Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Upaya Erick Thohir Terapkan Aturan Soal Suporter Rusuh Dapat Dukungan

Iwan Supriyatna | Suara.com

Kamis, 20 Juli 2023 | 14:59 WIB
Upaya Erick Thohir Terapkan Aturan Soal Suporter Rusuh Dapat Dukungan
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir (pssi.org)

Suara.com - CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi mendukung rencana Ketua Umum PSSI Erick Thohir menerapkan aturan pengurangan poin terhadap klub yang suporternya membuat kerusuhan.

Yoyok menilai peraturan larangan suporter menyaksikan laga tandang Liga 1 2023/2024 saja sudah cukup keras, namun ketika suporter masih nekat berbuat nakal dan malah membuat kerusuhan di stadion perlu diberikan sanksi yang membuat jera.

Menurutnya, PSSI harus mensosialisasikan dan memberikan edukasi secara masif kepada para suporter untuk bersama-sama melakukan transformasi sepak bola nasional menjadi lebih baik.

“Kalau menurut saya sih memang sanksi itu kalau memang mau diterapkan, ya harus diterapkan dengan konsekuensi, tapi sebelum diterapkan itu harus disosialisasikan aturannya. Sekarang itu belum diterapkan kan, karena memang belum ada aturannya,” kata Yoyo kepada wartawan, Kamis (20/7/2023).

Yoyo yang juga Anggota Komisi X DPR RI itu tidak permasalahkan rencana PSSI menerapkan aturan tersebut, baik diterapkan di musim ini 2023-2024 ataupun di musim depan 2024-2025 asalkan liga tetap berjalan dan penonton dibolehkan datang menonton tim kebanggaan mereka bermain.

“Kalau memang mau diterapkan tahun depan ya silakan saja, kalau kita sih dari klub tidak ada masalah, sama aja yang penting jadwal itu tetap, pertandingan juga bisa dihadiri penonton, aturan-aturan itu kita menyesuaikan terserah pemerintah (PSSI),” jelasnya.

Dikatakan Yoyok, Indonesia yang masih dalam pantauan FIFA pasca tragedi Kanjuruhan, aturan larangan suporter tim tamu datang menonton langsung sudah tepat demi meminimalisir terjadinya kericuhan antar suporter, meski sudah diberikan larangan tapi fakta di lapangan suporter tamu masih tetap datang sehingga timbul gesekan antar suporter.

Untuk itu, jika PSSI menginginkan sepak bola Indonesia aman dan nyaman 100 persen, maka harus membuat aturan yang sangat ekstrim.

“Sebenarnya adanya kerusuhan atau tidak itukan dilihat dari faktor resikonya, memang dengan hadirnya suporter tamu itu resikonya jadi tambah, tapi kan tidak melulu. Jadi memang tergantung kita kita mau bicara apa nih supaya aman 100 persen, ya memang cara-caranya harus ekstrem begitu,” ucapnya.

“Tapi kalau kita bicara keamanan ya benar tadi itu memang begitu. Kalau tadi pertanyaannya benarkah itu penonton tamu tidak boleh datang akan mengurangi kerusuhan? Kalau kita bicara dari keamanan, kan pasti aman jawabannya begitu,” tambahnya.

Untuk itu, Yoyok menyarankan agar PSSI, klub, suporter, PT LIB hingga pihak Kepolisian terlibat aktif dalam agenda besar Erick Thohir untuk mentransformasi sepak bola Indonesia.

Pasalnya, jika unsur-unsur ini tidak bersatu maka sepak bola Indonesia akan tetap jalan ditempat, tidak ada perbaikan khusus nya dari sisi kedewasaan para suporter bahwa kalah menang dalam sebuah pertandingan merupakan hal biasa, namun sepak bola seharusnya menjadi salah satu alat persatuan bukan sebaliknya menciptakan permusuhan.

“Jadi kalau memang transformasi sepak bola ini tidak mudah, memang butuh semua pihak terlibat, jadi klub terlibat, suporter terlibat, pemerintah terlibat, kepolisian terlibat, LIB terlibat itu semua menjadi satu kesatuan baru nanti bisa berjalan semuanya dengan baik,” sarannya.

Yayok pun meminta agar PSSI selaku penanggung jawab utama harus tegas dan konsisten dengan aturan yang sudah dikeluarkan. Misalnya hukuman pengurangan poin bagi klub harus konsisten dijalankan dan sosialisasi kan kepada klub dan para fansnya jika membuat kerusuhan.

“Sekarang ini misalkan kita mau bikin aturan suporter tamu tidak boleh datang ya harus jelas dulu, kalau sudah bikin aturan begitu tapi kalau ternyata masih datang sanksinya apa, kan harus begitu. Nah kalau semua itu tidak diatur dengan benar itu akan menimbulkan multitafsir di lapangan,” ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Soal Politik, Ini Isi Pembicaraan Pertemuan Jokowi dengan Prabowo dan Erick Thohir

Bukan Soal Politik, Ini Isi Pembicaraan Pertemuan Jokowi dengan Prabowo dan Erick Thohir

Bisnis | Kamis, 20 Juli 2023 | 13:33 WIB

Jokowi Mau Pindahkan PT Pindad dan PT DI ke Subang, Jawa Barat

Jokowi Mau Pindahkan PT Pindad dan PT DI ke Subang, Jawa Barat

Bisnis | Kamis, 20 Juli 2023 | 10:46 WIB

FIFA Turun Tangan, Erick Thohir Kasih Ancaman Serius ke Wasit Indonesia

FIFA Turun Tangan, Erick Thohir Kasih Ancaman Serius ke Wasit Indonesia

Bola | Kamis, 20 Juli 2023 | 09:36 WIB

Terkini

Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 22:44 WIB

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 21:45 WIB

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:16 WIB

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:05 WIB

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:00 WIB

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:34 WIB

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:22 WIB

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:47 WIB

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:12 WIB

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:00 WIB