Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

BI Naikkan Suku Bunga Acuan, Ini 3 Dampak yang Bisa Terjadi

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 24 April 2024 | 15:41 WIB
BI Naikkan Suku Bunga Acuan, Ini 3 Dampak yang Bisa Terjadi
Gubernur BI, Perry Warjiyo. (Dokumentasi Humas Bank Indonesia)

Suara.com - Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate, sebesar 25 basis poin menjadi 6,25 persen. Keputusan ini diambil untuk memperkuat stabilitas nilai tukar dan mengantisipasi dampak negatif dari ketidakpastian global terhadap pertumbuhan ekonomi.

Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang diselenggarakan pada 23-24 April 2024, BI juga memutuskan untuk meningkatkan suku bunga deposit facility sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen, dan suku bunga lending facility sebesar 25 basis poin menjadi 7 persen.

"Kenaikan suku bunga ini untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari kemungkinan memburuknya risiko global serta sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap dalam sasaran," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur BI Bulan April 2024 di Jakarta, Rabu (24/4/2024)

Perry menuturkan keputusan tersebut juga untuk memastikan inflasi tetap dalam sasaran 2,5 plus minus satu persen pada 2024 dan 2025 sejalan dengan stance kebijakan moneter yang pro-stability.

Lantas, apa dampak kenaikan suku bunga acuan BRI atau BI Rate? Berikut ulasan dari Suara.com mengutip berbagai sumber.

1. KPR dan Kredit Kendaraan

Prediksi pertama, kenaikan suku bunga acuan akan turut berdampak pada sektor perbankan dan lembaga keuangan. Salah satu yang paling terlihat adalah biaya kredit ke bank menjadi semakin mahal, termasuk KPR dan cicilan kendaraan bermotor.

2. Masyarakat Pilih Menabung

Kenaikan harga, suku bunga acuan tinggi dan pelemahan Rupiah terhadap USD diprediksi membuat masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah memilih untuk menyimpan uang mereka dalam bentuk tabungan atau deposito. Dampaknya, geliat ekonomi berpotensi melemah.

3. Penyaluran Kredit Turun

Seperti yang sudah disinggung pada poin pertama, lantaran kredit yang semakin melonjak. Masyarakat lantas semakin menjauh dari perkreditan dan membuat penyaluran kredit macet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siap-siap Bunga Kredit Bank Melonjak, BI-Rate Naik 6,25%

Siap-siap Bunga Kredit Bank Melonjak, BI-Rate Naik 6,25%

Bisnis | Rabu, 24 April 2024 | 15:29 WIB

BRI Tetapkan High Coverage Ratio Antisipasi Risiko Makroekonomi Tinggi

BRI Tetapkan High Coverage Ratio Antisipasi Risiko Makroekonomi Tinggi

Bisnis | Kamis, 18 April 2024 | 11:19 WIB

BI Rate Diprediksi Bertahan di 6 Persen, Alasannya Bikin Was-was

BI Rate Diprediksi Bertahan di 6 Persen, Alasannya Bikin Was-was

Bisnis | Selasa, 19 Maret 2024 | 11:44 WIB

Menantikan Suku Bunga Acuan Turun Demi Kredit Rumah Murah

Menantikan Suku Bunga Acuan Turun Demi Kredit Rumah Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Maret 2024 | 16:38 WIB

Harga Emas Pecah Rekor Lagi

Harga Emas Pecah Rekor Lagi

Bisnis | Selasa, 05 Maret 2024 | 10:58 WIB

Obligasi Diyakini Bakal Positif Imbas Ketidakpastian Soal Pilpres Mulai Berkurang

Obligasi Diyakini Bakal Positif Imbas Ketidakpastian Soal Pilpres Mulai Berkurang

Bisnis | Selasa, 27 Februari 2024 | 17:11 WIB

Terkini

Perusahaan Entertaiment Jumbo Mau IPO, Clue-nya Miliki Kebun Binatang

Perusahaan Entertaiment Jumbo Mau IPO, Clue-nya Miliki Kebun Binatang

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:48 WIB

Badan Ekspor Mirip Orde Baru? Ekonom CELIOS Wanti-Wanti Risiko Monopoli dan Rente Negara

Badan Ekspor Mirip Orde Baru? Ekonom CELIOS Wanti-Wanti Risiko Monopoli dan Rente Negara

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:32 WIB

Lampaui Standar IMF, Ini Alasan Cadangan Devisa Indonesia Diklaim Kebal Krisis Global

Lampaui Standar IMF, Ini Alasan Cadangan Devisa Indonesia Diklaim Kebal Krisis Global

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:31 WIB

Developer RI Kini Bisa Bangun AI Trading Langsung ke Bursa Kripto

Developer RI Kini Bisa Bangun AI Trading Langsung ke Bursa Kripto

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:11 WIB

Rupiah Melemah, Penjualan Hewan Kurban Tetap Bergairah Jelang Iduladha 2026

Rupiah Melemah, Penjualan Hewan Kurban Tetap Bergairah Jelang Iduladha 2026

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:02 WIB

Rupiah Jebol Rp17.700, Dasco Batal Sambangi BI di Tengah Kepanikan Pasar

Rupiah Jebol Rp17.700, Dasco Batal Sambangi BI di Tengah Kepanikan Pasar

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:34 WIB

Kebun Binatang Raksasa RI Siap Melantai di BEI, Taman Safari Segera IPO?

Kebun Binatang Raksasa RI Siap Melantai di BEI, Taman Safari Segera IPO?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:17 WIB

Menkeu Purbaya Buka Suara soal Pembentukan Badan Ekspor

Menkeu Purbaya Buka Suara soal Pembentukan Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:09 WIB

Purbaya Klaim Rupiah Masih Aman usai Suntik Pakai APBN Rp 2 Triliun

Purbaya Klaim Rupiah Masih Aman usai Suntik Pakai APBN Rp 2 Triliun

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:52 WIB

Rupiah Tembus Rp17.679, Gelombang PHK Massal Menanti di Depan Mata

Rupiah Tembus Rp17.679, Gelombang PHK Massal Menanti di Depan Mata

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:46 WIB