Masuk Dalam Daftar PSN, Saham BSDE Hingga PANI Langsung Meroket

Achmad Fauzi

Senin, 25 Maret 2024 | 12:16 WIB
Masuk Dalam Daftar PSN, Saham BSDE Hingga PANI Langsung Meroket
Ilustrasi saham (Pexels.com/AnnaNekrashevich)

Suara.com - Harga saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) langsung meroket pada sesi I perdagangan Senin (25/3/2024).

Hal ini setelah adanya penetapan pemerintah soal Proyek Strategis Nasional (PSN), di mana Kawasan BSD dan PIK 2 masuk dalam daftar.

Berdasarkan data RTI, harga saham BSDE melonjak 2,04 persen atau naik 20 poin pada perdagangan sesi I Senin seharga Rp 1.000 per lembar saham.

Sedangkan, harga saham PANI juga naik 4,69 persen atai naik 250 poin menjadi seharga Rp 5.575 per lembar saham.

Sebelumnya, seperti dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (25/3/2024), pengembangan kawasan PIK 2 ini akan memakan biaya investasi sebesar Rp 65 triliun.

Dalam keterangannya, Kemenko Perekonomian menegaskan pengembangan PSN PIK 2 ini menggunakan sumber dana non Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Artinya, pemerintah tidak akan mengeluarkan dana sepeser pun dalam pengembangan kawasan PIK 2.

Pemerintah akan menggandeng pengembang kawasan PIK 2 untuk membiayai semua pengembangan PIK 2.

Adapun, proyek pengembangan PIK 2 ini bisa menyerap sekitar 6.235 tenaga kerja langsung dan 13.550 tenaga kerja. Kawasan ini juga terhubung dengan Jalan Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg yang telah mulai digarap pada tahun 2023 lalu.

Pengembangan wilayah berbasis hijau dengan luas lebih kurang 1.756 Ha dinamakan "Tropical Coastland" serta ditujukan sebagai destinasi pariwisata baru yang berbasis hijau guna meningkatkan attractiveness bagi wisatawan.

baca juga

Kemudian, pengembangan Kawasan Terpadu Bumi Serpong Damai yang diperkirakan akan menyerap investasi sebesar Rp18,54 triliun. Proyek ini didukung oleh Menteri Kesehatan yang telah menerbitkan Surat Rekomendasi untuk Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus di Kawasan BSD City.

Pengembangan Kawasan Terpadu di Bumi Serpong Damai tidak dilakukan pada keseluruhan Kawasan BSD, tetapi hanya untuk kawasan dengan luasan sekitar 59,6 Ha. Pengembangan wilayah tersebut akan difokuskan pada Pendidikan - Biomedical – Digital. Proyek ini sejalan dengan rencana pengembangan Biomedical Campus Terintegrasi di area tersebut untuk mendukung program pengembangan kualitas pendidikan dan kualitas penanganan kesehatan (medis) secara nasional.

Kawasan ini nantinya juga akan dikembangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang mengembangkan Pendidikan, Riset Kesehatan, Ekonomi Digital, Pengembangan Teknologi, Layanan Kesehatan dan Biomedical.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Butuh Investasi Rp 65 Triliun Kembangkan PIK 2, Pakai Uang Negara?

Butuh Investasi Rp 65 Triliun Kembangkan PIK 2, Pakai Uang Negara?

Bisnis | Senin, 25 Maret 2024 | 11:03 WIB

Jadi Proyek Strategis Nasional, PIK 2 Mau Diubah Jadi Kawasan Hijau dan Eco City

Jadi Proyek Strategis Nasional, PIK 2 Mau Diubah Jadi Kawasan Hijau dan Eco City

Bisnis | Senin, 25 Maret 2024 | 10:18 WIB

Ada 'Udang' Dibalik Jokowi Jadikan Kawasan PIK dan BSD Proyek Strategis Nasional

Ada 'Udang' Dibalik Jokowi Jadikan Kawasan PIK dan BSD Proyek Strategis Nasional

Bisnis | Kamis, 21 Maret 2024 | 12:25 WIB

Terkini

PKS Buka Peluang Gulirkan Hak Angket Ijazah Gibran Usai Dapat Sinyal Positif dari PDIP

PKS Buka Peluang Gulirkan Hak Angket Ijazah Gibran Usai Dapat Sinyal Positif dari PDIP

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:41 WIB

Demonstrasi Makin Marak, Pakar Sentil Lambatnya Respon Pemerintah, Rakyat Jangan Terus Disalahkan

Demonstrasi Makin Marak, Pakar Sentil Lambatnya Respon Pemerintah, Rakyat Jangan Terus Disalahkan

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:41 WIB

3 Parfum Lokal yang Cocok Dipakai saat Musim Hujan, dari Aroma Woody Hangat hingga Manis Nyaman

3 Parfum Lokal yang Cocok Dipakai saat Musim Hujan, dari Aroma Woody Hangat hingga Manis Nyaman

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:40 WIB

Rupiah Makin Terpuruk! Dolar AS Tembus Rp18.184, Asing Ramai-Ramai Keluar

Rupiah Makin Terpuruk! Dolar AS Tembus Rp18.184, Asing Ramai-Ramai Keluar

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:40 WIB

Kupas Tuntas Gaya Kalcer Honda Genio, Motor Retro yang Paham Kebutuhan Komuter dan Punya Warna Baru

Kupas Tuntas Gaya Kalcer Honda Genio, Motor Retro yang Paham Kebutuhan Komuter dan Punya Warna Baru

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:40 WIB

Tak Perlu Mahal, Ini 4 Lip Balm untuk Bibir Hitam dan Kering di Bawah Rp30 Ribu

Tak Perlu Mahal, Ini 4 Lip Balm untuk Bibir Hitam dan Kering di Bawah Rp30 Ribu

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:40 WIB

Persib Waspada! Igor Tolic Akui Melbourne Victory Punya Transisi Permainan Mematikan

Persib Waspada! Igor Tolic Akui Melbourne Victory Punya Transisi Permainan Mematikan

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:39 WIB

Mainkan Peran Ganda di Film Kembar Tak Sama, Endy Arfian Bongkar Tantangan Terberatnya

Mainkan Peran Ganda di Film Kembar Tak Sama, Endy Arfian Bongkar Tantangan Terberatnya

Entertainment | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:39 WIB

Rupiah Kian Letoi, BI Bilang MSCI dan Konflik Timteng Jadi Biang Kerok

Rupiah Kian Letoi, BI Bilang MSCI dan Konflik Timteng Jadi Biang Kerok

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:33 WIB

Demo Hari Sumpah Pemuda, Massa Kepatihan Tuntut UMK Rp4,6 Juta dan Turunkan Prabowo

Demo Hari Sumpah Pemuda, Massa Kepatihan Tuntut UMK Rp4,6 Juta dan Turunkan Prabowo

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:32 WIB

×