Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.565.000
Beli Rp2.437.000
IHSG 6.039,521
LQ45 598,887
Srikehati 293,773
JII 363,965
USD/IDR 18.094

Usai Jadi TPN Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid Lapor Laba Bersih Emitennya Anjlok 73,6%

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 02 April 2024 | 12:57 WIB
Usai Jadi TPN Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid Lapor Laba Bersih Emitennya Anjlok 73,6%
PT Indika Energy Tbk (INDY) harus menelan pil pahit karena laba bersih perusahaan mengalami penurunan yang cukup dalam sepanjang tahun 2023 lalu.

Suara.com - PT Indika Energy Tbk (INDY) harus menelan pil pahit karena laba bersih perusahaan mengalami penurunan yang cukup dalam sepanjang tahun 2023 lalu.

Dalam laporan keuangan INDY pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (2/4/2024) tertulis laba bersih hanya senilai USD119,68 juta pada tahun 2023, atau anjlok 73,6% dibanding tahun 2022 yang mencapai USD452,67 juta.

Kondisi ini membuat laba per saham dasar melorot ke level USD0,023 per lembar pada akhir tahun 2023. Sedangkan di akhir tahun 2022 berada di level USD0,0869 per helai.

Direktur Utama INDY Arsjad Rasjid melaporkan pendapatan perusahaan mencapai USD3,026 miliar pada tahun 2023. Hasil itu turun 30,1% dibanding tahun 2022 yang mencapai USD4,334 miliar.

Hal ini terjadi karena nilai ekspor batu bara yang turun 35,02% secara tahunan menjadi USD2,174 miliar pada tahun 2023. Begitu juga dengan penjualan batu bara ke pasar dalam negeri yang merosot 6,4% secara tahunan menjadi USD478,4 juta.

Setali tiga uang, pendapatan kontrak jasa pertambangan longsor 23,4% secara tahunan menjadi USD274,69 juta.

Demikian juga dengan pendapatan perdagangan lainnya menyusut 16,9% secara tahunan menjadi USD98,997 juta.

Walau beban pokok kontrak dan penjualan dapat ditekan sedalam 14,2% secara tahunan menjadi USD2,474 miliar pada tahun 2023. Tapi laba kotor tetap terpapas 62% secara tahunan yang tersisa USD551,97 juta.

Sementara itu, jumlah kewajiban berkurang 22,9% secara tahunan menjadi USD1,735 miliar pada tahun 2023.

baca juga

Pada sisi lain, total ekuitas bertambah 2,7% secara tahunan menjadi USD1,377 miliar pada tahun 2023. Patut dicermati, kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi tercatat senilai USD199,08 juta pada tahun 2023. Pasalnya, kas hasil dari operasi hanya sebesar USD535,23 juta.

Pada saat yang sama, INDY harus membayar pajak penghasilan dan pajak lainnya senilai USD676,33 juta dan beban keungan senilai USD81,455 juta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Laba Bersih Anak Usaha Garuda Indonesia GMFI Melonjak Jadi 20,2 Juta Dolar AS di 2023

Laba Bersih Anak Usaha Garuda Indonesia GMFI Melonjak Jadi 20,2 Juta Dolar AS di 2023

Bisnis | Senin, 01 April 2024 | 17:29 WIB

Kantongi Laba Bersih Rp432 Miliar, Investor CNAF Kipas-kipas Nikmati Dividen 30%

Kantongi Laba Bersih Rp432 Miliar, Investor CNAF Kipas-kipas Nikmati Dividen 30%

Bisnis | Senin, 01 April 2024 | 15:44 WIB

Pesta Emas dan Tembaga Bubar! Laba Bersih Amman Mineral Anjlok 76,9 Persen di 2023

Pesta Emas dan Tembaga Bubar! Laba Bersih Amman Mineral Anjlok 76,9 Persen di 2023

Bisnis | Rabu, 27 Maret 2024 | 15:15 WIB

Terkini

Ketegangan AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak

Ketegangan AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:18 WIB

Rupiah Menguat ke Rp18.048 per Dolar AS, Inflasi Amerika yang Melandai Jadi Pendorong Utama

Rupiah Menguat ke Rp18.048 per Dolar AS, Inflasi Amerika yang Melandai Jadi Pendorong Utama

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:05 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Melonjak Jadi Rp2.635.000 per Gram Hari Ini

Tahan Beli, Harga Emas Antam Melonjak Jadi Rp2.635.000 per Gram Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:59 WIB

IHSG Betah di Zona Hijau, PRDL Langsung ARA

IHSG Betah di Zona Hijau, PRDL Langsung ARA

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:15 WIB

Daftar Lengkap Harga Jual dan Buyback Emas Pegadaian per 15 Juli 2026

Daftar Lengkap Harga Jual dan Buyback Emas Pegadaian per 15 Juli 2026

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:07 WIB

Harga Bright Gas Turun Mulai 14 Juli, Tabung 12 Kg Kini Rp220.00

Harga Bright Gas Turun Mulai 14 Juli, Tabung 12 Kg Kini Rp220.00

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:59 WIB

Nyontek Dubai, Bali Mau Jadi Pusat Keuangan Dunia

Nyontek Dubai, Bali Mau Jadi Pusat Keuangan Dunia

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:47 WIB

KAEF Siapkan Produksi 500 Juta Tablet per Tahun Dukung Eliminasi TB

KAEF Siapkan Produksi 500 Juta Tablet per Tahun Dukung Eliminasi TB

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:09 WIB

BEI Tiba-tiba Minta Investor Jangan Panik: Mohon Tenang dan Tetap Rasional!

BEI Tiba-tiba Minta Investor Jangan Panik: Mohon Tenang dan Tetap Rasional!

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:06 WIB

Perkara Eks Jampidsus Dilimpahkan ke Kejagung, KPK Lacak 'LHKPN Palsu' Febrie Adriansyah

Perkara Eks Jampidsus Dilimpahkan ke Kejagung, KPK Lacak 'LHKPN Palsu' Febrie Adriansyah

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55 WIB

×