Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Segini Nilai Kerugian RI Jika Pembangunan Rempang Eco City Gagal

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 18 September 2023 | 15:47 WIB
Segini Nilai Kerugian RI Jika Pembangunan Rempang Eco City Gagal
Rempang [suara.com/elizagusmeri]

Suara.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan nilai kerugian yang didapat Indoneisa jika pembangunan di Pulau Rempang Gagal. Menurut dia, sudah ada investor asal China yaitu Xinyi Group yang akan berinvestasi USD 11,5 miliar atau setara Rp 174 triliun sampai 2080.

Jika pembangunan di Pulau Rempang gagal dan terus berkonflik, maka Indonesia tidak bisa mendapatkan nilai investasi yang begitu besar itu.

"Ini investasinya total Rp 300 triliun lebih, tahap pertama itu Rp 175 triliun. Kalau ini lepas, itu berarti potensi pendapatan asli daerah (PAD) dan penciptaan lapangan pekerjaan untuk saudara-saudara kita di sini itu akan hilang," ujar Bahlil dalam keterangan tertulis yang dikutip, Senin (18/9/2023).

Untuk diketahui, Rempang Eco City memiliki luas lahan hingga 17.000 hektare (ha). Sebagian besar lahan, bilang Bahlil, sekitar 10.000 ha adalah kawasan hutan lindung, dengan begitu hanya sekitar 7.000 ha lahan yang bisa dikelola.

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia ditemani pengacara sekaligus pemegang saham Holywings Hotman Paris Hutapea memberikan keterangan pers usai melakukan peninjauan lapangan kegiatan usaha Holywings Group di Gunawarman, Jakarta Selatan, Jumat (15/7/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia ditemani pengacara sekaligus pemegang saham Holywings Hotman Paris Hutapea memberikan keterangan pers usai melakukan peninjauan lapangan kegiatan usaha Holywings Group di Gunawarman, Jakarta Selatan, Jumat (15/7/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Sementara, untuk kawasan industri yang dibangun di kawasan Pulau Rempang tahap pertama seluas 2-3 ribu ha.

Soal penyiapan lahan pergeseran pemukiman warga, Bahlil memastikan adanya hunian baru untuk 700 kepala keluarga yang terdampak pembangunan Rempang Eco City tahap pertama. Hunian baru dibangun dengan memakan waktu 6-7 bulan.

Sambil menunggu hunian dibangun, para warga yang terdampak juga akan mendapatkan uang dan tempat tinggal semantara.

"Pertama, pemerintah telah menyiapkan tanah seluas 500 meter persegi per Kepala Keluarga. Yang kedua adalah rumah dengan tipe 45 yang nilainya kurang lebih sekitar Rp 120 juta. Dan yang ketiga adalah uang tunggu transisi sampai dengan rumahnya jadi, per orang sebesar Rp 1,2 juta dan biaya sewa rumah Rp 1,2 juta," jelas dia.

"Termasuk juga dengan tanam tumbuh, keramba ikan, dan sampan di laut. Semua ini akan dihargai secara proporsional sesuai dengan mekanisme dan dasar perhitungannya. Jadi yakinlah bahwa kita pemerintah juga punya hati," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Xinyi, Investor Pulau Rempang yang Kucurkan Dana Rp381 Triliun

Profil Xinyi, Investor Pulau Rempang yang Kucurkan Dana Rp381 Triliun

Bisnis | Senin, 18 September 2023 | 15:04 WIB

Demi Investasi, Bahlil Sebut Pengembangan Pulau Rempang Harus Tetap Berjalan

Demi Investasi, Bahlil Sebut Pengembangan Pulau Rempang Harus Tetap Berjalan

Bisnis | Senin, 18 September 2023 | 14:52 WIB

Obligasi FR Bisa Dibeli Mulai Rp1 Juta, Rhenald Kasali: Imbal Hasil Terjamin

Obligasi FR Bisa Dibeli Mulai Rp1 Juta, Rhenald Kasali: Imbal Hasil Terjamin

Bisnis | Senin, 18 September 2023 | 13:19 WIB

Terkini

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB

Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay

Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:42 WIB

Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen

Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:32 WIB

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19 WIB