Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.351,139
LQ45 633,989
Srikehati 307,930
JII 383,125
USD/IDR 17.932

Industri di Tangerang Klaim Hentikan Operasional PLTU Demi Kurangi Polusi

M Nurhadi

Minggu, 27 Agustus 2023 | 08:56 WIB
Industri di Tangerang Klaim Hentikan Operasional PLTU Demi Kurangi Polusi
Kabut polusi udara di Jakarta pada Rabu (16/82023). [Suara.com/Chandra]

Suara.com - Industri-industri di wilayah Tangerang, Banten, diklaim secara bersama-sama telah menghentikan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang mereka miliki dan beralih ke pasokan listrik dari PLN sebagai langkah untuk mengurangi polusi udara.

Taufan Prihadi, Manajer Electric Instrument di PT Polychem Indonesia mengatakan, mereka telah beralih menggunakan pasokan listrik dari PT PLN (Persero) setelah sebelumnya mereka menghasilkan listrik sendiri melalui PLTU dengan kapasitas 2x15 MW. Listrik ini digunakan untuk proses pembuatan bahan baku polyester, yaitu etilen glikol.

"Untuk mengurangi pencemaran udara, kami telah menghentikan penggunaan PLTU yang sebelumnya kami operasikan secara independen untuk mengurangi emisi," ujarnya dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada hari Sabtu (26/8/2023).

Selain tidak lagi menggunakan batu bara untuk menghasilkan listrik, ia menjelaskan bahwa secara operasional, perusahaan menjadi lebih efisien, karena biaya listrik sebelumnya mencapai hampir Rp10 miliar per bulan jika mereka tetap menggunakan pembangkit listrik mereka sendiri.

"Sekarang, menggunakan listrik dari PLN juga lebih ekonomis dari segi pengeluaran. Biaya listriknya lebih terjangkau dan tidak ada biaya perawatan. Ketika PLTU kami masih beroperasi, konsumsi batu bara kami sekitar 740 ton per hari," tambahnya, dikutip dari Antara.

Manajemen perusahaan juga mendapatkan manfaat positif dari penggunaan listrik PLN, terutama karena kebijakan manajemen energi mereka sejalan dengan upaya pemerintah untuk mencapai emisi net zero pada tahun 2060.

Emrus Sihombing, seorang pakar komunikasi dari Universitas Pelita Harapan, menyatakan bahwa kualitas udara di Provinsi Banten jauh lebih baik dibandingkan dengan Jakarta, meskipun Banten lebih dekat dengan PLTU yang sering dianggap sebagai salah satu sumber pencemar udara.

Menurutnya, banyak ahli lingkungan yang telah menyoroti buruknya kualitas udara di Jakarta akibat masalah di sektor transportasi yang belum terselesaikan.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gerakan Tanam Pohon, Tingkatkan Kualitas Udara untuk Atasi Polusi di Jakarta

Gerakan Tanam Pohon, Tingkatkan Kualitas Udara untuk Atasi Polusi di Jakarta

Press Release | Sabtu, 26 Agustus 2023 | 23:29 WIB

Gubernur Heru Klaim Penyemprotan Jalan Kurangi Polusi Udara Di Jakarta

Gubernur Heru Klaim Penyemprotan Jalan Kurangi Polusi Udara Di Jakarta

News | Minggu, 27 Agustus 2023 | 03:25 WIB

Khawatir Polusi Udara Jakarta Bikin Baby Issa Sakit, Nikita Willy Lakukan Salt Therapy: Apa Saja Manfaatnya?

Khawatir Polusi Udara Jakarta Bikin Baby Issa Sakit, Nikita Willy Lakukan Salt Therapy: Apa Saja Manfaatnya?

Lifestyle | Minggu, 27 Agustus 2023 | 08:15 WIB

Pro Kontra Wacana Ganjil Genap 24 Jam untuk Tekan Polusi Udara: Dianggap Bukan Solusi

Pro Kontra Wacana Ganjil Genap 24 Jam untuk Tekan Polusi Udara: Dianggap Bukan Solusi

News | Sabtu, 26 Agustus 2023 | 18:10 WIB

Harganya Mulai Rp 24 Ribu, Ini 7 Rekomendasi Pembersih Wajah Untuk Lindungi Kulit dari Polusi Udara

Harganya Mulai Rp 24 Ribu, Ini 7 Rekomendasi Pembersih Wajah Untuk Lindungi Kulit dari Polusi Udara

Lifestyle | Sabtu, 26 Agustus 2023 | 18:55 WIB

Bahaya Pencemaran Udara bagi Kesehatan yang Dapat Menyebabkan Kematian

Bahaya Pencemaran Udara bagi Kesehatan yang Dapat Menyebabkan Kematian

Your Say | Sabtu, 26 Agustus 2023 | 12:40 WIB

Terkini

Panduan Memilih Baterai Terbaik dengan Teknologi Double Child Guard dari Panasonic

Panduan Memilih Baterai Terbaik dengan Teknologi Double Child Guard dari Panasonic

Tekno | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Direktur Bus ALS Jadi Tersangka Buntut Kecelakaan Musi Rawas, Ini Sosoknya

Direktur Bus ALS Jadi Tersangka Buntut Kecelakaan Musi Rawas, Ini Sosoknya

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:59 WIB

Sentil Prestasi Timnas, Prabowo Bandingkan RI dengan Cape Verde yang Penduduknya Kalah dari Sumedang

Sentil Prestasi Timnas, Prabowo Bandingkan RI dengan Cape Verde yang Penduduknya Kalah dari Sumedang

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Prabowo: Orang Pintar Kita Banyak, Harus Dicari, Dibina dan Diberi Kesempatan

Prabowo: Orang Pintar Kita Banyak, Harus Dicari, Dibina dan Diberi Kesempatan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:55 WIB

Kiprah Norman Joesoef, Sosok Kunci Kerja Sama Drone Baykar dan Rudal BrahMos dengan Indonesia

Kiprah Norman Joesoef, Sosok Kunci Kerja Sama Drone Baykar dan Rudal BrahMos dengan Indonesia

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Bulan Terbaik untuk Liburan ke Bali, Kapan Waktu yang Paling Ideal?

Bulan Terbaik untuk Liburan ke Bali, Kapan Waktu yang Paling Ideal?

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:47 WIB

5 Coffee Shop 24 jam untuk Kamu yang Bosan Nugas di Kos

5 Coffee Shop 24 jam untuk Kamu yang Bosan Nugas di Kos

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:47 WIB

Bcrobes Dorong Riset Berbasis Mikrobioma, Ungkap Potensi Probiotik dalam Mendukung Terapi Jerawat

Bcrobes Dorong Riset Berbasis Mikrobioma, Ungkap Potensi Probiotik dalam Mendukung Terapi Jerawat

Sumut | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:41 WIB

Api Mengamuk di Galangan Kapal Karangsong, 5 Mobil Damkar Dikerahkan

Api Mengamuk di Galangan Kapal Karangsong, 5 Mobil Damkar Dikerahkan

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Bisa Deteksi Makanan Busuk di Ompreng, Ini Inovasi BRIN untuk MBG yang Bikin Prabowo Kepincut

Bisa Deteksi Makanan Busuk di Ompreng, Ini Inovasi BRIN untuk MBG yang Bikin Prabowo Kepincut

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:34 WIB

×