Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Hilirisasi Nikel: Beda Klaim Jokowi dan Faisal Basri

M Nurhadi

Senin, 14 Agustus 2023 | 09:24 WIB
Hilirisasi Nikel: Beda Klaim Jokowi dan Faisal Basri
Pengamat politik Faisal Basri [YouTube]

Suara.com - Setelah Ekonom Faisal Basri mengkritik kebijakan hilirisasi yang digulirkan oleh pemerintah, Presiden Jokowi merespons dengan menyajikan pandangan yang berbeda dari pandangan ekonom tersebut.

Faisal Basri sebelumnya memberikan tanggapannya terhadap kebijakan hilirisasi nikel yang diambil oleh Presiden Jokowi. Pandangan ini muncul karena ia meyakini bahwa langkah tersebut memberikan keuntungan bagi China. Namun, Presiden Jokowi dan Faisal Basri memiliki pandangan yang berbeda mengenai hilirisasi.

Menurut Jokowi, dari segi nilai ekspor nikel sebelum dan setelah dilakukannya hilirisasi, terlihat jelas bahwa negara akan memperoleh manfaat lebih besar dengan melarang ekspor bahan mentah. Hal ini akan berdampak positif pada pendapatan negara dari pajak yang lebih tinggi.

Namun, pendapat ini bertentangan dengan pandangan yang menyatakan bahwa kebijakan hilirisasi justru menguntungkan negara lain, seperti yang dinyatakan oleh Faisal Basri.

Tangkapan layar Presiden RI Joko Widodo memberikan sambutan pada peringatan HUT ke-56 ASEAN di Gedung Sekretariat ASEAN Jakarta, seperti ditayangkan dalam video yang diunggah akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (8/8/2023). ANTARA/Mentari Dwi Gayati
Tangkapan layar Presiden RI Joko Widodo memberikan sambutan pada peringatan HUT ke-56 ASEAN di Gedung Sekretariat ASEAN Jakarta, seperti ditayangkan dalam video yang diunggah akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (8/8/2023). ANTARA/Mentari Dwi Gayati

Di dalam blognya, Faisal Basri menyebut bahwa China mendapatkan keuntungan hingga 90% dari kebijakan hilirisasi nikel di Indonesia. Di sisi lain, pemerintah Indonesia hanya mendapatkan keuntungan sekitar 10%.

Faisal juga menyebutkan bahwa meskipun terjadi lonjakan ekspor sejak diberlakukan kebijakan hilirisasi, dengan lonjakan mencapai 414 kali lipat, namun tidak semua nilai ekspor tersebut masuk ke Indonesia. Hal ini dikarenakan sebagian besar perusahaan smelter di Indonesia kini dimiliki oleh China. Artinya, meskipun nilai ekspor meningkat, keuntungan tersebut tidak sepenuhnya mengalir ke Indonesia.

Sementara itu, terkait perpajakan, pemerintah Indonesia memberikan insentif tax holiday kepada pengusaha smelter. Ini berarti ekspor bijih nikel seharusnya tidak dikenai pajak atau pungutan lainnya.

Selain itu, terdapat banyak pekerja asal China di industri smelter nikel Indonesia dengan gaji yang lebih tinggi dibandingkan pekerja lokal. Selain itu, ada kemungkinan beberapa pekerja asal China menggunakan visa kunjungan.

Kontributor : Ulil Azmi

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Ganjar Tanggapi Golkar-PAN Dukung Prabowo: Kenakan Baju Jokowi

Cara Ganjar Tanggapi Golkar-PAN Dukung Prabowo: Kenakan Baju Jokowi

News | Senin, 14 Agustus 2023 | 06:13 WIB

Jokowi Sebut Pemimpin Selanjutnya Harus Bisa Lari Maraton dan Pemberani, Peneliti SMRC: Kuatkan Dukungan untuk Ganjar

Jokowi Sebut Pemimpin Selanjutnya Harus Bisa Lari Maraton dan Pemberani, Peneliti SMRC: Kuatkan Dukungan untuk Ganjar

News | Minggu, 13 Agustus 2023 | 21:28 WIB

Breaking News! Gowes Sepeda dari Malang Tuntut Keadilan Tragedi Kanjuruhan, Miftahuddin Tiba di Bekasi

Breaking News! Gowes Sepeda dari Malang Tuntut Keadilan Tragedi Kanjuruhan, Miftahuddin Tiba di Bekasi

Bekaci | Minggu, 13 Agustus 2023 | 20:18 WIB

Amien Rais Gelar Pertemuan Tertutup di Kediaman Rizal Ramli, Bahas Keburukan Jokowi?

Amien Rais Gelar Pertemuan Tertutup di Kediaman Rizal Ramli, Bahas Keburukan Jokowi?

News | Minggu, 13 Agustus 2023 | 18:57 WIB

Kritik Pemerintahan Jokowi, Amien Rais dan Rizal Ramli Gelar Pertemuan

Kritik Pemerintahan Jokowi, Amien Rais dan Rizal Ramli Gelar Pertemuan

Foto | Minggu, 13 Agustus 2023 | 19:49 WIB

Viral Video Panglima Pajaji Tantang Panglima Jilah Buntut Pelaporan Rocky Gerung, Warganet Ingatkan Jaga Persatuan Dayak

Viral Video Panglima Pajaji Tantang Panglima Jilah Buntut Pelaporan Rocky Gerung, Warganet Ingatkan Jaga Persatuan Dayak

Kalbar | Minggu, 13 Agustus 2023 | 17:38 WIB

Terkini

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:08 WIB

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:46 WIB

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:29 WIB

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB