Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Peran Negara Krusial Pastikan Pemerataan Distribusi Bahan Bakar Pesawat

Iwan Supriyatna | Suara.com

Selasa, 14 November 2023 | 15:49 WIB
Peran Negara Krusial Pastikan Pemerataan Distribusi Bahan Bakar Pesawat
Ilustrasi pengisian bahan bakar pesawat. (Shutterstock)

Suara.com - Mobilitas masyarakat diproyeksi semakin tinggi seiring dengan makin menggeliatnya perekonomian nasinoal. Hal ini memberikan dampak pada sektor transportasi tidak terkecuali transportasi udara.

Untuk itu pemerintah didorong untuk tetap terlibat dalam penyediaan bahan bakar pesawat sehingga bisa memastikan ongkos transportasi bisa terjangkau bagi masyarakat.

Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, mengatakan keterlibatan pemerintah adalah hal yang sangat wajar dan justru wajib. Apalagi jika melihat kondisi geografis Indonesia berupa negara kepulauan sehingga banyak lokasi bandara yang terletak di pulau-pulau dan tidak mudah dalam mengaksesnya.

Menurut dia, negara perlu memberikan perhatian kepada badan usaha terutama terkait penyediaan avtur di bandara-bandara perintis. Terlebih lagi pada bandara di lokasi 3T umumnya pangsa pasar masih belum memenuhi aspek keekonomian bisnis.

"Pada dasarnya hal tersebut menjadi tanggungjawab pemerintah. Akan tetapi jika ada pihak lain (BUMN/Swasta) yang telah terlibat alangkah baiknya jika pemerintah menjadi mitra dan sekaligus fasilitator," ungkap Komaidi di Jakarta, Selasa (14/11/2023).

Dia menilai sejauh ini distribusi penyediaan avtur sudah berjalan baik. Indikator yang dapat dilihat adalah relatif tidak terdapat permasalahan terkait keberlanjutan pasokan avtur yang dikelukan oleh maskapai yang eroperasi di Indonesia.

Denon Prawiraatmadja, Ketua Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association / INACA), mengungkapkan keandalan penyediaan pasokan avtur di Indonesia disiapkan dalam waktu singkat.

"Dalam menyiapkan persediaan avtur kedepan, tidak bisa direncanakan ‘Tanpa Konsep Perencanaan Pertumbuhan’ Industri penerbangan 10 tahun kedepan atau lebih," jelas Denon.

Jika membicarakan perencanaan maka harus dipikirkan juga jenis bahan bakarnya. Ke depan lingkungan akan menjadi fokus. Sektor transportasi udara juga menghadapi tuntutan untuk menurunkan emisi sehingga jenis bahan bakar juga akan menjadi kunci dalam memastikan keandalan pasokan bahan bakar pesawat.

Pertamina belum lama ini baru meluncurkan produk bahan bakar pesawat terbaru yang ramah lingkungan yaitu Bioavtur Sustainability Aviation Fuel (SAF) J2.4. Bahan bakar ini diproduksi di Refinery Unit IV Cilacap.

Menurut Denon, salah satu opsi penggunaan bahan baku untuk SAF adalah UCO ( used coocking oil ) atau tebu.

"Ini akan meringankan beban biaya maskapai," ujar dia.

Denon menuturkan apabila dua isu tersebut bisa dikelola dan diatasi maka pendistribusian bahan bakar pesawat akan lebih optimal.

"Setelah dua hal penyehatan pasokan avtur di atas, otomatis pendistibusiannya akan mudah di tata untuk dua dekade ke depan," jelas Denon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kata Bos Garuda Indonesia Usai Pesawatnya 'Minum' Avtur Campuran Minyak Sawit

Kata Bos Garuda Indonesia Usai Pesawatnya 'Minum' Avtur Campuran Minyak Sawit

Bisnis | Minggu, 29 Oktober 2023 | 17:31 WIB

Pertamina Patra Niaga Siap Salurkan SAF untuk Rangkaian Ground Test dan Flight Test

Pertamina Patra Niaga Siap Salurkan SAF untuk Rangkaian Ground Test dan Flight Test

Bisnis | Kamis, 03 Agustus 2023 | 12:08 WIB

Mengintip Keindahan Bawah Laut Wakatobi

Mengintip Keindahan Bawah Laut Wakatobi

Foto | Sabtu, 10 Desember 2022 | 10:00 WIB

Terkini

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB