Negara-Negara dengan Permasalahan Banjir dan Air Bakal Berbagi Edukasi di WWF 2024

Selasa, 23 April 2024 | 14:05 WIB
Negara-Negara dengan Permasalahan Banjir dan Air Bakal Berbagi Edukasi di WWF 2024
Kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Sebagai ilustrasi [Pexel].

Suara.com - Indonesia menjadi tuan rumah World Water Forum atau WWF 2024, yang bakal berlangsung di Bali pada 18–25 Mei 2024.

Dikutip dari kantor berita Antara, World Water Forum ke-10 akan fokus kepada empat pembahasan, yaitu konservasi air (water conservation), air bersih dan sanitasi (clean water and sanitation), ketahanan pangan dan energi (food and energy security), serta mitigasi bencana alam (mitigation of natural disasters).

Sebanyak 244 sesi dalam forum WWF 2024 diharapkan mampu memberikan hasil konkret mengenai pengelolaan air terpadu untuk pulau-pulau kecil atau Integrated Water Resources Management (IWRM) on Small Islands, pembentukan pusat keunggulan atau praktik terbaik untuk ketahanan air dan iklim atau Centre of Excellence on Water and Climate Resilience (COE), dan penetapan Hari Danau Sedunia.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan bahwa Indonesia bakal mengusulkan pendirian Centre of Excellence on Water and Climate Resilience dalam WWF 2024. Tujuannya menghadapi masalah tata kelola air akibat perubahan iklim.

"Centre of Excellence (COE) ini adalah jawaban dari tantangan iklim di dunia yang kita hadapi sekarang," papar Endra S. Atmawidjaja, Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan pada Selasa (23/4/2024).

Ia menambahkan bahwa dalam pendirian COE itu, Indonesia akan menyasar penguatan kerja sama Selatan-Selatan atau South-South Cooperation (SSC).

Melalui COE, negara-negara Selatan yang memiliki masalah terkait banjir, sedimen akibat erupsi yang merusak sungai, dan masalah pengelolaan air lainnya akan saling mengedukasi, bertukar pikiran, dan berbagi pengalaman untuk mencari solusi terbaik yang dapat diimplementasikan.

Dicontohkannya Sabo Training Center di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dapat menjadi bagian dari COE di masa yang akan datang.

Dengan mengembangkan Sabo lebih jauh, Yogyakarta dapat menjadi tempat belajar bagi negara-negara Selatan terkait tata kelola air dan ketahanan iklim.

Baca Juga: Perpamsi: Forum di Bali Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Air Indonesia

"Kami harapkan, tidak terlalu lama sesudah WWF mungkin setahun setelah WWF, Centre of Excellence ini sudah terwujud," kata Endra S. Atmawidjaja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI