Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.482,878
LQ45 745,920
Srikehati 348,189
JII 516,980
USD/IDR 17.107

Faktor Pemicu Pelemahan Rupiah Hari Ini, The Fed Jadi Penentu Arah Selanjutnya

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 02 Juli 2024 | 16:01 WIB
Faktor Pemicu Pelemahan Rupiah Hari Ini, The Fed Jadi Penentu Arah Selanjutnya
Ilustrasi [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa mengalami penurunan signifikan. Di tengah pasar yang menantikan rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS), rupiah ditutup melemah 75 poin atau 0,46 persen menjadi Rp16.396 per dolar AS, dibandingkan dengan posisi sebelumnya di Rp16.321 per dolar AS.

Faktor Penurunan Rupiah

Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra, dalam wawancaranya dengan ANTARA, menjelaskan bahwa para pelaku pasar saat ini masih waspada terhadap potensi tekanan lebih lanjut pada nilai tukar rupiah.

"Pekan ini banyak data penting dari Amerika Serikat yang akan dirilis, termasuk data tenaga kerja pemerintah yaitu non-farm payrolls," ujarnya, dikutip pada Selasa (2/7/2024).

Selain data tenaga kerja, pasar juga menantikan pidato dari gubernur bank sentral AS (The Fed) serta rilis notulen rapat The Fed yang dijadwalkan pada Kamis dini hari. "Pasar akan memantau apakah data ekonomi AS dan pernyataan dari bank sentral tersebut akan mendukung pemangkasan suku bunga acuan AS atau tidak," tambah Ariston.

Pergerakan JISDOR

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis oleh Bank Indonesia juga menunjukkan pelemahan. Pada perdagangan Selasa, JISDOR melemah ke level Rp16.384 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.355 per dolar AS.

Penurunan nilai tukar rupiah ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap data ekonomi AS yang diprediksi akan memberikan gambaran lebih jelas tentang kondisi tenaga kerja di negara tersebut. Data ini penting karena dapat mempengaruhi kebijakan suku bunga The Fed di masa mendatang.

Para pelaku pasar di Indonesia berharap bahwa data dan pernyataan dari The Fed akan memberikan sinyal positif yang dapat membantu memperkuat kembali nilai tukar rupiah. Hingga saat itu, volatilitas nilai tukar diperkirakan akan tetap tinggi.

Penurunan nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa mencerminkan ketidakpastian yang masih menghantui pasar global. Dengan banyaknya data penting yang akan dirilis dari AS, termasuk non-farm payrolls, serta pernyataan dari The Fed, pasar akan terus memantau perkembangan ini dengan cermat. Harapannya, data dan kebijakan yang dirilis akan memberikan dukungan terhadap stabilitas nilai tukar rupiah ke depannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Industri Penerbangan 'Menjerit' Tertekan Rupiah, INACA Minta Keringanan

Industri Penerbangan 'Menjerit' Tertekan Rupiah, INACA Minta Keringanan

Bisnis | Selasa, 02 Juli 2024 | 13:36 WIB

Nilai Tukar Rupiah Anjlok di Selasa Pagi

Nilai Tukar Rupiah Anjlok di Selasa Pagi

Bisnis | Selasa, 02 Juli 2024 | 10:42 WIB

Dibeberkan Saksi, Mark Up Harga Tanah Rumah DP 0 Rupiah Terungkap

Dibeberkan Saksi, Mark Up Harga Tanah Rumah DP 0 Rupiah Terungkap

News | Selasa, 02 Juli 2024 | 00:00 WIB

Faktor-Faktor Pendukung Penguatan Rupiah Hari Ini

Faktor-Faktor Pendukung Penguatan Rupiah Hari Ini

Bisnis | Senin, 01 Juli 2024 | 10:42 WIB

Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS di Pagi Hari Ini Jelang Rilis Data Inflasi

Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS di Pagi Hari Ini Jelang Rilis Data Inflasi

Bisnis | Senin, 01 Juli 2024 | 10:17 WIB

Rupiah Jeblok ke Level Rp16.416 per Dolar AS di Jumat Pagi

Rupiah Jeblok ke Level Rp16.416 per Dolar AS di Jumat Pagi

Bisnis | Jum'at, 28 Juni 2024 | 10:27 WIB

Terkini

Lolos dari Tekanan Global, IHSG Melenggang ke Zona Hijau di Sesi I

Lolos dari Tekanan Global, IHSG Melenggang ke Zona Hijau di Sesi I

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 13:12 WIB

Ramadan-Lebaran 2026 Jadi 'Booster' Konsumsi, Program Belanja Tembus Rp184,02 Triliun

Ramadan-Lebaran 2026 Jadi 'Booster' Konsumsi, Program Belanja Tembus Rp184,02 Triliun

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 13:11 WIB

Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN

Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 11:13 WIB

Negosiasi Buntu, Selat Hormuz Lumpuh Total! Pasar Minyak Dunia Akut

Negosiasi Buntu, Selat Hormuz Lumpuh Total! Pasar Minyak Dunia Akut

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 11:01 WIB

Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?

Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:53 WIB

OKX Ventures dan HashKey Capital Resmi Suntik CAEX Vietnam, Siapkan Modal Rp6 Triliun

OKX Ventures dan HashKey Capital Resmi Suntik CAEX Vietnam, Siapkan Modal Rp6 Triliun

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB

Ekspansi Agresif, Laba PT Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Tumbuh Solid 24 Persen di 2025

Ekspansi Agresif, Laba PT Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Tumbuh Solid 24 Persen di 2025

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:36 WIB

Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah

Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:59 WIB

Harga Emas Pegadaian Senin 13 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bertahan Stabil

Harga Emas Pegadaian Senin 13 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bertahan Stabil

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:54 WIB

Emas Antam Lagi Diobral, Harganya Rp 2.818.000 Juta/Gram

Emas Antam Lagi Diobral, Harganya Rp 2.818.000 Juta/Gram

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:46 WIB