Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Cara Jokowi Kelola Kekayaan Sumber Daya Air di Dalam Negeri

Achmad Fauzi

Jum'at, 22 September 2023 | 15:50 WIB
Cara Jokowi Kelola Kekayaan Sumber Daya Air di Dalam Negeri
Staf Khusus Menteri PUPR Bidang Sumber Daya Air & Indonesia Water Institute, Firdaus Ali/Achmad Fauzi

Suara.com - Sumber Daya Air (SDA) di dalam negeri sungguh melimpah, dan memiliki potensi besar jika dikelola. Apalagi, Indonesia merupakan negara dengan curah hujan yang tinggi.

Namun sayangnya, Indonesia belum mampu mengelola SDA dengan baik, sehingga karunia yang ada menjadi sia-sia.

Staf Khusus Menteri PUPR Bidang Sumber Daya Air & Indonesia Water Institute, Firdaus Ali mengungkapkan, ketidakmampuan pengelolaan SDA tercermin dari jumlah bendungan di dalam negeri.

"Negara kita sebenarnya negara yang dianugerahi oleh tuhan dengan curah hujan yang tinggi, rata-rata 2.700-2.800 per tahun. Ini curah hujan yang sangat luar biasa, tapi permasalahannya apa? kita tidak memiliki kemampuan mengelola SDA," ujarnya dalam Seminar Ketahanan Air - Teknologi untuk Indonesia di Universitas Pertahanan, Sentul, Bogor, Jumat (22/9/2023).

Firdaus memaparkan, sebelum pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), Indonesia hanya memiliki 234 bendungan di seluruh Indonesia. Dari total jumlah bendungan itu, memiliki total kapasitas sebesar 12 miliar meter kubik.

Jika dibagi dengan jumlah populasi, kapasitas bendungan di dalam negeri hanya 48 meter kubik per kapita.

"Angka ini jauh di bawah Thailand yang 1.277 meter kubik per tahun, kita di bawah Ethiopia, Laos, dan Nepal, ini sangat menakutkan dan mengerikan sekali menurut saya," ucap dia.

Namun, lanjut Firdaus, untuk mengatasi hal ini, Pemerintahan Jokowi pun mempercepat pembangunan infrastruktur dengan membangun 61 bendungan baru dan 5 bendungan lama yang diselesaikan.

"Jika ini selesai hingga 2025 nanti, maka kita meningkat dari 48 ke 58 meter kubik per kapita per tahun, masih sangat jauh sekali, dibandingkan dengan Thailand," imbuh dia.

Sementara, Rektor Universitas Pertahanan RI RI Letnan Jenderal TNI Jonni Mahroza mengatakan, kondisi ketahanan air di Indonesia saat ini sedang menuju ke krisis air, ditandai dengan terjadinya kekeringan di Nusa Tenggara (NTT, NTB), Maluku, Jawa (Gunung Kidul), dan terjadinya banjir di DKI, Bandung dan beberapa kota lainnya sebagai dampak dari perubahan iklim.

Dampak dari perubahan iklim ini disebabkan oleh pencemaran lingkungan, terutama pencemaran udara oleh CO2, NO3, dan HSO2, yang berkontribusi pada efek rumah kaca dan hujan asam. Efek rumah kaca memiliki dampak yang signifikan pada peningkatan suhu global, termasuk suhu perairan laut. Peningkatan suhu laut ini telah memicu fenomena seperti badai El Nino dan La Nina, yang mengakibatkan timbulnya spot-spot daerah yang terlalu basah dan terlalu kering.

baca juga

"Krisis air ke depan dapat memicu perang antar negara, hal ini disebabkan nilai vital air yang mempengaruhi segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara," pungkas Mahroza.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menhub Terpesona Nama Kereta Cepat WHOOSH: Presiden Punya Peran Besar

Menhub Terpesona Nama Kereta Cepat WHOOSH: Presiden Punya Peran Besar

Bisnis | Jum'at, 22 September 2023 | 14:26 WIB

Jokowi Full Senyum Proyek Kantor Presiden di IKN Sudah 38 Persen

Jokowi Full Senyum Proyek Kantor Presiden di IKN Sudah 38 Persen

Bisnis | Jum'at, 22 September 2023 | 11:59 WIB

32 Unit Rumah Menteri di IKN Telah Rampung Dibangun, Sisa 4 Lagi

32 Unit Rumah Menteri di IKN Telah Rampung Dibangun, Sisa 4 Lagi

Bisnis | Jum'at, 22 September 2023 | 10:47 WIB

Terkini

Demi Rogoh Dividen EXCL, Emiten Sinarmas DSSA Akuisi Saham Pengendalinya Rp4 Triliun

Demi Rogoh Dividen EXCL, Emiten Sinarmas DSSA Akuisi Saham Pengendalinya Rp4 Triliun

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 14:56 WIB

Manajer Kopdes Merah Putih Ini Ungkap Sulit Saingi Indomaret, Pendapatan Kalah dari Warung Madura

Manajer Kopdes Merah Putih Ini Ungkap Sulit Saingi Indomaret, Pendapatan Kalah dari Warung Madura

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 14:37 WIB

Daftar Saham 'Paling Untung' saat IHSG Menguat Pada Sesi I Hari Ini

Daftar Saham 'Paling Untung' saat IHSG Menguat Pada Sesi I Hari Ini

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 14:35 WIB

BPJS Kesehatan Perluas Akses JKN di Wilayah 3T melalui Viola dan BPJS Keliling

BPJS Kesehatan Perluas Akses JKN di Wilayah 3T melalui Viola dan BPJS Keliling

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 14:28 WIB

Kopdes Merah Putih Melawai Baru Raup Rp78 Ribu dalam 6 Bulan, Pengurus Belum Digaji

Kopdes Merah Putih Melawai Baru Raup Rp78 Ribu dalam 6 Bulan, Pengurus Belum Digaji

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 14:21 WIB

Prabowo Mau 800 BUMN Ditutup Tahun 2026, Bagaimana Nasib Asetnya?

Prabowo Mau 800 BUMN Ditutup Tahun 2026, Bagaimana Nasib Asetnya?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 14:17 WIB

Indonesia Bersiap Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Bisa Makin Melambung

Indonesia Bersiap Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Bisa Makin Melambung

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:41 WIB

Pemerintah Kaji Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan 30-200 GT

Pemerintah Kaji Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan 30-200 GT

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:27 WIB

Harga Minyak Naik Berkali-kali Sejak Kemarin, AS-Iran Sudah 'Panaskan Mesin' Perang

Harga Minyak Naik Berkali-kali Sejak Kemarin, AS-Iran Sudah 'Panaskan Mesin' Perang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:22 WIB

Distribusi BBM Kini Gunakan AI, Begini Caranya

Distribusi BBM Kini Gunakan AI, Begini Caranya

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:20 WIB

×