Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Harga Tiket Mahal Jadi Alasan Pemerintah Turunkan Bea Masuk Impor Suku Cadang Pesawat

M Nurhadi

Kamis, 11 Juli 2024 | 14:37 WIB
Harga Tiket Mahal Jadi Alasan Pemerintah Turunkan Bea Masuk Impor Suku Cadang Pesawat
Ilustrasi. [Ist]

Suara.com - Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengadakan rapat untuk mengambil langkah-langkah guna menurunkan harga tiket pesawat di Indonesia. Luhut menyoroti fakta bahwa Indonesia memiliki tarif pesawat yang cukup tinggi di ASEAN setelah Brasil.

Dalam keterangan yang diunggahnya di akun Instagram pada Kamis (11/7), Luhut menekankan bahwa Cost per block hour (CBH) menjadi salah satu komponen biaya operasional pesawat yang paling besar dan perlu diidentifikasi secara detail. Untuk mengatasi hal ini, akan disusun strategi untuk mengurangi nilai CBH, dengan mempertimbangkan jenis pesawat dan layanan penerbangan.

Pemerintah juga sedang menggodok kebijakan pembebasan bea masuk barang impor yang diperlukan untuk mendukung operasional penerbangan. Menurut Luhut, ini termasuk dalam upaya untuk mempercepat kebijakan tersebut, di mana sebagian besar biaya berada pada perawatan setelah avtur.

"Kami berencana mengakselerasi kebijakan pembebasan bea masuk dan pembukaan lartas (larangan dan pembatasan) barang impor tertentu untuk kebutuhan penerbangan, di mana porsi perawatan berada di 16 persen keseluruhan setelah avtur," kata Luhut, dikutip pada Kamis (11/7/2024).

Luhut juga menjelaskan bahwa mekanisme pengenaan tarif berdasarkan sektor rute akan mempengaruhi tarif PPN Iuran Wajib Jasa Raharja (IWJR) dan Passenger Service Charge (PSC) yang dikenakan kepada penumpang yang melakukan transfer atau transit. Dia yakin bahwa penyesuaian mekanisme ini akan menghasilkan penurunan harga tiket pesawat yang signifikan.

"Mekanisme perhitungan tarif perlu disesuaikan berdasarkan biaya operasional maskapai per jam terbang, yang akan berdampak signifikan mengurangi beban biaya pada tiket penerbangan," kata dia.

Selain itu, Luhut juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap pendapatan dari kargo, yang sering kali diabaikan namun dapat menjadi pertimbangan dalam menetapkan Tarif Batas Atas (TBA) tiket pesawat. Semua langkah ini akan dipantau dan dievaluasi oleh Komite Supervisi Harga Tiket Pesawat Nasional setiap bulannya, sejak rapat ini diumumkan.

Dengan demikian, pemerintah berkomitmen untuk mengambil langkah konkret dalam mengatur dan menurunkan harga tiket pesawat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Luhut Sebut Tiket Pesawat RI Termahal ke-2 di Dunia

Luhut Sebut Tiket Pesawat RI Termahal ke-2 di Dunia

Bisnis | Kamis, 11 Juli 2024 | 14:28 WIB

Siap-Siap BBM Bersubsidi akan Segera Dibatasi Mulai 17 Agustus

Siap-Siap BBM Bersubsidi akan Segera Dibatasi Mulai 17 Agustus

Otomotif | Kamis, 11 Juli 2024 | 13:19 WIB

Era Prabowo Bensin Akan Lenyap, Digantikan Ini

Era Prabowo Bensin Akan Lenyap, Digantikan Ini

Bisnis | Kamis, 11 Juli 2024 | 12:00 WIB

Bersiap! Luhut Binsar Pandjaitan Sebut 17 Agustus BBM Subsidi Dibatasi

Bersiap! Luhut Binsar Pandjaitan Sebut 17 Agustus BBM Subsidi Dibatasi

Video | Rabu, 10 Juli 2024 | 16:13 WIB

Luhut Minta Masyarakat Bersiap, Subsidi BBM akan Dibatasi 17 Agustus 2024

Luhut Minta Masyarakat Bersiap, Subsidi BBM akan Dibatasi 17 Agustus 2024

Otomotif | Rabu, 10 Juli 2024 | 11:32 WIB

Siap-Siap Gigit Jari, Beli BBM Subsidi Dibatasi Mulai 17 Agustus

Siap-Siap Gigit Jari, Beli BBM Subsidi Dibatasi Mulai 17 Agustus

Bisnis | Rabu, 10 Juli 2024 | 08:57 WIB

Terkini

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:38 WIB

Komitmen Penegakan Hukum, BRI Bantul Dukung Pengusutan Korupsi Eks Mantri

Komitmen Penegakan Hukum, BRI Bantul Dukung Pengusutan Korupsi Eks Mantri

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:35 WIB

Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya

Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:31 WIB

×