Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.595.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.873,372
LQ45 582,884
Srikehati 289,451
JII 342,406
USD/IDR 18.000

Resmi Melantai di BEI, Emiten PRDL Incar Dana Rp62,75 Miliar

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Kamis, 09 Juli 2026 | 10:51 WIB
Resmi Melantai di BEI, Emiten PRDL Incar Dana Rp62,75 Miliar
PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) resmi melantai di BEI, Jakarta, Kamis (9/7/2026). [Suara.com/Rina A]
baca 10 detik
  • PT Prodia Diagnostic Line Tbk melakukan IPO untuk memperluas jangkauan bisnis dan meningkatkan kapasitas operasional industri diagnostik nasional.
  • Perseroan menawarkan 522,9 juta saham baru senilai Rp120 per lembar untuk menghimpun dana sebesar Rp62,75 miliar.
  • Kinerja keuangan perusahaan mencatat kenaikan laba bersih signifikan sebesar 70,7 persen menjadi Rp16,9 miliar sepanjang tahun 2025.

Suara.com - PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) optimistis dapat memperkuat posisi di industri alat kesehatan nasional melalui penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO).

IPO PRDL ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan bisnis, meningkatkan kapasitas operasional, serta mendukung pengembangan industri diagnostik in vitro di Indonesia yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan menjanjikan.

Direktur Utama PRDL, Cristina Sandjaja, mengatakan perseroan merupakan pionir produsen reagen kimia dengan pengalaman produksi selama 14 tahun sejak Agustus 2012.

Saat ini PRDL memiliki lebih dari 1.083 stock keeping unit (SKU) produk aktif yang telah menjangkau 38 provinsi dan 370 kabupaten/kota di Indonesia.

"Produk PRDL telah digunakan oleh lebih dari 7.600 pelanggan yang terdiri atas sekitar 7.000 puskesmas, 300 rumah sakit, 317 dinas kesehatan kabupaten/kota, serta berbagai institusi kesehatan lainnya," katanya di Gedung BEI, Kamis (9/7/2026).

Selain itu, lini produk utama perseroan memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 70 persen sehingga memperkuat daya saing di tengah meningkatnya kebutuhan alat kesehatan nasional.

Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (27/1/2026). [Suara.com/Rina]
Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [Suara.com/Rina]

Dalam aksi korporasi ini, PRDL menawarkan sebanyak 522,9 juta saham baru atau setara 30 persendari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan harga final Rp120 per saham. Dengan demikian, perseroan berpotensi menghimpun dana sekitar Rp62,75 miliar dari pasar modal.

Dana hasil IPO akan dimanfaatkan untuk memperluas jaringan bisnis, meningkatkan kapasitas operasional, serta memperkuat kontribusi perusahaan terhadap pengembangan industri alat kesehatan dalam negeri.

Prospek industri alat kesehatan juga dinilai masih sangat besar. Pemerintah mengalokasikan anggaran kesehatan sebesar Rp244 triliun pada 2026 dan menargetkan program skrining kesehatan nasional yang menjangkau 140 juta penduduk.

baca juga

Dukungan lebih dari 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia serta meningkatnya fokus terhadap deteksi dini penyakit menjadi peluang bagi industri diagnostik in vitro untuk terus berkembang.

"Kami melihat peluang pertumbuhan yang masih sangat besar, terutama pada fasilitas kesehatan primer yang belum seluruhnya terjangkau. Dengan kualitas produk kami yang unggul, kapasitas produksi yang besar, jaringan distribusi yang luas serta nilai TKDN produk kami yang tinggi, kami optimistis dapat memperluas penetrasi pasar sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam penguatan pelayanan kesehatan nasional," bebernya.

Dari sisi kinerja keuangan, PRDL mencatat pemulihan yang solid menjelang pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia. Sepanjang 2025, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp74,4 miliar, meningkat 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Laba bersih PRDL juga melonjak 70,7 persen menjadi Rp16,9 miliar, sementara EBITDA naik 66,9 persen menjadi Rp29,2 miliar, mencerminkan peningkatan profitabilitas sekaligus efisiensi operasional perusahaan.

Berdasarkan prospektus yang mengacu pada laporan keuangan audit 2025, dengan harga penawaran final tersebut PRDL menawarkan price to earnings ratio (PER) tahun buku 2025 sebesar 8,61 kali, yang dinilai kompetitif dibandingkan emiten lain di sektor kesehatan dengan mempertimbangkan tren pertumbuhan kinerja perseroan.

Melalui IPO PRDL, perseroan berharap dapat memperkuat perannya sebagai bagian dari ekosistem Prodia dalam menghadirkan solusi diagnostik berkualitas, mendorong pengambilan keputusan klinis yang lebih akurat, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Indonesia melalui inovasi, produk berstandar tinggi, dan layanan yang berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dirut Baru Berambisi Bawa BEI Masuk Daftar 10 Bursa Terbesar Dunia

Dirut Baru Berambisi Bawa BEI Masuk Daftar 10 Bursa Terbesar Dunia

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 14:44 WIB

Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025

Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 08:56 WIB

Perhatian Pemegang Saham GGRM, Dividen Rp800 per Saham Cair 23 Juli 2026

Perhatian Pemegang Saham GGRM, Dividen Rp800 per Saham Cair 23 Juli 2026

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:47 WIB

Proyeksi Laba Hingga Target Harga Turun, Saham Grup Salim Masih Layak Dibeli?

Proyeksi Laba Hingga Target Harga Turun, Saham Grup Salim Masih Layak Dibeli?

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:29 WIB

Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik

Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:27 WIB

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:29 WIB

Terkini

Cisem II Tak Hanya untuk Industri, Pertagas Pastikan Gas Bumi Juga Mengalir ke Rumah Tangga

Cisem II Tak Hanya untuk Industri, Pertagas Pastikan Gas Bumi Juga Mengalir ke Rumah Tangga

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:21 WIB

Nilai Komisi Ojol 8 Persen Belum Sejahterakan Driver, CELIOS: Aplikator Berpotensi Pangkas Insentif

Nilai Komisi Ojol 8 Persen Belum Sejahterakan Driver, CELIOS: Aplikator Berpotensi Pangkas Insentif

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:11 WIB

Plastik Murah China Kepung RI, Industri Petrokimia Terancam Tumbang

Plastik Murah China Kepung RI, Industri Petrokimia Terancam Tumbang

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:04 WIB

Kolaborasi Pendidikan Hukum Nasional Diyakini Perkuat Kepastian Investasi di Indonesia

Kolaborasi Pendidikan Hukum Nasional Diyakini Perkuat Kepastian Investasi di Indonesia

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 09:58 WIB

Rupiah Paling Lemah di Asia Lawan Dolar AS ke Level Rp18.058

Rupiah Paling Lemah di Asia Lawan Dolar AS ke Level Rp18.058

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 09:44 WIB

Nasib LPG 3 Kg Mulai Terjawab, Pertagas Beberkan Kesiapan Proyek CNG

Nasib LPG 3 Kg Mulai Terjawab, Pertagas Beberkan Kesiapan Proyek CNG

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 09:25 WIB

Bank Danamon Proyeksikan Simpanan Valas Naik hingga 60 Persen, Ini Pendorong Utamanya

Bank Danamon Proyeksikan Simpanan Valas Naik hingga 60 Persen, Ini Pendorong Utamanya

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 08:40 WIB

Fantastis! Segini Harga 74 Kilogram Emas Batangan Hasil Sitaan Kasus Korupsi di Sentul

Fantastis! Segini Harga 74 Kilogram Emas Batangan Hasil Sitaan Kasus Korupsi di Sentul

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 08:02 WIB

Harga Anjlok, Direksi AMMN Malah Serok Saham Rp17 Miliar, Ada Apa?

Harga Anjlok, Direksi AMMN Malah Serok Saham Rp17 Miliar, Ada Apa?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 07:49 WIB

BTN Catat Laba Bersih Rp1,85 Triliun hingga Mei 2026, Ini Pendorongnya

BTN Catat Laba Bersih Rp1,85 Triliun hingga Mei 2026, Ini Pendorongnya

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 07:42 WIB

×