Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.610.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.820,790
LQ45 573,007
Srikehati 285,023
JII 338,419
USD/IDR 17.957

Gandeng Mitra Strategis, SSIA Tandatangani Perjanjian Pengalihan Saham Anak Usaha Senilai Rp 3,1 Triliun

Iwan Supriyatna

Jum'at, 17 Mei 2024 | 06:15 WIB
Gandeng Mitra Strategis, SSIA Tandatangani Perjanjian Pengalihan Saham Anak Usaha Senilai Rp 3,1 Triliun
Ilustrasi uang (Pexels/Karolina Grabowska )

Suara.com - Dalam rangka pengembangan bisnis perseroan, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) dengan PT Anarawata Puspa Utama (APU) telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham dan Pengambilan Saham-Saham Baru atas perusahaan anak PT Suryacipta Swadaya (SCS).

Melalui perjanjian yang ditandatangani ini, SSIA dan APU telah menyepakati rencana transaksi dengan total nilai mencapai Rp3,1 triliun, dalam bentuk pengambilalihan 55.808.781 saham SCS milik SSIA senilai Rp169,8 miliar dan pengambilan seluruh saham baru yang akan diterbitkan SCS sejumlah 962.701.486 saham dengan nilai Rp2,9 triliun oleh APU.

Setelah dilakukannya Rencana Transaksi, SCS masih akan tetap menjadi perusahaan anak yang terkonsolidasi pada SSIA, dimana SSIA akan memiliki 1.771.928.821 saham pada SCS atau mewakili 63,5% dari seluruh modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam SCS.

Sebagai tindak lanjut, Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham atas rencana transaksi ini melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) SSIA yang akan diselenggarakan pada tanggal 21 Juni 2024.

“Kami terus fokus mengembangkan bisnis SSIA guna mewujudkan visi kami building a better Indonesia. Salah satu strategi kami dalam mengembangkan bisnis adalah dengan menggandeng investor strategis yang memiliki visi dan tujuan yang sama. Kami sangat senang dapat bermitra dengan APU dan kami optimistis hal ini dapat membawa SSIA menjadi lebih besar dan lebih banyak membawa manfaat bagi shareholder dan stakeholder kami,” kata Presiden Direktur PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) Johannes Suriadjaja ditulis Jumat (17/5/2024).

“Dengan adanya investor strategis melalui Rencana Transaksi ini akan semakin memperkuat struktur permodalan SCS dengan mengurangi hutang bank dan secara tidak langsung mengurangi biaya bunga serta menambah ekuitas yang akan membuat SCS menjadi lebih kompetitif. Dengan adanya tambahan dana dari Investor Strategis, SCS akan lebih cepat dalam pengembangan Kawasan Industri Subang Smartpolitan sehingga akan lebih menarik bagi para calon pembeli Kawasan Industri Subang Smartpolitan,” terang Johannes Suriadjaja.

Saat ini, kinerja perseroan menunjukkan performa yang prima. Tiga bisnis utama SSIA diperkirakan akan berkinerja sangat baik pada tahun ini, khususnya dalam penjualan lahan Industri yang menunjukkan siklus naik seperti tahun 2010-2011. SSIA melihat minat yang luar biasa dari investor terutama dari China, untuk menanamkan investasi di Suryacipta City of Industry, Karawang serta Subang Smartpolitan.

Buktinya, pada 30 April 2024, salah satu pelopor global dalam industri kendaraan listrik (EV) yaitu BYD telah menjadi salah satu tenant utama Subang Smartpolitan. Saat ini, BYD menjadi penyewa terbesar pertama Subang Smartpolitan dengan menempati area lebih dari 108 hektar. Pendirian pabrik EV oleh BYD di Subang Smartpolitan sendiri menandai langkah penting dalam mendorong mobilitas berkelanjutan di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Sementara di Suryacipta City of Industry, Karawang, perusahaan motor listrik nomor 1 di Tiongkok PT Yadea Teknologi Indonesia telah melakukan groundbreaking pabrik manufakturnya pada Senin, 13 Mei 2024 silam. Pabrik manufaktur Yadea di Suryacipta yang berdiri di area seluas 27 Ha ini akan menjadi pabrik terbesarnya di Asia Tenggara dan merupakan pabrik Yadea kedelapan secara global.

baca juga

Perkembangan positif ini mendorong Perseroan untuk menaikkan target penjualan pemasaran FY24 untuk Suryacipta City of Industry Karawang dan Subang Smartpolitan dari 65 hektar menjadi 184 hektar (atau nilai penjualan setara Rp2,2 triliun).

Besarnya minat investor untuk masuk ke Suryacipta City of Industry Karawang dan Subang Smartpolitan berdampak positif pada kinerja PT Suryacipta Swadaya (SCS) pula. Pada kuartal I 2024, SCS melaporkan pendapatan sebesar Rp146,8 miliar, naik 85,8% dari Rp79,0 miliar pada 1Q23.

Kenaikan pendapatan terutama disebabkan oleh adanya peningkatan penjualan tanah yang tercatat yaitu sebesar 1.192,2% (Rp67,6 miliar pada 1Q24 vs Rp5,2 miliar pada 1Q23).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Bulan Mei Begitu Suram Bagi Para Investor Saham?

Kenapa Bulan Mei Begitu Suram Bagi Para Investor Saham?

Bisnis | Kamis, 16 Mei 2024 | 17:52 WIB

Investor Bingung IHSG Turun 3% Sejak Awal Tahun, Mosaic Tawarkan Strategi Investasi dan Rekomendasi Saham

Investor Bingung IHSG Turun 3% Sejak Awal Tahun, Mosaic Tawarkan Strategi Investasi dan Rekomendasi Saham

Bisnis | Kamis, 16 Mei 2024 | 10:21 WIB

Banyak Saham Berfundamental Bagus Turun Harga Karena Faktor Geopolitik Timur Tengah

Banyak Saham Berfundamental Bagus Turun Harga Karena Faktor Geopolitik Timur Tengah

Bisnis | Rabu, 15 Mei 2024 | 06:10 WIB

Terkini

BUMI Ambles Terus-terusan, Segini Target Harga Sahamnya

BUMI Ambles Terus-terusan, Segini Target Harga Sahamnya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:20 WIB

ICW Soroti Business Judgment Rule Danantara: Jadi Solusi atau Masalah Baru?

ICW Soroti Business Judgment Rule Danantara: Jadi Solusi atau Masalah Baru?

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:10 WIB

IHSG Terus-terusan Anjlok ke Level 5.671 Hingga Sesi I, BBCA Masih Merah

IHSG Terus-terusan Anjlok ke Level 5.671 Hingga Sesi I, BBCA Masih Merah

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:48 WIB

Pemerintah Siapkan Aturan Insentif Pendanaan Hijau, Libatkan Perbankan dan Swasta

Pemerintah Siapkan Aturan Insentif Pendanaan Hijau, Libatkan Perbankan dan Swasta

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:33 WIB

Stok Minyak AS Ambles ke Level Terendah Sejak Era Perang Dingin

Stok Minyak AS Ambles ke Level Terendah Sejak Era Perang Dingin

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:28 WIB

Pemerintah Intervensi Harga LNG, Apa Jadi Penyebab Harganya Mahal?

Pemerintah Intervensi Harga LNG, Apa Jadi Penyebab Harganya Mahal?

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:16 WIB

Dolar AS Perkasa: Rupiah Tertekan, Yen Jepang Jatuh ke Level Terendah dalam 4 Dekade

Dolar AS Perkasa: Rupiah Tertekan, Yen Jepang Jatuh ke Level Terendah dalam 4 Dekade

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:51 WIB

Harga Pangan Nasional Kompak Turun Hari Ini: Cabai Rawit Merah Masih Bertahan di Atas Rp57 Ribu

Harga Pangan Nasional Kompak Turun Hari Ini: Cabai Rawit Merah Masih Bertahan di Atas Rp57 Ribu

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:47 WIB

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Turun Lagi! Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Turun Lagi! Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:26 WIB

BRI Peduli Latih 60 PMI Cirebon Jadi Wirausaha, Siap Bangun Usaha Mandiri

BRI Peduli Latih 60 PMI Cirebon Jadi Wirausaha, Siap Bangun Usaha Mandiri

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:24 WIB

×