LKPP Luncurkan Fitur Pengawasan e-Audit untuk Cegah Praktik Curang pada Katalog Elektronik

Fabiola Febrinastri

Rabu, 06 Maret 2024 | 17:53 WIB
LKPP Luncurkan Fitur Pengawasan e-Audit untuk Cegah Praktik Curang pada Katalog Elektronik
Logo LKPP (Dok: Istimewa)

Suara.com - Kemudahan proses bisnis katalog elektronik dengan tujuan menarik lebih banyak pelaku usaha kecil dan mikro untuk berpartisipasi dalam pengadaan barang/jasa pemerintah, menjadi celah yang dimanfaatkan para pelaku usaha ‘nakal’ untuk melanggar aturan dan syarat yang berlaku, sebagaimana tercantum dalam peraturan Kepala LKPP Nomor 122 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Katalog Elektronik.

Untuk itu, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah atau LKPP bersinergi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengidentifikasi empat anomali proses belanja melalui Katalog Elektronik.

Adapun anomali tersebut diantaranya, pertama, ketika pembelian barang dilakukan pada vendor yang sama secara terus menerus. Kedua, ketika barang yang dibeli mengalami kenaikan harga tiba-tiba, tapi setelah dibeli harga barang kembali turun.

Ketiga kecepatan transaksi pertama dari sejak produk tayang di Katalog Elektronik. Keempat adalah kecepatan status penyelesaian suatu transaksi yang kurang dari 60 menit.

Melihat praktik tersebut, LKPP tidak tinggal diam. LKPP bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia membangun aplikasi fitur pengawasan e-Audit, yang nantinya dapat diakses oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk melakukan pengawasan belanja pemerintah melalui katalog elektronik. Fitur tersebut resmi diluncurkan bertepatan dalam Rakornas Pencegahan Korupsi dalam Pengadaan Barang/Jasa, Rabu (6/3/2024), di Gedung Juang KPK RI, Jakarta.

Kepala LKPP, Hendrar Prihadi  mengatakan, dengan fitur pengawasan katalog elektronik, APIP diharapkan dapat terbantu lebih cepat mengidentifikasi adanya potensi penyimpangan proses pengadaan melalui dashboard yang akan menampilkan rincian transaksi e-Purchasing.

“Mereka (pelaku usaha dan pelaku pengadaan) bisa melakukan tindakan diluar aturan dan kebijakan yang ditetapkan, namun perlu diingat bahwa LKPP bersama para APIP mengawasi segala bentuk tindakan yang dilakukan oleh para penyedia katalog elektronik,” kata Hendi.

Melalui lkpp.bigbox.co.id, dashboard ini adalah bentuk respons LKPP sehingga seluruh proses PBJ dapat diketahui publik. Dengan transparansi, mudah-mudahan bisa diketahui dan dapat ditelusuri jika ada indikasi yang tidak beres.

Mari mengawal bersama implementasi e-Audit, maka pelaksanaan PBJ akan menjadi lebih baik dan uang negara bisa kita jaga bersama.

baca juga

Plt. Deputi Bidang Transformasi Pengadaan Digital LKPP, Patria Susantosa dalam sebuah kesempatan mengatakan, katalog elektronik merupakan marketplace pemerintah yang dapat mempercepat proses dan transparan, namun  tidak dapat menjadi penjamin tidak terjadinya tindak pidana korupsi.

“Sebagus-bagusnya suatu sistem apabila pelakuknya bersekongkol maka sistem tersebut akan jebol juga. Oleh karena itu, APIP dapat mengakses dan melakukan pengawasan pada proses PBJ, APIP dapat membaca apakah ada ketidakwajaran, penyimpangan, atau tidak dalam proses pbj,” kata Patria.

Sejalan dengan hal tersebut, CEO GovTech Procurement, Rahmat Danu Andika mengatakan bahwa aplikasi yang dikembangkan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian dari para pelaku pengadaan termasuk pelaku usaha, bahwa proses transaksi yang dilakukan seluruhnya diawasi oleh banyak pihak.

“Fitur ini dibangun untuk bisa memberikan lebih banyak insight kepada APIP atas data-data pengadaan yang saat ini kian melonjak. Seperti layaknya CCTV atau kamera pengawas, diharapkan semua yang terlibat di pengadaan barang dan jasa pemerintah semakin menyadari bahwa sistem pengawasan sudah semakin baik, demi tercapainya pengadaan pemerintah yang transparan dan bebas korupsi,” ujar Andika.

Dengan dilakukannya monitoring dan evaluasi proses pengadaan barang/jasa melalui fitur e-Audit, fraud atau kecurangan yang dapat berujung sebagai tindak pidana korupsi dapat dicegah sehingga proses pengadaan barang/jasa pemerintah yang lebih efektif, efisien, transparan dan bebas korupsi akan terwujud.

Selain itu, LKPP menekankan pentingnya menjadi pelaku pengadaan yang jujur dan berintegritas untuk bersama mewujudkan pengadaan yang beretika.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LKPP Wujudkan Pembangunan Desa yang Hebat Lewat Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

LKPP Wujudkan Pembangunan Desa yang Hebat Lewat Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

Bisnis | Senin, 04 Maret 2024 | 11:40 WIB

Edukasi Para Perangkat Desa, LKPP Gelar Sosialisasi PBJ di Desa di Lingkungan Banyumas

Edukasi Para Perangkat Desa, LKPP Gelar Sosialisasi PBJ di Desa di Lingkungan Banyumas

News | Jum'at, 01 Maret 2024 | 12:30 WIB

LKPP Berkomitmen untuk Wujudkan Pengadaan Pemerintah yang Berkelanjutan

LKPP Berkomitmen untuk Wujudkan Pengadaan Pemerintah yang Berkelanjutan

News | Jum'at, 01 Maret 2024 | 09:26 WIB

Kementerian/Lembaga Mulai Gunakan Produk UMKM untuk Pengadaan Barang dan Jasa

Kementerian/Lembaga Mulai Gunakan Produk UMKM untuk Pengadaan Barang dan Jasa

Bisnis | Selasa, 07 November 2023 | 17:47 WIB

Hendrar Prihadi Dilantik Jadi Kepala LKPP Baru, Jokowi Beri Tugas Khusus Ini

Hendrar Prihadi Dilantik Jadi Kepala LKPP Baru, Jokowi Beri Tugas Khusus Ini

News | Senin, 10 Oktober 2022 | 14:36 WIB

Dilantik Jokowi Jadi Kepala LKPP, Hendrar Prihadi: Presiden Ingin UMKM Diperhatikan

Dilantik Jokowi Jadi Kepala LKPP, Hendrar Prihadi: Presiden Ingin UMKM Diperhatikan

Bisnis | Senin, 10 Oktober 2022 | 14:13 WIB

Terkini

KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan

KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan

Sulsel | Kamis, 17 September 2026 | 17:53 WIB

Sidang Korupsi Haji, Gus Alex Singgung Nama Nusron Wahid: Tunggu Saja, Biar Dia Muncul

Sidang Korupsi Haji, Gus Alex Singgung Nama Nusron Wahid: Tunggu Saja, Biar Dia Muncul

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:52 WIB

Sidang Perdana Digelar, Roy Suryo cs: Jaksa Tak Punya Nyali Datangkan Jokowi Jadi Saksi

Sidang Perdana Digelar, Roy Suryo cs: Jaksa Tak Punya Nyali Datangkan Jokowi Jadi Saksi

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:51 WIB

Financial Anxiety: Saat Memikirkan Uang Lebih Melelahkan dari Mencari Uang

Financial Anxiety: Saat Memikirkan Uang Lebih Melelahkan dari Mencari Uang

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 17:45 WIB

SAR Perluas Pencarian 129 Penumpang KM Virgo Transport 8

SAR Perluas Pencarian 129 Penumpang KM Virgo Transport 8

Foto | Kamis, 17 September 2026 | 17:42 WIB

Tren Aplikasi Ringkasan Buku: Solusi Hemat Waktu atau Ancaman Daya Kritis?

Tren Aplikasi Ringkasan Buku: Solusi Hemat Waktu atau Ancaman Daya Kritis?

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 17:40 WIB

Akui Data Bansos Belum Akurat, Mensos Janji Tuntaskan Aduan Warga dalam Sepekan

Akui Data Bansos Belum Akurat, Mensos Janji Tuntaskan Aduan Warga dalam Sepekan

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:37 WIB

Daftar Penerima MBG Dirombak, 1.653 Sekolah Dicoret!

Daftar Penerima MBG Dirombak, 1.653 Sekolah Dicoret!

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:36 WIB

Soal Beras Fortifikasi Palsu: Pakar UGM Sebut Tak Bisa Dibedakan dengan Mata dan Lidah

Soal Beras Fortifikasi Palsu: Pakar UGM Sebut Tak Bisa Dibedakan dengan Mata dan Lidah

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:32 WIB

Draf Regulasi Tak Kunjung Diproses Setneg, Natalius Pigai Mengaku Sudah Hopeless

Draf Regulasi Tak Kunjung Diproses Setneg, Natalius Pigai Mengaku Sudah Hopeless

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:25 WIB

×