Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Anggaran Pra Kerja Sudah Habis Rp 68 Triliun, Tapi Anak Muda Masih Banyak yang Nganggur: Siapa yang Salah?

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 04 Juli 2024 | 17:30 WIB
Anggaran Pra Kerja Sudah Habis Rp 68 Triliun, Tapi Anak Muda Masih Banyak yang Nganggur: Siapa yang Salah?
Core Indonesia

Suara.com - Program Kartu Pra Kerja telah digulirkan selama 5 tahun dengan total anggaran mencapai Rp 68 triliun di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Namun, demikian gelontoran anggaran jumbo ini tidak menjamin angka pengangguran di Indonesia berkurang justru sebaliknya makin bertambah banyak.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: Apakah program Pra Kerja benar-benar efektif dalam mengurangi pengangguran?

Isu ini menyeruak dalam diskusi Ruang Gagasan yang dipelopori oleh Core Indonesia bersama Suara.com bertajuk "Magang Sampai Jadi Pebisnis Muda? Emang Bisa? pada Kamis (4/7/2024).

Core Indonesia
Core Indonesia

Peneliti Muda Core Indonesia Fitri Yana lantas mempertanyakan efektivitas program Pra Kerja. Menurutnya program ini hanya memberikan pelatihan singkat dan tidak menjamin peserta mendapatkan pekerjaan. 

"Pelatihan singkat tapi tidak ada follow up selanjutnya dari pemerintah, ini yang menjadi masalah," kata Fitri mengawali diskusi.

Tak hanya itu kata dia para peserta juga mengeluhkan proses seleksi yang rumit dan kurangnya transparansi dalam penyaluran dana.

Pemerintah mengklaim bahwa program Pra Kerja telah membantu jutaan orang mendapatkan pekerjaan. Namun, data BPS menunjukkan bahwa angka pengangguran di Indonesia masih mencapai 8,1 juta orang pada Februari 2024. 

Yang menarik kata Fitri mayoritas pengangguran ini adalah para anak muda yang sebagian besar ikut pelatihan program Kartu Pra Kerja. 

"Dari data BPS menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka menurut kelompok umur didominasi oleh anak muda yang mencapai 16,42 persen dengan rata-rata usia 15-24 tahun," paparnya.

Hal ini menurut dia menunjukkan bahwa program Pra Kerja belum mampu memberikan solusi yang signifikan terhadap masalah pengangguran.

Ada beberapa faktor yang mungkin berkontribusi terhadap ketidakefektifan program Pra Kerja menurut Fitri. 

Pertama, program ini hanya berfokus pada pelatihan singkat, sedangkan banyak pengangguran yang membutuhkan pelatihan jangka panjang dan pendampingan untuk mendapatkan pekerjaan. 

Kedua, program ini tidak terhubung dengan pasar kerja atau kebutuhan industri, sehingga banyak peserta yang tidak mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan pelatihan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Generasi Milenial dan Gen Z Makin Sadar Akan Investasi, Ini Buktinya

Generasi Milenial dan Gen Z Makin Sadar Akan Investasi, Ini Buktinya

Bisnis | Kamis, 04 Juli 2024 | 13:09 WIB

Azriel Hermansyah Dibilang Pengangguran, Intip Kekayaan Sarah Menzel: Punya Hotel Berbintang

Azriel Hermansyah Dibilang Pengangguran, Intip Kekayaan Sarah Menzel: Punya Hotel Berbintang

Lifestyle | Rabu, 03 Juli 2024 | 10:55 WIB

Jemaah Haji Bikin Penumpang Pesawat Internasional Melonjak di Mei 2024

Jemaah Haji Bikin Penumpang Pesawat Internasional Melonjak di Mei 2024

Bisnis | Senin, 01 Juli 2024 | 15:22 WIB

Terkini

Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik

Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:24 WIB

ESDM Kantongi 24 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek PLTS

ESDM Kantongi 24 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek PLTS

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:09 WIB

Rohis Pegadaian Wujudkan Satu Ketulusan Sejuta Kebermanfaatan: Distribusi 4.500 Paket Daging Kurban

Rohis Pegadaian Wujudkan Satu Ketulusan Sejuta Kebermanfaatan: Distribusi 4.500 Paket Daging Kurban

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:07 WIB

Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham

Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:01 WIB

Memahami Pentingnya Layanan Keuangan Terdaftar dan Diawasi OJK

Memahami Pentingnya Layanan Keuangan Terdaftar dan Diawasi OJK

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:52 WIB

Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout

Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:48 WIB

Indodax Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Aceh yang Terdampak Bencana

Indodax Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Aceh yang Terdampak Bencana

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:45 WIB

Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?

Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:47 WIB

Resmi, Pemerintah Izinkan BLU Impor Minyak dan LPG

Resmi, Pemerintah Izinkan BLU Impor Minyak dan LPG

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:44 WIB

PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara

PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:18 WIB