Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

SPKS Mengutuk Keras Aksi Brutal Penanganan Aksi Damai Masyarakat Desa Bangkal

Iwan Supriyatna

Selasa, 10 Oktober 2023 | 10:12 WIB
SPKS Mengutuk Keras Aksi Brutal Penanganan Aksi Damai Masyarakat Desa Bangkal
Ilustrasi konflik agraria. (iStock)

Suara.com - Konflik agraria di sektor perkebunan sawit kembali memakan korban. Insiden terbaru menimpa warga Desa Bangkal, Kabupaten Saruyan, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), yang mendapat perlakuan represif dari aparat saat mengamankan aksi terhadap PT Hamparan Masawit Bangun Persada (HMBP).

Aksi represif tersebut menimbulkan satu orang warga meninggal akibat ditembaki peluru tajam serta gas air oleh aparat. Pun dua warga lainnya mengalami kritis serta puluhan warga lainnya ditangkap.

Aksi yang dilakukan warga Desa Bangkal bukan tanpa dasar. Mereka menuntut hak mereka atas lahan 20 persen yang tidak kunjung direalisasikan oleh PT HMBP. Padahal, protes yang dilakukan masyarakat sudah berlangsung sejak 2008.

Sekjen Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Nasional, Sabarudin menilai, ketidakpatuhan perusahaan kelapa sawit terhadap kewajiban pembangunan kebun masyarakat seluas 20 persen hampir terjadi di seluruh wilayah pengembangan sawit di Indonesia. Hal itu memicu terjadinya konflik antara perusahaan dan warga sekitar.

Pihaknya pun mengecam tindakan brutal dan represif aparat kepolisian dalam melakukan penanganan konflik sosial dan aksi damai yang dilakukan oleh warga Desa Bangkal, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah dengan. Sabarudin heran, aksi warga disikapi penangkapan dan penembakan hingga menimbulkaj jatuhnya korban jiwa.

"Kapolri harus bertanggung jawab atas jatuhnya korban warga, serta mengusut tuntas pelanggaran prosedural dan bentuk penanganan represif aparat kepolisian di Kabupaten Seruyan, sekaligus mengambil tindakan hukum yang tegas dan mencopot kapolsek, kapolres dan/atau kapolda yang berada dibelakang kekerasan penanganan konflik agraria," kata Sabarudin ditulis Selasa (10/10/2023).

SPKS juga mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar memerintahkan Kapolda Kalteng Irjen Anang Avianto untuk menarik semua aparat kepolisian dari wilayah konflik. Sabarudin juga meminta Mabes Polri mengusut dan menindak tegas aparat yang melakukan tindakan kekerasan dalam penanganan aksi demo PT HMBP.

"Kami juga mendesak Kapolri agar memerintahkan Kapolres Seruyan segera membebaskan seluruh warga yang ditangkap atau ditahan oleh aparat saat melakukan aksi damai menuntut hak atas tanah mereka kepada PT Hamparan Masawit Bangun Persada," ucap Sabarudin.

Pihaknya juga mendorong Komnas HAM membentuk Tim Pencari Fakta Independen agar menyelidiki dugaan pelanggaran hak asasi manusia dalam aksi kekerasan di Desa Bangkal.

baca juga

Sabarudin juga ingin Pemprov Kalteng dan Pemkab Seruyan, termasuk Kementerian Pertanian, Kementerian ATR/BPB, serta Kemenko Perekonomian ikut bertanggung jawab segera menyelesaikan konflik tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Konflik Agraria di Seruyan Telan Korban Jiwa, KPA: Penjajah Gaya Baru, Mirip Konsesi Kebun Belanda

Konflik Agraria di Seruyan Telan Korban Jiwa, KPA: Penjajah Gaya Baru, Mirip Konsesi Kebun Belanda

News | Minggu, 08 Oktober 2023 | 21:18 WIB

Prabowo Subianto Dukung Pembuatan B100, Bahas Pentingnya Hilirisasi

Prabowo Subianto Dukung Pembuatan B100, Bahas Pentingnya Hilirisasi

Kotak Suara | Minggu, 08 Oktober 2023 | 09:35 WIB

Pemerintah Mau Putihkan 3,3 Juta Hektar Lahan Sawit, Imbas Aturan Tak Jelas

Pemerintah Mau Putihkan 3,3 Juta Hektar Lahan Sawit, Imbas Aturan Tak Jelas

Bisnis | Jum'at, 06 Oktober 2023 | 13:11 WIB

Terkini

Rupiah Ambruk Lawan Dolar AS ke Level Rp17.984

Rupiah Ambruk Lawan Dolar AS ke Level Rp17.984

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:44 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2,64 Juta/Gram

Tahan Beli, Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2,64 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:39 WIB

IHSG Lanjut Reli Penguatan, Bergerak Level 5.700 Pagi Ini

IHSG Lanjut Reli Penguatan, Bergerak Level 5.700 Pagi Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:25 WIB

Masa Penawaran Emiten Raffi Ahmad RANS Dibuka Hari Ini, Harganya Rp170

Masa Penawaran Emiten Raffi Ahmad RANS Dibuka Hari Ini, Harganya Rp170

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:12 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Iran dan AS Capai Kemajuan Negosiasi, Brent Turun ke 70 Dolar AS

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Iran dan AS Capai Kemajuan Negosiasi, Brent Turun ke 70 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08 WIB

Itung-itungan Driver Ojol, Kenapa Pendapatannya Turun Setelah Potongan 8% Berlaku

Itung-itungan Driver Ojol, Kenapa Pendapatannya Turun Setelah Potongan 8% Berlaku

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:49 WIB

Cara Menakar Nilai Wajar Mata Uang, Analis Ungkap Kunci Baca Arah Rupiah hingga Dolar

Cara Menakar Nilai Wajar Mata Uang, Analis Ungkap Kunci Baca Arah Rupiah hingga Dolar

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:45 WIB

Survei: 78,6% Konsumen Nilai Haknya Diabaikan dalam Aturan Rokok Terbaru

Survei: 78,6% Konsumen Nilai Haknya Diabaikan dalam Aturan Rokok Terbaru

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:40 WIB

BBCA Diramal Belum Bisa Tembus Rp6.000 Hari Ini

BBCA Diramal Belum Bisa Tembus Rp6.000 Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:10 WIB

UMKM Indonesia Berpeluang Jadi Motor Baru Ekspor, Ini Syaratnya

UMKM Indonesia Berpeluang Jadi Motor Baru Ekspor, Ini Syaratnya

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:10 WIB

×