Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Kurs Rupiah Bisa Tembus Rp16.500 per Dolar AS! Erick Thohir Khawatir Dampak Perang Meluas

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 19 April 2024 | 11:20 WIB
Kurs Rupiah Bisa Tembus Rp16.500 per Dolar AS! Erick Thohir Khawatir Dampak Perang Meluas
Ilustrasi [Antara]

Suara.com - Menteri BUMN, Erick Thohir mengkhawatirkan nilai tukar Rupiah (IDR) bisa tembus Rp16.500. Hal ini bisa terjadi jika  tensi geopolitik tak kunjung mereda.

Seperti yang diketahui, konflik dunia saat ini tengah memanas usai Iran dan Israel saling serang menggunakan roket dan drone militer. Sementara, di tempat lain, genosida Palestina oleh Israel, konflik Sudan dan konflik Rusia-Ukraina juga belum mereda.

Hal ini lantas membuat inflasi di Amerika Serikat sebesar 3,5 persen yang membuat kebijakan the Fed untuk menurunkan suku bunga acuan (Fed Fund Rate) tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.

Erick menyebut bahwa situasi ini telah menyebabkan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah, serta kenaikan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dan Brent masing-masing mencapai 85,7 dolar AS dan 90,5 dolar AS per barel.

Dia juga mengungkapkan bahwa harga minyak tersebut bahkan diperkirakan dapat mencapai 100 dolar AS per barel jika konflik semakin meluas dan melibatkan Amerika Serikat.

Erick juga menyampaikan bahwa kedua faktor tersebut telah menyebabkan pelemahan rupiah menjadi kisaran Rp16.000-Rp16.300 per dolar AS dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, nilai tukar tersebut dapat mencapai lebih dari Rp16.500 jika situasi tidak mereda.

Menurut Erick, situasi ekonomi dan geopolitik tersebut telah dan akan berdampak pada Indonesia melalui aliran keluar modal asing yang akan menyebabkan pelemahan rupiah dan kenaikan imbal hasil obligasi. Selain itu, biaya impor bahan baku dan pangan juga semakin meningkat karena gangguan dalam rantai pasok.

"Dan akan menggerus neraca perdagangan Indonesia," ujar Erick, dikutip dari Antara.

Ia lantas mengimbau BUMN untuk bersiap menghadapi dampak dari ketidakstabilan ekonomi dan geopolitik global.

Erick menekankan perlunya BUMN mengambil langkah-langkah cepat untuk mengurangi dampak global dengan meninjau kembali biaya operasional, belanja modal, serta utang yang akan jatuh tempo. Mereka juga perlu meninjau rencana aksi korporasi dan melakukan uji stres untuk mengevaluasi kondisi BUMN dalam situasi terkini.

Ia juga meminta BUMN perbankan untuk menjaga proporsi kredit yang terdampak oleh fluktuasi nilai tukar rupiah, suku bunga, dan harga minyak.

Erick juga menyoroti BUMN yang terpengaruh oleh impor bahan baku dan memiliki utang luar negeri besar seperti Pertamina, PLN, BUMN Farmasi, dan MIND ID, untuk membeli dolar AS dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Selain itu, mereka juga diminta untuk melakukan kajian sensitivitas terhadap pembayaran pokok dan bunga utang yang akan jatuh tempo dalam dolar.

Bagi BUMN yang berorientasi pada pasar ekspor seperti Pertambangan MIND ID dan perkebunan PTPN, Erick menyarankan agar mereka memanfaatkan tren kenaikan harga untuk melindungi neraca perdagangan.

Erick juga menyarankan agar BUMN yang memiliki utang luar negeri atau berencana menerbitkan instrumen dalam dolar AS mempertimbangkan opsi hedging untuk mengurangi dampak fluktuasi kurs.

Ia menegaskan pentingnya bagi semua BUMN untuk tetap waspada dan memantau situasi saat ini, mengingat kemungkinan adanya kenaikan tingkat suku bunga dalam waktu dekat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Erick Thohir Ungkap Dua Penyebab Nilai Tukar Rupiah Turun, Salah Satunya Israel

Erick Thohir Ungkap Dua Penyebab Nilai Tukar Rupiah Turun, Salah Satunya Israel

Bisnis | Jum'at, 19 April 2024 | 11:10 WIB

Israel Lancarkan Serangan Balasan ke Iran Pake Rudal, Pangkalan Udara di Isfahan Jadi Target

Israel Lancarkan Serangan Balasan ke Iran Pake Rudal, Pangkalan Udara di Isfahan Jadi Target

News | Jum'at, 19 April 2024 | 11:06 WIB

Dirut BRI Tanggapi Permintaan Menteri BUMN: Kita Siapkan Skenario Hadapi Kondisi Geopolitik Global

Dirut BRI Tanggapi Permintaan Menteri BUMN: Kita Siapkan Skenario Hadapi Kondisi Geopolitik Global

Bri | Jum'at, 19 April 2024 | 10:56 WIB

Iran: Kejahatan Rezim Israel di Palestina Penyebab Konflik Timur Tengah

Iran: Kejahatan Rezim Israel di Palestina Penyebab Konflik Timur Tengah

Bisnis | Jum'at, 19 April 2024 | 10:31 WIB

Erick Thohir Siapkan BUMN Antisipasi Dampak Ekonomi dan Geopolitik Global

Erick Thohir Siapkan BUMN Antisipasi Dampak Ekonomi dan Geopolitik Global

News | Jum'at, 19 April 2024 | 08:47 WIB

Garuda Muda Taklukkan Australia 1-0, Jadi Modal Besar Lawan Yordania

Garuda Muda Taklukkan Australia 1-0, Jadi Modal Besar Lawan Yordania

Your Say | Jum'at, 19 April 2024 | 07:17 WIB

Terkini

Harga Pangan Nasional 7 Mei 2026: Bawang Merah Meroket, Cabai dan Minyak Goreng Ikut Naik

Harga Pangan Nasional 7 Mei 2026: Bawang Merah Meroket, Cabai dan Minyak Goreng Ikut Naik

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:58 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini 7 Mei 2026 Naik ke Rp17.336, Ini Penyebabnya

Kurs Rupiah Hari Ini 7 Mei 2026 Naik ke Rp17.336, Ini Penyebabnya

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:38 WIB

BI: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Meroket

BI: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Meroket

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:22 WIB

IHSG Lanjutkan Tren Penguatan Pagi Ini, Melesat ke Level 7.100

IHSG Lanjutkan Tren Penguatan Pagi Ini, Melesat ke Level 7.100

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:14 WIB

Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni

Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:02 WIB

Emas Antam Terus Meroket, Hari Ini Harganya Rp 2,84 Juta/Gram

Emas Antam Terus Meroket, Hari Ini Harganya Rp 2,84 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:55 WIB

Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya

Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:08 WIB

BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata

BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:02 WIB

Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap

Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:01 WIB

Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?

Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:52 WIB