Punya Nilai Jual, Masyarakat di Sukabumi Diajak Ikuti Pelatihan Produksi Jamu Tradisional

Iwan Supriyatna

Senin, 28 Agustus 2023 | 06:25 WIB
Punya Nilai Jual, Masyarakat di Sukabumi Diajak Ikuti Pelatihan Produksi Jamu Tradisional
Workshop Pembuatan Jamu Tradisional yang berlangsung di Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Suara.com - Jamu adalah salah satu obat herbal warisan budaya bangsa Indonesia yang telah dikonsumsi secara turun temurun dan terus dikembangkan dari generasi ke generasi, sehingga menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi, memiliki khasiat terhadap kesehatan tubuh dan menjadi kebanggaan sebagai bagian dari identitas bangsa.

Di era modern saat ini, jamu memiliki dimensi yang luas. Dengan meningkatnya kecenderungan masyarakat global yang peduli dengan alam menuntut tersedianya produk bahan alam yang berkualitas, praktis dan sesuai dengan pola hidup modern.

Dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) 2010 menunjukkan bahwa lebih dari separuh (55,3 persen) penduduk Indonesia menggunakan Jamu dan 95 persen nya menyatakan bahwa Jamu bermanfaat.

Dengan data demikian, maka, Pandawa Ganjar mengadakan kegiatan Workshop Pembuatan Jamu Tradisional yang berlangsung di Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Indonesia merupakan negara yang subur dan kaya akan rempah-rempah yang dimilikinya sangat bermanfaat, salah satunya untuk pengobatan. Ini sebagai momentum dalam mengingatkan masyarakat terutama generasi muda dalam melestarikan apa yang sudah diberikan oleh leluhur, salah satunya jamu tradisional yang selama ini telah menjadi identitas bangsa Indonesia," ucap Koordinator Wilayah Pandawa Ganjar Jawa-Bali Haldoko Danantyas Subandoro ditulis Senin (28/8/2023).

Dalam kesempatan tersebut Pandawa Ganjar memberikan sejumlah materi seputar proses produksi jamu tradisional, yang meliputi bahan baku dan tanaman yang bisa digunakan dalam mengolah jamu tersebut.

Haldoko menyarankan untuk menanam tanaman terlebih dahulu dipekarangan rumah, sehingga dapat menekan biaya pembelian bahan baku selama proses pembelajaran tersebut.

"Hari ini materi yang disampaikan masih dasar, seputar bahan baku jamu, olahannya apa saja dan khasiat dari jenis jamu yang diolah itu apa saja. Pada umumnya bahannya cukup mudah, untuk proses awal kami menyarankan untuk belajar menanam rempah-rempahnya sehingga tidak perlu belanjar terlebih dahulu, cukup memetik dari pekarangan rumah," kata Haldoko.

Targetnya, Pandawa Ganjar bisa memberikan materi lanjutan seputar pemasaran. Sehingga, selain dikonsumsi untuk kebutuhan pribadi, masyarakat bisa menjual produknya tersebut ke pasaran.

baca juga

Hal tersebut tentu akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga.

"Ke depannya dapat diterapkan menjadi salah satu produk yang memiliki nilai jual, bisa dipasarkan dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat dengan jamu yang sudah ada pembaharuan, baik secara kemasan secara modern dan juga dapat dipasarkan secara digital, sehingga bisa seperti semacam tukang jamu naik kelas," jawab Haldoko.

Haldoko berharap pembelajaran pembuatan jamu tradisional kali ini bisa berproses dengan baik hingga akhirnya bisa mendunia.

"Semoga masyarakat yang mengikuti kegiatan hari ini dapat memasarkan hasil produksi jamunya hingga go internasional," lanjut Haldoko.

Perwakilan Masyarakat Desa Cimahi, Luki Artur Rifaldi menunjukkan antusiasmenya selama proses kegiatan tersebut berlangsung.

Tuturnya, hal tersebut sangat bermanfaat dalam menambah ilmu dan inovasi guna menuntut masyarakat untuk terus maju menciptakan hal baru.

"Hadirnya Pandawa Ganjar ini sangat baik, apalagi dikemas dengan kegiatan workahop. Ini salah satu inovasi dan program yang berdampak baik dalam meningkatkan wawasan masyarakat, langkah yang tepat untuk turun aksi membantu persoalan masyarakat," tutur Luki.

Hal tersebut dirasa penting, sebab dirinya meyakini pengobatan herbal salah satu alternatif yang baik di tengah mahalnya pengobatan berbasis bahan kimia.

"Sangat penting karena ini salah satu bentuk dalam mewujudkan kesehatan masyarakat melalui pengobatan maupun pencegahan obat-obatan secara herbal, cukup menggunakan apa yang ada di alam salah satunya jamu," kata Luki.

Luki berharap Pandawa Ganjar bisa konsisten membantu masyarakat dalam memberikan program yang berdampak positif terhadap masyarakat maupun Ganjar Pranowo pada pemilu 2024 mendatang.

"Harapan kami untuk Pandawa Ganjar sebagai fasilitator dalam gerakan Pak Ganjar dapat terealisasikan dan bermanfaat untuk masyarakat," pungkas Luki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rajin Minum Kunyit Jadi Rahasia Sehat dan Panjang Umur Masyarakat Jepang

Rajin Minum Kunyit Jadi Rahasia Sehat dan Panjang Umur Masyarakat Jepang

Health | Sabtu, 26 Agustus 2023 | 08:00 WIB

Punya Nilai Ekonomi dan Kesehatan, Emak-emak Diberi Pelatihan Pembuatan Jamu Tradisional di Pekanbaru

Punya Nilai Ekonomi dan Kesehatan, Emak-emak Diberi Pelatihan Pembuatan Jamu Tradisional di Pekanbaru

Bisnis | Kamis, 24 Agustus 2023 | 06:54 WIB

4 Manfaat Jamu Beras Kencur bagi Kesehatan Tubuh, Bisa Atasi Jerawat

4 Manfaat Jamu Beras Kencur bagi Kesehatan Tubuh, Bisa Atasi Jerawat

Your Say | Selasa, 22 Agustus 2023 | 17:15 WIB

Terkini

Lewat Sinergi BRI Group, Jutaan Perempuan Indonesia Sukses Mandiri Secara Finansial

Lewat Sinergi BRI Group, Jutaan Perempuan Indonesia Sukses Mandiri Secara Finansial

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:10 WIB

KPK Telusuri Siapa Pemberi Perintah Kasus Suap ATR/BPN

KPK Telusuri Siapa Pemberi Perintah Kasus Suap ATR/BPN

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 22:08 WIB

Zulhas Sampai Ucap 'Hoaks' Tiga Kali! Bantah Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol Bahas RUU Pemilu

Zulhas Sampai Ucap 'Hoaks' Tiga Kali! Bantah Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol Bahas RUU Pemilu

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:05 WIB

Sekarang Beli Tiket Pesawat & Whoosh Bisa Langsung dari BRImo dengan Diskon!

Sekarang Beli Tiket Pesawat & Whoosh Bisa Langsung dari BRImo dengan Diskon!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:00 WIB

Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras

Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 21:57 WIB

Promo BRImo Terbaru: Cashback hingga Rp100 Ribu di Pizza E Birra!

Promo BRImo Terbaru: Cashback hingga Rp100 Ribu di Pizza E Birra!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 21:53 WIB

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:49 WIB

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 21:46 WIB

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 21:36 WIB

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:35 WIB

×