Hasil Labfor Kematian Sutrimo Segera Keluar, Polisi: Banyaknya Sampel Jadi Alasan Pemeriksaan Lama

Muhamad Yasir, Adiyoga Priyambodo

Sabtu, 12 September 2026 | 14:19 WIB
Hasil Labfor Kematian Sutrimo Segera Keluar, Polisi: Banyaknya Sampel Jadi Alasan Pemeriksaan Lama
Proses ekshumasi jenazah Sutrimo (42) di Pemakaman Umum Bantaragung, Desa Wlahara, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Rabu (12/8/2026). [Istimewa]
baca 10 detik
  • Polda Metro Jaya segera mengumumkan hasil uji laboratorium forensik terkait kasus kematian Sutrimo.
  • Proses pemeriksaan memakan waktu lama karena banyaknya sampel ekshumasi yang harus dianalisis secara mendalam dan ilmiah.
  • Polisi juga mendalami permintaan keluarga untuk memeriksa saksi serta menyelidiki berbagai dugaan terkait kasus tersebut.

Suara.com - Polda Metro Jaya memastikan hasil pemeriksaan laboratorium forensik (labfor) terkait kasus kematian Sutrimo segera diumumkan. Polisi menyebut proses pemeriksaan membutuhkan waktu karena sampel yang diambil saat ekshumasi cukup banyak dan harus dianalisis secara spesifik.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri terkait hasil pemeriksaan tersebut.

"InsyaAllah dalam waktu dekat dari Puslabfor Polri akan menyerahkan hasil final dari laboratorium terhadap pengecekan sampel-sampel atau pemeriksaan atau uji laboratorium terhadap sampel-sampel yang diambil pada saat pelaksanaan eksumasi," kata Budi di Mapolda Metro jaya, Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

Budi menjelaskan lamanya proses pemeriksaan bukan tanpa alasan. Banyaknya sampel yang diambil dari tubuh Sutrimo saat ekshumasi membuat pemeriksaan harus dilakukan secara menyeluruh dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

"Kenapa ini waktunya cukup panjang? Sampel yang diambil itu cukup banyak dari bagian-bagian yang dilaksanakan pada saat pelaksanaan eksumasi, sehingga proses pemeriksaannya harus betul-betul spesifik dan secara keilmuan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Dia memastikan polisi akan menyampaikan perkembangan kasus setelah menerima hasil final pemeriksaan dari Puslabfor Polri.

"InsyaAllah dalam waktu yang tidak lama kami akan segera menyampaikan informasi terkait perkembangan yang kami peroleh pasca kami menerima hasil uji laboratorium dari Laboratorium Forensik Polri," katanya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. [Suara.com/Adiyoga]
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. [Suara.com/Adiyoga]

Dalami Peran Febrio

Hasil labfor menjadi salah satu bagian penting dalam penyidikan kematian Sutrimo. Polisi sebelumnya juga menyatakan akan mendalami permintaan keluarga agar staf administrasi Kejaksaan Agung, Febrio Adiono, diperiksa sebagai saksi.

baca juga

Keluarga menilai Febrio mengetahui sejumlah rangkaian peristiwa sebelum hingga setelah Sutrimo ditemukan meninggal. Febrio disebut sebagai pihak yang mengantar jenazah Sutrimo sekaligus orang yang diduga mengambil keputusan agar korban tidak menjalani autopsi.

Selain itu, keluarga masih mempertanyakan telepon genggam milik Sutrimo yang hingga kini belum ditemukan.

Kasus tersebut juga dikaitkan dengan transaksi Rp5 juta yang masuk ke rekening Sutrimo pada 15 Juli 2026. Keluarga menduga uang tersebut berkaitan dengan permintaan agar Sutrimo kembali ke Jakarta dari Banyumas.

Transfer tersebut disebut berasal dari perempuan berinisial YLD yang diduga merupakan ajudan mantan Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah.

Keluarga juga menduga Sutrimo sebelumnya memilih pulang ke Banyumas karena khawatir dengan proses penggeledahan di kediaman Febrie terkait penyidikan dugaan korupsi dan pencucian uang.

Di sisi lain, kuasa hukum Febrie membantah posisi Sutrimo sebagai kepala rumah tangga (karumga) Febrie. Sutrimo disebut bekerja untuk menjaga bangunan Klinik Mordent yang saat ini sudah kosong.

Seluruh informasi tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman penyidik dalam mengungkap rangkaian peristiwa kematian Sutrimo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiga Tersangka Penganiayaan Bambang Ditangkap, Terungkap dari Sidik Jari Gelas dan Piring

Tiga Tersangka Penganiayaan Bambang Ditangkap, Terungkap dari Sidik Jari Gelas dan Piring

News | Sabtu, 12 September 2026 | 14:02 WIB

Hanya Pengalihan Arus, Polisi Pastikan Tak Ada Penutupan Jalan Saat Persija Vs Persib di SUGBK

Hanya Pengalihan Arus, Polisi Pastikan Tak Ada Penutupan Jalan Saat Persija Vs Persib di SUGBK

News | Jum'at, 11 September 2026 | 18:36 WIB

Jamin Keamanan Investasi, Kapolri Perintahkan Sikat Habis Premanisme di Kawasan Industri!

Jamin Keamanan Investasi, Kapolri Perintahkan Sikat Habis Premanisme di Kawasan Industri!

News | Jum'at, 11 September 2026 | 14:02 WIB

Terkini

Pelajaran Memaafkan di Buku Panduan Jalan-Jalan Aman Bersama Mama Macan

Pelajaran Memaafkan di Buku Panduan Jalan-Jalan Aman Bersama Mama Macan

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 07:00 WIB

Cara Memasak Nasi di Rice Cooker Tidak Kering atau Benyek, Segini Ukuran Airnya

Cara Memasak Nasi di Rice Cooker Tidak Kering atau Benyek, Segini Ukuran Airnya

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 06:55 WIB

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

×