Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.750.000
IHSG 7.094,526
LQ45 719,628
Srikehati 343,829
JII 483,464
USD/IDR 17.017

Sritex Pabrik Apa? Pabrik Tekstil Terbesar Se-Asia Tenggara, Terlilit Utang hingga Terancam Bangkrut

Rifan Aditya | Suara.com

Kamis, 20 Juni 2024 | 21:06 WIB
Sritex Pabrik Apa? Pabrik Tekstil Terbesar Se-Asia Tenggara, Terlilit Utang hingga Terancam Bangkrut
Ilustrasi Sritex SRIL - Sritex Pabrik Apa? Pabrik Tekstil Terbesar se-Asia Tenggara, Terlilit Utang hingga Terancam Bangkrut

Suara.com - Sekarang banyak orang jadi ingin tahu Sritex pabrik apa sejak dikabarkan bangkrut. Sritex merupakan sebutan populer untuk PT. Sri Rejeki Isman Tbk dan perusahaan ini memiliki kode saham SRIL. Jika kamu belum tahu Sritex pabrik apa, simak uraian profil Sritex di bawah ini.

Sritex pernah jadi sorotan ketika Prabowo-Gibran akan maju sebagai pasangan Presiden dan Wakil Presiden. Pada Januari 2024 lalu, Gibran bahkan sempat mengunjungi pabrik Sritex yang berlokasi di Sukaharjo dan ia juga menemui karyawan Sritex. 

Sritex atau PT. Sri Rejeki Isman Tbk merupakan salah satu perusahaan raksasa tekstik di Indonesia. Perusahaan ini didirikan tahun 1966 dan berkembang menjadi perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara. 

Perusahaan terkenal mampu memproduksi produk tekstil berkualitas tinggi seperti seragam militer, rompi anti peluru, dan tekstilrumah tangga. Perusahaan bahkan pernah mendapatkan pesanan dari Nato. Produk Sritex diekspor ke berbagai negara di kawasan Amerika Serika,Eropa, dan Timur Tengah.

Terlilit Utang

Sayangnya, pabrik tekstil terbesar Indonesia ini sudah tidak dapat menunjukkan keperkasaannya. Sritex dinyatakan pailit pada 2023 karena terjerat utang yang lebih banyak daripada nilai aset mereka. Berdasarkan laporan keuangan mereka, ekuitas perusahaan negatif, menandakan defisit modal dan kondisi perusahaan kritis.

Utang Sritex mencapai Rp24,3 triliun, jauh lebih banyak dari nilai asetnya yang hanya Rp10,3 triliun. Penurunan pendapatan secara drastis terjadi ketika terjadi pandemi Covid-19. Pandemi telah menghantam industri global dan Sritex ikut kena dampaknya.

Selain itu, Sritex tidak mampu bertahan dari persaingan ketat yang terjadi di pasar globa. Belum lagi, keuangan Sritex diperparah oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. 

Petinggi Sritex sedang melakukan upaya penyelamatan dengan melakukan restrukturisasi utang perusahaan. Kreditur menyetujui proposaltersebut, tetapi masa depan Sritex tetap masih belum pasti. 

Sejarah Sritex

Dikutip dari sritex.co.id, perusahaan didirikan oleh H.M Lukminto sebagai perusahaan perdagangan tradisional di Pasar Klewer, Solo tahun 1966. Di tahun 1968, H.M Lukminto membuka pabrik cetak pertamanya dan menghasilkan kain putih dan berwarna di Solo. 

Berlanjut di tahun 1978, Sritex terdaftar di Kementerian Perdagangan sebagai perseroan terbatas. Lalu di tahun 1982, didirikanlah pabrik tenun pertama. 

Masa Jaya Sritex

PT. Sri Rejeki Isman Tbk merupakan Perusahaan Tekstil dan Garment yang terintegrasi, terbesar di Asia Tenggara. [Bojonegorokab.go.id]
PT. Sri Rejeki Isman Tbk merupakan Perusahaan Tekstil dan Garment yang terintegrasi, terbesar di Asia Tenggara. [Bojonegorokab.go.id]

Tahun 1992 tampaknya menjadi permulaan masa jaya Sritex. Perusahaan memperluas pabrik dengan empat lini porduksi antara lain pemintalan, penenunan, sentuhan akhir, dan busana dalam satu atap. Dua tahun kemudian, perusahaan mendapatkan pesanan dari NATO dan tentara Jerman. 

Sejak itu, perusahaan semakin terkenal sebagai perusahaan raksasa yang memiliki kualitas tinggi. Sritex bahkan berhasil selamat dari krisis moneter di tahun 1998. Lepas dari krisis Moneter, di tahun 2001, Sritex melipatgandakan pertumbuhannya sampai delapan kali lipat. 

Di tahun 2013, Sritex melakukan penawaran saham kepada masyarakat umum. Dengan kode saham SRIL, Sritex melantai di Bursa Efek Indonesia. 

Perkembangan Sritex yang gemilang ini membuahkan penghargaan. Di tahun 2014, Iwan S. Lukminto mendapatkan anugerah penghargaan sebagai Businessman of the Year dari Majalah Forbes Indonesia dan juga sebagai EY Entrepreneur of the Year tahun 2014 dari Erns and Young. Akan tetapi sekitar sembilan tahun kemudian sejak saat itu, atau tahun 2023, perusahaan dinyatakan terlilit utang dan akan bangkrut jika tidak ada penyelamat keuangan mereka. 

Demikian itu informasi Sritex pabrik apa. Semoga bermanfaat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pabrik Terancam Bangkrut, Bos Sritex Ternyata Punya Museum Pribadi Simpan Mobil Klasik

Pabrik Terancam Bangkrut, Bos Sritex Ternyata Punya Museum Pribadi Simpan Mobil Klasik

Otomotif | Kamis, 20 Juni 2024 | 13:05 WIB

Profil Pabrik Tekstil Sritex: Dulu Bangga All In Prabowo-Gibran, Kini Terancam Gulung Tikar

Profil Pabrik Tekstil Sritex: Dulu Bangga All In Prabowo-Gibran, Kini Terancam Gulung Tikar

Lifestyle | Kamis, 20 Juni 2024 | 12:27 WIB

Zulhas Bantah Permendag No 8 Tahun 2024 Jadi Penyebab Perusahaan Tekstil Bangkrut

Zulhas Bantah Permendag No 8 Tahun 2024 Jadi Penyebab Perusahaan Tekstil Bangkrut

Bisnis | Kamis, 20 Juni 2024 | 12:00 WIB

Pabriknya Terancam Bangkrut, Bos Raksasa Tekstil Sritex Memohon Ini ke Gibran

Pabriknya Terancam Bangkrut, Bos Raksasa Tekstil Sritex Memohon Ini ke Gibran

Bisnis | Kamis, 20 Juni 2024 | 10:47 WIB

Menakar Kekayaan Bos Pabrik Tekstil Sritex, Kini Terancam Bangkrut Usai Sempat All In Prabowo-Gibran

Menakar Kekayaan Bos Pabrik Tekstil Sritex, Kini Terancam Bangkrut Usai Sempat All In Prabowo-Gibran

Lifestyle | Kamis, 20 Juni 2024 | 09:54 WIB

Terkini

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 20:05 WIB

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:38 WIB

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:05 WIB

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:58 WIB

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:44 WIB

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:41 WIB

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:46 WIB

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:39 WIB

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:20 WIB

Data BPS Ungkap Emas Deflasi di Maret 2026 Usai Inflasi 30 Bulan Beruntun

Data BPS Ungkap Emas Deflasi di Maret 2026 Usai Inflasi 30 Bulan Beruntun

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 15:40 WIB