Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Pemerintah Stop Salurkan Bansos Beras, Wamen BUMN Buka Suara

Achmad Fauzi

Rabu, 07 Februari 2024 | 13:21 WIB
Pemerintah Stop Salurkan Bansos Beras, Wamen BUMN Buka Suara
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (kedua dari kiri) bersama Direktur Utama IFG Robertus Bilitea (ketiga dari kiri) dalam Konferensi Pers usai IFG Conference 2022 di Jakarta, Senin (30/5/2022). ANTARA/Agatha Olivia

Suara.com - Penyaluran bantuan sosial (bansos) pangan berupa beras dari pemerintah akan diberhentikan sementara. Pemberhentian sementara ini berlaku pada hari tenang pemilihan umum (Pemilu) 2024 mulai dari 11-14 Februari 2024.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmojo memastikan BUMN hanya sebagai penyelenggara penyaluran bansos beras saja.

Sehingga, bilang dia, BUMN tidak ikut terlibat dalam kebijakan pemberhentian sementara bansos beras.

"Wah saya nggak ikut kebijakan itu. Kita sama Bapanas memang bekerja sama. Bantuan pangan beras," ujar Kartika, di Jakarta, Rabu (7/2/2024).

Baca Juga
Tiba-Tiba Jokowi Setop Penyaluran Bansos Beras Mulai Besok, Ada Apa?

Ketika ditanya mengenai harga beras yang masih tinggi di masa pemilu ini, Pria yang akrab disapa Tiko ini tak menjawab secara gamblang. Mantan Bos Bank Mandiri itu meminta langsung bertanya ke BUMN terkait dalam hal ini Bulog.

"Disampaikan saja, kan beras memang masih mahal dan memang masih mahal dan masih banyak yang membutuhkan," ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah dalam hal ini Badan Pangan Nasional (Bapanas) akan mensetop penyaluran bansos beras mulai besok hari, Kamis (8/2/2024). Pemberhentian penyaluran pangan beras ini untuk menghormati Pemilu yang akan digelar pada pekan depan.

"Tanggal 8-9 Februari 2024 hari libur, tanggal 10 Februari 2024 terakhir kampanye, 11-13 Februari 2024 merupakan hari tenang dan 14 Februari 2024 hari pencoblosan," kata Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi kepada Suara.com Rabu (7/2/2024).

baca juga

Menurut Arief bantuan Pangan Pemerintah dihentikan sementara karena memang tidak ada politisasi Bantuan Pangan yang selama ini ditudingkan kepada Presiden Joko Widodo.

"Dihentikan sementara untuk menghormati Pemilu dan pemutakhiran data," katanya.

Ditambahkan dia pemerintah akan kembali menyalurkan bansos beras ini pada tanggal 15 Februari 2024.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiba-Tiba Jokowi Setop Penyaluran Bansos Beras Mulai Besok, Ada Apa?

Tiba-Tiba Jokowi Setop Penyaluran Bansos Beras Mulai Besok, Ada Apa?

Bisnis | Rabu, 07 Februari 2024 | 10:30 WIB

Kuota Impor Daging Sapi Harus Sesuai Rekomendasi Kementan

Kuota Impor Daging Sapi Harus Sesuai Rekomendasi Kementan

Bisnis | Rabu, 07 Februari 2024 | 06:03 WIB

Pemerintah Setop Pemberian Bansos Beras 10 Kg

Pemerintah Setop Pemberian Bansos Beras 10 Kg

Bisnis | Selasa, 06 Februari 2024 | 19:21 WIB

Terkini

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:37 WIB

Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%

Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:59 WIB

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:05 WIB

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:58 WIB

Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:53 WIB

Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN

Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:47 WIB

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22 WIB

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:16 WIB

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:57 WIB