjaman yang sangat tinggi. Bahkan, 52 negara berada dalam risiko gagal bayar tanpa sistem keringanan utang yang efektif.

Guterres mengajak masyarakat internasional untuk segera mengambil tindakan terkoordinasi guna mencapai SDGs sesuai jalurnya, termasuk dalam KTT Sistem Pangan dan KTT Ambisi Iklim.

baca juga

Dia meminta setiap pemerintah untuk datang dengan rencana dan janji yang jelas untuk memperkuat tindakan di negara mereka hingga tahun 2030, terutama dalam mengurangi kemiskinan dan ketidaksetaraan pada tahun 2027 dan 2030.

Pada KTT SDGs yang dijadwalkan pada September, Guterres menyatakan bahwa dunia perlu memberikan energi baru kepada masyarakat sipil, bisnis, dan pihak lain untuk mendukung tujuan SDGs. KTT tersebut juga harus menghasilkan deklarasi politik yang kuat dan memperbaharui janji SDGs, membuka jalan bagi kemajuan lebih cepat dalam transisi kunci SDGs.

Sekjen PBB juga menyoroti kegagalan sistem keuangan internasional saat ini dan menyerukan perubahan dalam arsitektur keuangan global agar berfungsi sebagai jaring pengaman global untuk semua negara dan memberikan akses ke pembiayaan jangka panjang yang terjangkau.

Ia telah mendorong momen Bretton Woods yang baru dan menyajikan Ringkasan Kebijakan untuk merancang ulang arsitektur keuangan global agar lebih responsif terhadap kebutuhan negara-negara dalam menghadapi guncangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PBB Klaim Prabowo Setuju Yusril Jadi Cawapresnya, Tapi Kurang Partai Pendukung

PBB Klaim Prabowo Setuju Yusril Jadi Cawapresnya, Tapi Kurang Partai Pendukung

Kotak Suara | Selasa, 18 Juli 2023 | 06:35 WIB

Bakal Dukung Prabowo Nyapres, PBB Ngotot Majukan Yusril Ihza Mahendra jadi Cawapres

Bakal Dukung Prabowo Nyapres, PBB Ngotot Majukan Yusril Ihza Mahendra jadi Cawapres

Kotak Suara | Senin, 17 Juli 2023 | 23:11 WIB

PBB Bakal Deklarasi Resmi Dukung Prabowo sebagai Capres 30 Juli Mendatang

PBB Bakal Deklarasi Resmi Dukung Prabowo sebagai Capres 30 Juli Mendatang

Kotak Suara | Senin, 17 Juli 2023 | 22:37 WIB

Wa Haji Umuh Pulih, Luis Milla Tinggalkan Persib Bandung, Pelukan Terakhir Keduanya Jadi Sorotan

Wa Haji Umuh Pulih, Luis Milla Tinggalkan Persib Bandung, Pelukan Terakhir Keduanya Jadi Sorotan

Bandung | Minggu, 16 Juli 2023 | 19:30 WIB

Panji Gumilang Lawan Balik! Berani Gugat MUI Rp 1 Triliun hingga Ancam Ngadu ke PBB

Panji Gumilang Lawan Balik! Berani Gugat MUI Rp 1 Triliun hingga Ancam Ngadu ke PBB

News | Rabu, 12 Juli 2023 | 18:31 WIB

GWS PT PBB! Suporter Militan, VPC Bakal Absen di Laga Persib Bandung vs Dewa United

GWS PT PBB! Suporter Militan, VPC Bakal Absen di Laga Persib Bandung vs Dewa United

Tasikmalaya | Selasa, 11 Juli 2023 | 10:20 WIB

Terkini

BTN Pertimbangkan Lakukan Buyback Saham, Berapa Nilainya?

BTN Pertimbangkan Lakukan Buyback Saham, Berapa Nilainya?

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:08 WIB

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Rp2.673.000/Gram Hari Ini

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Rp2.673.000/Gram Hari Ini

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:01 WIB

Jepang dan Jerman Kekurangan Pekerja, Pemerintah Siapkan Talenta RI

Jepang dan Jerman Kekurangan Pekerja, Pemerintah Siapkan Talenta RI

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:54 WIB

Nilai Tukar Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Nilai Tukar Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:48 WIB

Jalur Selat Hormuz Mulai Normal, Harga Minyak Dunia Semakin Murah Jadi USD 76,71

Jalur Selat Hormuz Mulai Normal, Harga Minyak Dunia Semakin Murah Jadi USD 76,71

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:41 WIB

Selat Hormuz Dibuka, Tarif Sewa Kapal Tanker Meroket Nyaris Dua Kali Lipat!

Selat Hormuz Dibuka, Tarif Sewa Kapal Tanker Meroket Nyaris Dua Kali Lipat!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:25 WIB

IHSG Langsung Terbang Saat ke Level 6.128 pada Rabu Pagi, Setelah Laporan MSCI

IHSG Langsung Terbang Saat ke Level 6.128 pada Rabu Pagi, Setelah Laporan MSCI

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:17 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Pelaku Logistik Minta Tetap Waspadai Gangguan Rantai Pasok Global

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Pelaku Logistik Minta Tetap Waspadai Gangguan Rantai Pasok Global

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:05 WIB

Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang

Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 08:51 WIB

MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG

MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:57 WIB