Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Jokowi jadi Makelar Tanah di IKN: SCBD Rp200 Juta Disini Rp1 Juta

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 02 November 2023 | 15:20 WIB
Jokowi jadi Makelar Tanah di IKN: SCBD Rp200 Juta Disini Rp1 Juta
Ilustrasi. Jokowi bilang harga tanah di IKN masih sangat murah yakni dibawah Rp1 juta per meter persegi.

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempromosikan tanah di kawasan IKN Nusantara, Kalimantan Timur kepada para 100 pengusaha Tanah Air dalam acara Kompas 100 CEO yang digelar di calon Ibukota baru Indonesia tersbeut Kamis (2/11/2023).

Jokowi bilang harga tanah di IKN masih sangat murah yakni dibawah Rp1 juta per meter persegi. Bahkan dirinya membandingkannya dengan harga tanah di Jakarta, tepatnya di SCBD, Jakarta Selatan yang sudah mencapai Rp200 juta per meter persegi.

"Ini saya mengajak bapak/ibu (calon investor) semuanya mumpung harga tanahnya masih murah. Karena (kalau) bapak/ibu beli tanah di SCBD per meter Rp200 juta, di Menteng Rp150 juta, Balikpapan sudah Rp10 juta-Rp15 juta. Di sini (IKN) masih di bawah Rp1 juta," kata Jokowi.

Jokowi pun memperkirakan harga tanah di IKN akan terus merangkak naik kedepannya, untuk itu dirinya berharap para pengusaha untuk segera melakukan investasinya di IKN>

"Tapi mungkin minggu depan sudah naik (harga tanah di IKN). Enggak (bercanda), benar ini benar. Bulan depan sudah naik karena memang harganya bergerak terus. Kalau peminat banyak masa dijual murah? Ya ndak lah. Otorita (IKN) pintar," sambung Jokowi.

Jokowi lantas meminta investor jangan takut IKN bakal mangkrak selepas dirinya lengser pada Oktober 2024 mendatang. Ia menyebut keberlanjutan pemindahan dan pembangunan ibu kota baru dijamin dalam UU Nomor 3 Tahun 2022 yang revisinya baru disetujui DPR tempo hari lalu.

Ia menegaskan IKN hadir untuk keberlanjutan Indonesia. Jokowi lantas berpesan agar para pengusaha dan calon investor tidak khawatir dengan gejolak Pilpres 2024 dan nasib IKN di tangan presiden selanjutnya.

"Kita kan sudah berapa kali pemilu langsung, 2004, 2009, 2019. Mau pemilu hangat-hangat dikit, agak panas endak apa-apa. Yang penting bapak/ibu jangan beli kipas, ngipasin atau beli kompor manas-manasin," kelakar Jokowi.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pantun Jokowi Dihadapan 100 CEO di IKN: Biar Pembangunan Maju Terus Pinjam Dulu Seratus

Pantun Jokowi Dihadapan 100 CEO di IKN: Biar Pembangunan Maju Terus Pinjam Dulu Seratus

Bisnis | Kamis, 02 November 2023 | 14:54 WIB

Banyak Pengusaha di TPN Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid Beri Penjelasan

Banyak Pengusaha di TPN Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid Beri Penjelasan

Bisnis | Kamis, 02 November 2023 | 13:50 WIB

Tingkatkan SDM Kompeten di IKN, Kemnaker Buka Pelatihan DUDI Batik Cap dan Pelatihan Peningkatan Produktivitas

Tingkatkan SDM Kompeten di IKN, Kemnaker Buka Pelatihan DUDI Batik Cap dan Pelatihan Peningkatan Produktivitas

Bisnis | Kamis, 02 November 2023 | 13:05 WIB

Terkini

Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%

Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:59 WIB

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:05 WIB

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:58 WIB

Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:53 WIB

Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN

Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:47 WIB

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22 WIB

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:16 WIB

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:57 WIB

MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni

MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:53 WIB