Nilai Komisi Ojol 8 Persen Belum Sejahterakan Driver, CELIOS: Aplikator Berpotensi Pangkas Insentif

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 09 Juli 2026 | 10:11 WIB
Nilai Komisi Ojol 8 Persen Belum Sejahterakan Driver, CELIOS: Aplikator Berpotensi Pangkas Insentif
Pengemudi ojek online menjemput penumpang di seberang Stasiun Palmerah, Jakarta, Kamis (2/7/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Kebijakan komisi 8 persen yang berlaku sejak 1 Juli 2026 berpotensi mengurangi pendapatan perusahaan aplikator transportasi online.
  • Penurunan pendapatan perusahaan diprediksi akan mengurangi insentif non-tunai yang selama ini diterima oleh para mitra pengemudi ojol.
  • CELIOS menyarankan peningkatan kesejahteraan pengemudi dilakukan melalui penyesuaian tarif perjalanan resmi yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Suara.com - Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menilai, kebijakan penurunan komisi aplikasi menjadi 8 persen untuk layanan transportasi roda dua belum tentu meningkatkan kesejahteraan pengemudi ojek online (ojol). Sebaliknya, kebijakan tersebut dinilai lebih banyak mengurangi pendapatan perusahaan aplikator.

Direktur Ekonomi Digital CELIOS, Nailul Huda, mengatakan dampak utama dari implementasi komisi 8 persen yang mulai berlaku sejak 1 Juli 2026 adalah berkurangnya pendapatan platform seperti Gojek, Grab, Maxim, dan InDrive.

Menurut dia, penurunan pendapatan itu akan memengaruhi kemampuan perusahaan memberikan berbagai manfaat kepada mitra pengemudi.

"Maka saya melihat ada pengurangan benefit yang akan dilakukan. Benefit maupun insentif selama ini diberikan yang bukan dalam bentuk uang, akan mulai berkurang. Itu adalah sifat alamiah dari perusahaan ketika pendapatan berkurang," kata Nailul kepada wartawan, Kamis (9/7/2026).

Nailul menilai, opsi memangkas manfaat non-tunai bagi mitra lebih realistis dibandingkan membebankan tambahan biaya kepada konsumen. Sebab, jika biaya tambahan dikenakan kepada pelanggan, permintaan terhadap layanan berpotensi menurun.

"Sebab itu, secara logis, menurunkan benefit non pendapatan ke mitra itu lebih masuk akal dilakukan oleh platform," ungkapnya.

Peneliti Center of Economic and Law Studies atau Celios, Nailul Huda. [Ist]
Peneliti Center of Economic and Law Studies atau Celios, Nailul Huda. [Ist]

Ia menjelaskan, platform fee merupakan biaya yang dibayarkan konsumen kepada perusahaan aplikator. Sementara itu, pendapatan pengemudi berasal dari biaya perjalanan yang menjadi dasar pembagian hasil, yakni 92 persen untuk mitra dan 8 persen untuk aplikator.

Karena itu, menurut Nailul, peningkatan kesejahteraan pengemudi seharusnya ditempuh melalui penyesuaian tarif perjalanan yang ditetapkan Kementerian Perhubungan, bukan hanya dengan memangkas komisi platform.

"Jadi untuk meningkatkan pendapatan, ya dari peningkatan biaya perjalanan yang diatur oleh Kemenhub. Bahkan ketika potongan diturunkan menjadi 8 persen, yang ada hanya mengurangi pendapatan platform tanpa mensejahterakan mitra," katanya.

baca juga

Nailul juga menilai, apabila aplikator ingin mengalihkan beban kepada konsumen, salah satu caranya adalah menetapkan tarif perjalanan pada batas bawah, kemudian menaikkan komponen biaya lain di luar tarif perjalanan.

Dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 667 Tahun 2022, tarif layanan transportasi roda dua di Zona II Jabodetabek ditetapkan sebesar Rp2.550 per kilometer sebagai batas bawah dan Rp2.800 per kilometer sebagai batas atas. Adapun biaya jasa minimal yang diterima pengemudi berkisar Rp10.200 hingga Rp11.200.

"Jadi biaya perjalanan [tarif] akan lebih rendah, namun ada biaya lainnya yang bisa dinaikkan. Dalam aturan, saya rasa tidak ada yang dilanggar karena aturan batas tarif biaya perjalanan, baik batas atas maupun bawah, tidak berubah. Jika mau mengubah, saya rasa sistemnya yang harus diubah, bukan besaran potongan ke platform," jelasnya.

Ia menambahkan, selama belum ada aturan yang mengatur secara khusus komponen biaya lainnya, pemerintah akan kesulitan melakukan pengawasan.

Di sisi lain, penerapan biaya tambahan kepada konsumen juga dinilai berisiko menekan permintaan terhadap layanan transportasi online.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan

Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:05 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:35 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026

Tekno | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:43 WIB

5 Rekomendasi HP Murah Baterai Jumbo dan Fast Charging, Cocok untuk Driver Ojol

5 Rekomendasi HP Murah Baterai Jumbo dan Fast Charging, Cocok untuk Driver Ojol

Tekno | Senin, 22 Juni 2026 | 17:47 WIB

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:05 WIB

CELIOS: Penggunaan Dana Pribadi Prabowo buat Kunjungan Luar Negeri Langgar Undang-Undang!

CELIOS: Penggunaan Dana Pribadi Prabowo buat Kunjungan Luar Negeri Langgar Undang-Undang!

Video | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:30 WIB

Terkini

7 Cara Mengatasi Wajah Breakout dan Bruntusan Akibat Salah Moisturizer

7 Cara Mengatasi Wajah Breakout dan Bruntusan Akibat Salah Moisturizer

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:40 WIB

KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB

KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:34 WIB

Datang ke Bali, Dirut Pertamina Minta Maaf atas Kelangkaan BBM

Datang ke Bali, Dirut Pertamina Minta Maaf atas Kelangkaan BBM

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:34 WIB

2 Wartawan Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel, Sempat Diintimidasi Hapus Video

2 Wartawan Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel, Sempat Diintimidasi Hapus Video

Sumsel | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:34 WIB

Raline Shah Resmi Mundur Sebagai Stafsus Menkomdigi Era Prabowo Subianto

Raline Shah Resmi Mundur Sebagai Stafsus Menkomdigi Era Prabowo Subianto

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Tarif Kamar Hotel Tempat Gubernur Rudy Masud Sarapan, Tembus Rp43 Juta per Malam

Tarif Kamar Hotel Tempat Gubernur Rudy Masud Sarapan, Tembus Rp43 Juta per Malam

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:26 WIB

Perkuat Peran Posyandu Pada Enam Bidang SPM, TP Posyandu Pusat Beri Asistensi di Sorong

Perkuat Peran Posyandu Pada Enam Bidang SPM, TP Posyandu Pusat Beri Asistensi di Sorong

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:16 WIB

Pemprov DKI Siapkan 75 Beasiswa Kuliah ke Luar Negeri pada 2027

Pemprov DKI Siapkan 75 Beasiswa Kuliah ke Luar Negeri pada 2027

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Urutan Skincare Malam Viva untuk Flek Hitam dan Ratakan Warna Kulit Usia 50-an

Urutan Skincare Malam Viva untuk Flek Hitam dan Ratakan Warna Kulit Usia 50-an

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:15 WIB

×