Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dianggap tak akan berdaya jika Menteri Keuangan Sri Mulyani benar-benar akan mundur.
Hal tersebut dikatakan Pengamat politik Rocky Gerung dalam akun Youtubenya yang dilihat Jumat (2/2/2024).
"Luhut membenarkan sesuatu yang salah, bahwa Ibu Sri Mulyani enggak mundur, walaupun itu mendua sebenarnya," kata Rocky.
Rocky mengatakan bahwa Luhut hingga kini belum membenarkan isu bahwa Sri Mulyani akan mundur.
"Pak Luhut belum menginginkan Ibu Sri Mulyani mundur dan itu salah, karena artinya Ibu Sri Mulyani itu ada di bawah kendali Pak Luhut," katanya.
Tapi kata Rocky, apabila bendahara negara tersebut sudah mengambil keputusan, maka akan sangat sulit bagi Luhut.
Rocky juga menyoroti Sri Mulyani merupakan 'menteri teknokrat' yang sama sekali tidak terikat dengan kepentingan partai.
"Makanya Pak Jokowi lebih senang ambil ketua umum partai menjadi menteri," katanya.
Sebelumnya, Luhut membantah kabar soal isu Sri Mulyani akan mundur.

"Nggak Ada! Saya masih ketemu baik kok," kata Luhut singkat di Kantornya, Jakarta pada Jumat (26/1/2024).
Luhut mengakui saat ini ada isu sejumlah menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dikabarkan akan mundur, tapi kata dia hingga saat ini belum ada yang mengajukan keluar dari Kabinet Indonesia Maju.
"Silakan aja mundur. Sudah ditawarin mundur nggak mundur-mundur," kata Luhut.
Isu mundurnya Sri Mulyani pertama kali diungkapkan oleh ekonom senior Faisal Basri dalam sebuah diskusi baru-baru ini. Faisal bahkan mengatakan Sri Mulyani adalah menteri Jokowi yang paling siap mundur.
"Secara moral, saya dengar Bu Sri Mulyani paling siap untuk mundur. Pramono Anung (sekretaris kabinet) sudah gagap. Kan PDI (PDI Perjuangan) belain Jokowi terus, pusing," klaim Faisal dalam Political Economic Outlook 2024 di Tebet, Jakarta.
Yah dukungan Jokowi dalam konstetasi politik Pemilu 2024 terhadap pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menjadi alasan utama.