Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Divestasi Saham INCO Terlalu Mahal, Proyek Vale di Indonesia Terancam Batal?

M Nurhadi

Selasa, 28 November 2023 | 09:34 WIB
Divestasi Saham INCO Terlalu Mahal, Proyek Vale di Indonesia Terancam Batal?
Ilustrasi Vale Indonesia (Ist)

Suara.com - Rencana divestasi saham Pemerintah Indonesia terancam sulit terpenuhi sesuai dengan target lantaran harga yang ditawarkan terlalu mahal. 

Hal ini diungkapkan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir pada pekan lalu yang menyebut, valuasi harga saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terlalu tinggi, menjadi hambatan dalam proses divestasi.

Menurut Erick, meskipun master agreement untuk 14% saham sudah disepakati, valuasi harga belum tercapai, dan kendala utamanya adalah persepsi bahwa valuasi tersebut terlalu tinggi.

"Negosiasi harga semurah-murahnya," kata Erick Thohir.

Hal serupa juga disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif yang meminta INCO melepas harga saham di bawah pasar.  

“Harganya belum, yang penting harus lebih murah dari harga pasar,” kata dia.

Sementara, Direktur Avere Investama, Teguh Hidayat, memperkirakan harga saham 14% yang akan dialihkan ke MIND ID kemungkinan akan di atas nilai buku perusahaan, yang saat ini berada di level Rp 4.000 per saham.

Teguh menekankan bahwa proses negosiasi harga kemungkinan akan cukup panjang, mengingat Kementerian BUMN ingin membeli saham dengan harga serendah-rendahnya, sementara Vale Canada Ltd (VCL) cenderung mempertahankan harga tinggi, mengingat divestasi akan mengurangi porsi kontrol mereka di INCO.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto berharap, pemerintah segera mengambil kendali operasional dan keuangan di PT Vale Indonesia.

baca juga

Bahkan, menurutnya, jika INCO memberikan harga saham divestasi terlalu tinggi, maka pemerintah bisa menghentikan izin tambahan.

Sebagai informasu, kepemilikan saham Indonesia di INCO melalui MIND ID saat ini baru sekitar 20%, dan penambahan 14% akan membuat MIND ID memiliki 34% saham Vale.

Pemegang mayoritas saham saat ini adalah Vale Canada Limited (VCL) dengan 43,79% saham, diikuti oleh Sumitomo Metal Mining Co. Ltd (SMM) sebesar 15,03%. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan 'Kecele' Lagi, Transaksi Saham Vale Tak Boleh Seburuk Freeport

Jangan 'Kecele' Lagi, Transaksi Saham Vale Tak Boleh Seburuk Freeport

Bisnis | Rabu, 22 November 2023 | 14:41 WIB

Erick Thohir Ancam Vale dengan Penciutan Lahan Tambang Jika Kasih Harga Divestasi Kemahalan

Erick Thohir Ancam Vale dengan Penciutan Lahan Tambang Jika Kasih Harga Divestasi Kemahalan

Bisnis | Rabu, 22 November 2023 | 12:21 WIB

Bos Vale Indonesia Buka Suara Soal MIND Kuasai 34 Persen Saham INCO

Bos Vale Indonesia Buka Suara Soal MIND Kuasai 34 Persen Saham INCO

Bisnis | Senin, 20 November 2023 | 10:59 WIB

Pemerintah Selangkah Lagi Jadi Pemegang Saham Terbesar Vale Indonesia (INCO)

Pemerintah Selangkah Lagi Jadi Pemegang Saham Terbesar Vale Indonesia (INCO)

Bisnis | Minggu, 19 November 2023 | 11:33 WIB

Tak Sampai 121 Brand, Ini Daftar Lengkap Produk Pro Israel yang Harus Diboikot Versi BDS Indonesia

Tak Sampai 121 Brand, Ini Daftar Lengkap Produk Pro Israel yang Harus Diboikot Versi BDS Indonesia

News | Selasa, 14 November 2023 | 19:16 WIB

Jrengg! DPR Tolak Perpanjangan Kontrak Vale, Jika Menteri ESDM Tak Lakukan Ini

Jrengg! DPR Tolak Perpanjangan Kontrak Vale, Jika Menteri ESDM Tak Lakukan Ini

Bisnis | Rabu, 30 Agustus 2023 | 13:00 WIB

Terkini

Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli

Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29 WIB

Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?

Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:11 WIB

Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!

Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:58 WIB

Pengusaha Jasa Kurir Janji Ikut Tekan Biaya Logistik Nasional yang Masih Tinggi

Pengusaha Jasa Kurir Janji Ikut Tekan Biaya Logistik Nasional yang Masih Tinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:55 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS dan Galeri 24 Stabil

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS dan Galeri 24 Stabil

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:44 WIB

BTN Pertimbangkan Lakukan Buyback Saham, Berapa Nilainya?

BTN Pertimbangkan Lakukan Buyback Saham, Berapa Nilainya?

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:08 WIB

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Rp2.673.000/Gram Hari Ini

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Rp2.673.000/Gram Hari Ini

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:01 WIB

Jepang dan Jerman Kekurangan Pekerja, Pemerintah Siapkan Talenta RI

Jepang dan Jerman Kekurangan Pekerja, Pemerintah Siapkan Talenta RI

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:54 WIB

Nilai Tukar Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Nilai Tukar Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:48 WIB

Jalur Selat Hormuz Mulai Normal, Harga Minyak Dunia Semakin Murah Jadi USD 76,71

Jalur Selat Hormuz Mulai Normal, Harga Minyak Dunia Semakin Murah Jadi USD 76,71

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:41 WIB