Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.610.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.820,790
LQ45 573,007
Srikehati 285,023
JII 338,419
USD/IDR 17.957

Indonesia dan Vietnam Sama-sama Incar Ini di Tahun 2045

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 22 Januari 2024 | 12:16 WIB
Indonesia dan Vietnam Sama-sama Incar Ini di Tahun 2045
Ilustrasi. Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan pernyataan resmi sebelum berkunjung ke Jepang di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Sabtu (16/12/2023). (Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Suara.com - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menghadiri secara langsung diskusi tingkat tinggi yang diselenggarakan oleh Perdana Menteri Vietnam, Pham Minh Chinh untuk pengembangan potensi kedua negara menjadi high income country di tahun 2045.

Diskusi ini dihadiri oleh pemimpin perusahaan Indonesia dan Vietnam dari berbagai sektor bisnis yang berkontribusi langsung terhadap pengembangan infrastruktur berkelanjutan. Natalia Rialucky selaku CEO dan Founder dari Fairatmos, turut hadir dalam diskusi tingkat tinggi sebagai perwakilan dari sektor teknologi iklim yang beroperasi di Asia Tenggara.

“Indonesia dan Vietnam memiliki visi yang sama yaitu untuk menjadi high income country di tahun 2045 dan untuk mewujudkannya kita memerlukan kekuatan kolaborasi termasuk kolaborasi di sektor bisnis” ujar Jokowi dikutip Senin (22/1/2024).

Dialog bisnis ini tidak hanya menjadi wadah penting bagi kedua negara untuk menjelajahi peluang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, tetapi juga menjadi landasan untuk memperkuat kerjasama dalam mengoptimalkan potensi bursa karbon di Indonesia yang mencapai lebih dari USD 200 miliar.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan akan terwujud dampak positif yang signifikan terhadap mitigasi perubahan iklim, pelestarian lingkungan, peningkatan aktivitas ekonomi hijau, dan juga peningkatan kesejahteraan masyarakan.

Indonesia, Vietnam, dan negara-negara Asia Tenggara berpotensi memanfaatkan Nature-based Solutions (NbS) untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan pariwisata berkelanjutan. NbS membantu mengurangi emisi, menjaga lingkungan, melindungi ekosistem alam, dan tingkatkan daya tarik pariwisata melalui pelestarian keanekaragaman hayati dan pemandangan alam yang khas.

Di Indonesia, implementasi NbS diharapkan dapat mengurangi emisi sebesar 200-300 juta metrik ton CO2e/tahun pada 2030 , sebanding dengan asumsi mengurangi emisi sekitar 42-63 juta kendaraan bermotor bensin per tahun . Langkah ini tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga memacu pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dalam sektor infrastruktur dan pariwisata

Natalia Rialucky Marsudi menyampaikan, "Aksi mitigasi perubahan iklim di sektor kehutanan sangatlah penting untuk menjadi pilar pengembangan ekonomi secara berkelanjutan baik bagi Indonesia dan Vietnam,"

Melalui sesi diskusi ini, Fairatmos memohon dukungan Presiden Republik Indonesia dan Perdana Menteri Vietnam untuk mendorong regulasi yang mendukung pertumbuhan ekosistem berkelanjutan, terutama dalam bidang karbon. Ketersediaan regulasi yang mendorong perdagangan karbon dan percepatan transisi menuju ekonomi rendah karbon merupakan beberapa poin utama yang disampaikan oleh Fairatmos. Hal ini akan menciptakan nilai ekonomi berbasis iklim yang berkelanjutan di Asia Tenggara dengan meningkatkan kerjasama regional dalam mitigasi perubahan iklim.

baca juga

Fairatmos bersama CT Group di Vietnam berkomitmen membuka peluang kemitraan untuk mempromosikan carbon offset. CT Group, perusahaan terkemuka dengan portofolio bisnis yang beragam, menjadi mitra strategis dalam mengurangi emisi karbon dan meningkatkan keberlanjutan di Vietnam.

“Mari kita berkolaborasi untuk membangun masa depan yang inklusif. Dengan bersama-sama, kita dapat menciptakan proyek-proyek inovatif yang tidak hanya memberikan manfaat lingkungan tetapi juga meningkatkan keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat setempat.” tutur Aruna Pradipta, VP of Climate Projects Fairatmos

Diskusi ini menjadi langkah strategis dalam menggalang kerjasama lintas batas dan menciptakan solusi yang tidak hanya mendukung keseimbangan lingkungan, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi kedua negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Media Jepang Berikan Julukan ke Asnawi Mangkualam, Bak Reptil Terkuat Asli Indonesia

Media Jepang Berikan Julukan ke Asnawi Mangkualam, Bak Reptil Terkuat Asli Indonesia

Bola | Senin, 22 Januari 2024 | 12:14 WIB

3 Kondisi Ini Bisa Bikin Timnas Indonesia Lolos Babak 16 Besar Piala Asia 2023

3 Kondisi Ini Bisa Bikin Timnas Indonesia Lolos Babak 16 Besar Piala Asia 2023

Bola | Senin, 22 Januari 2024 | 12:09 WIB

2 Kabar Jelek untuk Timnas Indonesia Jelang Berhadapan dengan Jepang di Piala Asia 2023

2 Kabar Jelek untuk Timnas Indonesia Jelang Berhadapan dengan Jepang di Piala Asia 2023

Bola | Senin, 22 Januari 2024 | 11:56 WIB

Terkini

Purbaya Akui Belum Terima Usulan Kemenhub soal Anggaran Flyover Kereta Api Rp 4 Triliun

Purbaya Akui Belum Terima Usulan Kemenhub soal Anggaran Flyover Kereta Api Rp 4 Triliun

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:15 WIB

Tren Remitansi Digital Kian Dilirik, Ini Deret Keunggulannya

Tren Remitansi Digital Kian Dilirik, Ini Deret Keunggulannya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:54 WIB

Polemik Revisi UU Hak Cipta: Nasib Musisi, UMKM Hingga Jurnalis Dipertaruhkan

Polemik Revisi UU Hak Cipta: Nasib Musisi, UMKM Hingga Jurnalis Dipertaruhkan

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:47 WIB

Ekonomi Sirkular Dinilai Bisa Ciptakan Peluang Usaha Baru, Industri Didorong Perbanyak Daur Ulang

Ekonomi Sirkular Dinilai Bisa Ciptakan Peluang Usaha Baru, Industri Didorong Perbanyak Daur Ulang

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:40 WIB

IHSG Jadi Bursa Kinerja Terburuk Global, Aksi Jual Saham Perbankan Tekan Perdagangan

IHSG Jadi Bursa Kinerja Terburuk Global, Aksi Jual Saham Perbankan Tekan Perdagangan

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:29 WIB

BUMI Ambles Terus-terusan, Segini Target Harga Sahamnya

BUMI Ambles Terus-terusan, Segini Target Harga Sahamnya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:20 WIB

ICW Soroti Business Judgment Rule Danantara: Jadi Solusi atau Masalah Baru?

ICW Soroti Business Judgment Rule Danantara: Jadi Solusi atau Masalah Baru?

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:10 WIB

IHSG Terus-terusan Anjlok ke Level 5.671 Hingga Sesi I, BBCA Masih Merah

IHSG Terus-terusan Anjlok ke Level 5.671 Hingga Sesi I, BBCA Masih Merah

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:48 WIB

Pemerintah Siapkan Aturan Insentif Pendanaan Hijau, Libatkan Perbankan dan Swasta

Pemerintah Siapkan Aturan Insentif Pendanaan Hijau, Libatkan Perbankan dan Swasta

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:33 WIB

Stok Minyak AS Ambles ke Level Terendah Sejak Era Perang Dingin

Stok Minyak AS Ambles ke Level Terendah Sejak Era Perang Dingin

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:28 WIB

×