Pemberdayaan Petani Kedelai Jadi Upaya Harita Nickel Tepis Tudingan Kasus Kerusakan Lingkungan Pulau Obi

Iwan Supriyatna

Kamis, 10 Agustus 2023 | 06:40 WIB
Pemberdayaan Petani Kedelai Jadi Upaya Harita Nickel Tepis Tudingan Kasus Kerusakan Lingkungan Pulau Obi
PT Trimegah Bangun Persada Tbk atau Harita Nickel menggencarkan program pemberdayaan petani kedelai.

Suara.com - PT Trimegah Bangun Persada Tbk atau Harita Nickel menggencarkan program pemberdayaan petani kedelai di lokasi operasional perusahaan di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Program pemberdayaan tersebut dijalankan melalui Program Pertanian Intensif Unggulan Nusantara (Taninusa) dengan menggandeng Kodim 1509/Labuha dan Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Selatan.

Program tersebut dijalankan dalam rangka untuk menunjukkan komitmen perusahaan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat serta menjawab sejumlah tudingan bahwa Harita Nickel terlibat dalam sejumlah kasus kerusakan lingkungan Pulau Obi.

Head of Community Affairs Harita Nickel Latif Supriadi mengatakan, meski masih merupakan demonstration plot (demplot) atau proyek percontohan, hasil panen perdana kedelai program Taninusa ini berhasil melampaui rata-rata produksi kedelai nasional sebesar 16,70 kuintal/hektar atau 1,67 ton/hektar.

"Kebutuhan kedelai kami di lokasi penambangan Pulau Obi mencapai 24 ton per bulan. Petani tidak perlu khawatir karena berapa pun jumlah panennya akan kami beli,” ujar Latif dalam penjelasannya, Selasa (8/8/2023).

Lebih lanjut Latif mengatakan, tanaman kedelai dipilih mengingat Kabupaten Halmahera Selatan masih mengandalkan pasokan kedelai dari luar daerah. Bahkan tidak ada data rata-rata produktivitas jagung dan kedelai Provinsi Maluku Utara yang tercatat di BPS.

Kebutuhan inilah yang dijawab melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Harita Nickel yang mengintegrasikan konsep pertanian terpadu. Perusahaan melakukan pendampingan kepada kelompok binaan dari hulu ke hilir.

Hasil panen kedelai ini selanjutnya akan dibeli oleh UKM binaan Perusahaan sebagai bahan baku pembuatan tempe dan tahu untuk disuplai ke kantin karyawan Harita Nickel.

Pada panen perdana, petani binaan Harita Nickel berhasil memanen kedelai dengan kapasitas mencapai 2,9 ton per hektar untuk kering panen atau 2,5 ton berat bersih. Angka ini melampaui produktivitas kedelai lokal yang rata-rata 1,5 ton per hektar.

baca juga

Sementara itu, Komisaris Utama Harita Nickel Donald J Hermanus menambahkan bahwa Harita Nickel peduli dan turut berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat di Pulau Obi.

"Hasil panen yang melimpah ini merupakan harapan baru untuk menggerakkan sektor pertanian di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara," kata Donald.

Sementara itu, Dandim 1509/Labuha Letkol Kav Romy Sitompul mengatakan program Taninusa merupakan hasil kolaborasi antara Kodim dengan perusahaan dan pemerintah daerah. Dengan kerja sama ini, lahan ketahanan pangan milik pemerintah daerah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

"Program Taninusa merupakan wujud keseriusan kami bersama pemerintah daerah dan perusahaan untuk melaksanakan gerakan ketahanan pangan di Kabupaten Halmahera Selatan," ungkapnya.

Wakil Bupati Hasan Ali Basam Kasuba mengatakan hasil panen kedelai yang melimpah menambah semangat para petani. Dia berharap program bisa berlanjut dan dikembangkan tidak hanya kedelai tapi juga komoditas lainnya.

Terkait lahan, tegasnya, Pemkab memiliki lahan tidur yang jumlahnya cukup luas dan bisa dimanfaatkan. Pihaknya juga berharap, dengan lewat digerakkannya sektor pertanian dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru.

"Atas nama pemerintah daerah, kami sampaikan apresiasi kepada Kodim dan Harita Nickel sebagai inisiator kolaborasi ini, yang telah menghadirkan produk pertanian dan hasilnya bisa diberdayakan untuk masyarakat," ungkapnya.

Pemberdayaan petani dengan memaksimalkan produksi kedelai ini juga dilakukan dalam rangka untuk menunjukkan bahwa Harita Nickel juga berkomitmen terhadap kelestarian lingkungan di Pulau Obi.

Sebagaimana diketahui, belakangan ini terdapat banyak tudingan yang ditujukan kepada Harita Nickel terkait kerusakan lingkungan di Pulau Obi. Selain itu, Harita Nickel yang juga menjadi bagian dari Harita Group dituding terlibat dalam sejumlah kasus lingkungan di pulau tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bau Tak Sedap di Balik IPO Harita Group: Isu Cemari Lingkungan Hingga Kabar Caplok Lahan Warga Pulau Obi

Bau Tak Sedap di Balik IPO Harita Group: Isu Cemari Lingkungan Hingga Kabar Caplok Lahan Warga Pulau Obi

News | Kamis, 13 April 2023 | 01:11 WIB

Ekonom: Masa Depan Ekonomi Indonesia Ada di Maluku Utara

Ekonom: Masa Depan Ekonomi Indonesia Ada di Maluku Utara

Bisnis | Selasa, 11 April 2023 | 17:10 WIB

Kejahatan Perusahaan Tambang Harita Group di Pulau Obi dan Pulau Wawonii, JATAM: Alam Tercemar, Warga Menderita

Kejahatan Perusahaan Tambang Harita Group di Pulau Obi dan Pulau Wawonii, JATAM: Alam Tercemar, Warga Menderita

News | Sabtu, 25 Maret 2023 | 09:21 WIB

Terkini

Formula Harga Baru Beri Kepastian untuk Industri Smelter Nikel

Formula Harga Baru Beri Kepastian untuk Industri Smelter Nikel

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 14:03 WIB

Temuan 25 Beras Fortifikasi Palsu, DPR Desak Penarikan Massal dan Sanksi Pidana

Temuan 25 Beras Fortifikasi Palsu, DPR Desak Penarikan Massal dan Sanksi Pidana

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:02 WIB

Tersangka Kekerasan Seksual Anak di Palmerah Ditangkap dan Langsung Ditahan!

Tersangka Kekerasan Seksual Anak di Palmerah Ditangkap dan Langsung Ditahan!

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:00 WIB

Review Fall 2: Deadpoint, Perjuangan Bertahan Hidup yang Memicu Adrenalin!

Review Fall 2: Deadpoint, Perjuangan Bertahan Hidup yang Memicu Adrenalin!

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 14:00 WIB

DJP Pastikan Pajak E-commerce Berlaku 1 Oktober Usai Sempat Ditunda Purbaya: No Drama Lah!

DJP Pastikan Pajak E-commerce Berlaku 1 Oktober Usai Sempat Ditunda Purbaya: No Drama Lah!

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 13:58 WIB

Geledah Kantor ATR/BPN, KPK Sisir Ruang Kerja Dirjen

Geledah Kantor ATR/BPN, KPK Sisir Ruang Kerja Dirjen

News | Kamis, 17 September 2026 | 13:57 WIB

Cetaphil Moisturizing Cream untuk Kulit Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Cetaphil Moisturizing Cream untuk Kulit Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 13:57 WIB

Pupuk Kepercayaan Warga, Ibu Rumah Tangga Ini Sukses Ubah Wajah Ekonomi Desa Berkat BRI

Pupuk Kepercayaan Warga, Ibu Rumah Tangga Ini Sukses Ubah Wajah Ekonomi Desa Berkat BRI

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 13:51 WIB

Prabowo Buka-bukan Soal Kerusuhan dan Propaganda Sosmed: Impian Mereka Indonesia Pecah!

Prabowo Buka-bukan Soal Kerusuhan dan Propaganda Sosmed: Impian Mereka Indonesia Pecah!

News | Kamis, 17 September 2026 | 13:49 WIB

Asap Hitam Membubung! Pabrik Sepatu di Mojokerto Terbakar Hebat saat Karyawan Bekerja

Asap Hitam Membubung! Pabrik Sepatu di Mojokerto Terbakar Hebat saat Karyawan Bekerja

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 13:49 WIB

×