Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Pupuk Indonesia Tandatangani Kerjasama Pembiayaan Hijau Bersama Bank Mandiri

Iwan Supriyatna

Sabtu, 02 Desember 2023 | 21:22 WIB
Pupuk Indonesia Tandatangani Kerjasama Pembiayaan Hijau Bersama Bank Mandiri
Pupuk Indonesia (Persero) menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Suara.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, untuk penyusunan Environmental, Social, And Good Governance (ESG) Framework dan potensi pemberian pembiayaan hijau (green financing) berbasis Sustainability Linked Loan. 

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi dengan Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Usai penandatanganan, Rahmad menyampaikan bahwa Pupuk Indonesia bersama dengan Bank Mandiri memiliki tujuan yang selaras, yaitu membangun bisnis berkelanjutan dengan memperhatikan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) (environmental, social, governance). 

"Untuk mewujudkan visi sebagai industri pupuk dan petrokimia global, saat ini Pupuk Indonesia sedang memfokuskanberfokus pada kekuatan untuk mengakselerasi dan menciptakan masa depan baru melalui hilirisasi industri yang lebih ramah lingkungan. Sehingga implementasi aspek ESG menjadi instrumen sangat penting dalam pengembangan bisnis kedepannya," ujar Rahmad dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/12/2023).

Kerjasama ini, lanjut Rahmad, adalah bagian dari program Pupuk Indonesia untuk menekan emisi karbon yang sejalan dengan tema COP28 atau konferensi tingkat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Dubai saat ini. Dalam COP28, para pemimpin dunia petinggi negara berdiskusi dan berkolaborasi dalam cara membatasi dan mempersiapkan diri untukmemitigasi dampak dan risiko perubahan iklim di masa depan.

Dalam kerja sama yang ditandatanganidengan Bank Mandiri ini, Bank Mandiri akan menyalurkan pembiayaan kepada Pupuk Indonesia dengan akan mendapatkan pembiayaan berbasisskema Sustainability Linked Loan untuk berbagai proyek yang terkait dengan program ESGberkelanjutan.

Antara lain proyek investasi soda ash Gresik & Bontang, energi baru terbarukan (EBT), pembiayaan yang berkaitan dengan pembangunan hijau, serta pengelolaan sumber daya alam hayati yang secara berkelanjutan.

Sebagai informasi, Sustainability Linked Loan adalah instrumen pembiayaan dari perbankankeuangan yang memberikan insentif kepada debitur untuk mencapai tujuan kinerja berkelanjutan yang telah ditetapkan.

Dengan pembiayaan ini, Bank Mandiri dan Pupuk Indonesia menyepakati sepakat untuk menetapkanpenerapan target-target keberlanjutan yang harus dicapai oleh Pupuk Indonesia.

baca juga

Dalam kesepakatan ini, tambahnya, terdapat komponen perjanjian berupa aspek keberlanjutan, seperti pengurangan emisi karbon dan juga transisi menuju aktivitas bisnis yang lebih bertanggung jawab ramah lingkungan serta berdampak positif terhadap lingkungan dan masyarakatjuga sosial.

Sementara Kerjasama yang ditandatangani pada COP28 mendorong potensi Pupuk Indonesia memiliki untuk potensi besar untuk menjadi pemain utama di sektor energi bersih, baru dan terbarukan serta transisi energi menuju sistem energi rendah karbon.

Saat ini Pupuk Indonesia bersama beberapa mitra strategis tengah mengkaji dan mengembangkan infrastruktur energi bersih, yaitu seperti green hydrogen, blue ammonia, green ammonia, dan green methane.

Pengembangan industri hijau tersebut membutuhkan nilai investasi besar. Bukan hanya kebutuhan belanja modal saja, melainkan juga investasi untuk riset dan pengembangan.

Oleh karena itu, kerjasama kolaborasi dengan pihak perbankan yang saat ini juga gencar memberikandalam penyaluran green financing menjadi esensial dalam salah satu upaya pemenuhan memenuhi kebutuhan tersebut. 

“Karena ke depannya, Pupuk Indonesia berupaya untuk menjadiakan pionir industri hijau serta dengan transformasi operasional rendah emisi melalui membangun pabrik-pabrik pupuk yang lebih efisien, baik melalui revamping pabrik yang sudah tua, revitalisasi, hingga pembangunan pabrik baru dengan teknologi yang lebih rendah konsumsi energiadvanced,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perkuat Daya Saing Produk, Pupuk Indonesia Komitmen Terhadap Penerapan SNI

Perkuat Daya Saing Produk, Pupuk Indonesia Komitmen Terhadap Penerapan SNI

Bisnis | Sabtu, 18 November 2023 | 06:27 WIB

Pengembangan Industri Petrokimia Kunci Masa Depan Ketahanan Pangan Indonesia

Pengembangan Industri Petrokimia Kunci Masa Depan Ketahanan Pangan Indonesia

Bisnis | Rabu, 15 November 2023 | 11:39 WIB

Wamen BUMN Tinjau Persiapan Program Smart Precision Farming Besutan Petrokimia Gresik

Wamen BUMN Tinjau Persiapan Program Smart Precision Farming Besutan Petrokimia Gresik

Bisnis | Senin, 13 November 2023 | 08:44 WIB

Terkini

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:34 WIB

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:11 WIB

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:56 WIB

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:07 WIB

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:01 WIB

Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru

Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:40 WIB

Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun

Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:38 WIB

×