Laba Bersih Barito Pacific Tumbuh Double Digit di Tengah Tantangan Industri Petrokimia

Iwan Supriyatna

Kamis, 01 Agustus 2024 | 06:40 WIB
Laba Bersih Barito Pacific Tumbuh Double Digit di Tengah Tantangan Industri Petrokimia
Ilustrasi Kalkulator (Pixabay/edar)

Suara.com - Pada paruh pertama 2024, realisasi kinerja keuangan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencerminkan adanya progres berkelanjutan pada pertumbuhan secara organik maupun anorganik, meskipun selama enam bulan pertama tahun ini masih dibayangi tantangan di industri petrokimia.

Berdasarkan laporan keuangan Barito Pacific (konsolidasian) untuk periode yang berakhir 30 Juni 2024 (unaudited), Perseroan berhasil membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD34 juta atau 13,3% dibandingkan dengan laba bersih di Semester I-2023 yang senilai USD30 juta.

Pertumbuhan laba bersih hingga double digit tersebut terutama dipengaruhi penurunan beban pokok pendapatan di Semester I-2024 sebesar 16,1% (year-on-year) menjadi USD914 juta. Kondisi ini sejalan dengan perolehan pendapatan BRPT di paruh pertama tahun ini yang menurun 15,6% (y-o-y) menjadi USD1,16 miliar.

“Hasil 6M24 kami mencerminkan kombinasi antara optimisme yang penuh kewaspadaaan dan tantangan berkelanjutan di sektor petrokimia global. Meskipun terjadi gejolak yang besar, kami terus menunjukkan ketahanan yang baik dan terus melanjutkan rencana ekspansi. Hal ini terlihat dari progres pertumbuhan organik dan serangkaian akuisisi untuk mendukung pertumbuhan ke depan,” ujar Direktur Utama BRPT, Agus Salim Pangestu ditulis Kamis (1/8/2024).

Agus menjelaskan, penurunan pendapatan BRPT secara konsolidasian di paruh pertama 2024 yang sebesar 15,6% lebih dipengaruhi oleh volatilitas yang terjadi di industri petrokimia global. Selain itu, terpengaruh pula oleh penerapan Turnaround Maintenance (TAM) yang sudah terjadwal di kompleks petrokimia Barito Pacific, serta adanya pemeliharaan di salah satu unit operasi panas bumi.

“TAM terjadwal di kompleks petrokimia kami merupakan aktivitas rutin untuk memastikan keandalan fasilitas dan memenuhi ketentuan peraturan yang berlaku. Kontribusi dari Sidrap I yang baru saja diakuisisi membantu mengurangi sebagian penurunan pendapatan, karena pada periode ini berhasil mencapai rekor produksi tertinggi sejak pertama kali beroperasi,” papar Agus.

Menurut dia, kontribusi dari Sidrap I tersebut menunjukkan nilai strategis yang diperoleh Perseroan dari penerapan strategi diversifikasi portofolio di sektor energi baru terbarukan (EBT).

Upaya mendorong pertumbuhan secara anorganik dilakukan BRPT dengan menerapkan proses akuisisi yang terfokus dan mengedepankan kemitraan strategis, sehingga langkah ini akan memperkuat posisi pasar Barito Pacific dan sekaligus memuluskan proses transisi menjadi pemain regional terkemuka.

Agus menyampaikan, kondisi yang dialami BRPT selama enam bulan pertama di 2024 tersebut berdampak terhadap kinerja operasional, tercermin dari EBITDA (konsolidasian) sebesar USD271 juta, dengan marjin EBITDA sebesar 23,4%. Rasio utang bersih terhadap ekuitas di Semester I-2024 relatif stabil sebesar 0,73x, yang sekaligus mencerminkan kuatnya komitmen menjaga profil keuangan yang sehat di tengah rencana ekspansi Perseroan.

baca juga

“Terlepas dari fluktuasi pasar, kondisi Barito Pacific terus menunjukkan ketahanan yang kokoh dengan profil likuiditas yang terjaga untuk dapat mendukung ekspansi yang sedang berlangsung dan memberikan kemampuan di dalam memanfaatkan peluang anorganik,” tutur Agus.

Seperti diketahui, pada Mei 2024, Chandra Asri Petrochemical (CAP) bersama Glencore Plc menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi seluruh kepemilikan Shell Singapore Pte Ltd pada Shell Energy Chemicals Park Singapore (SECP). Proses transaksi diperkirakan selesai pada akhir 2024 dan saat ini masih menunggu persetujuan regulator. Aksi korporasi ini diyakini akan memperkuat posisi dan meningkatkan daya saing Chandra Asri di market regional.

Pada segmen properti, lanjut Agus, BRPT telah memulai rencana pengembangan tahap awal untuk memperluas kawasan industri di Subang, dengan lokasi strategis yang berdekatan dengan Pelabuhan Patimban.

“Posisi prima ini akan menempatkan kami secara optimal dalam memanfaatkan peluang yang muncul dalam pengembangan fasilitas manufaktur otomotif dan selaras dengan rencana pemerintah untuk lebih meningkatkan investasi asing langsung (FDI),” paparnya.

Agus menambahkan, anak perusahaan BRPT, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga akan meningkatkan kapasitas aset panas bumi melalui program retrofit dan penambahan unit baru.

“BREN akan mengembangkan aset panas bumi greenfield di Hamiding dan Suoh Sekincau, serta mengembangkan Sidrap 2, yang diperkirakan mulai ditender pada paruh kedua tahun 2024,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Permendag 8/2024 Buat Industri Petrokimia Nasional Ketar-ketir

Permendag 8/2024 Buat Industri Petrokimia Nasional Ketar-ketir

Bisnis | Selasa, 09 Juli 2024 | 06:32 WIB

Perusahaan Petrokimia Asal Thailand Anggap Indonesia Pasar Paling Penting

Perusahaan Petrokimia Asal Thailand Anggap Indonesia Pasar Paling Penting

Bisnis | Kamis, 27 Juni 2024 | 17:46 WIB

'Si Sopir Angkot' Prajogo Pangestu Sahamnya Anjlok, Tak Lagi Orang Terkaya di Indonesia?

'Si Sopir Angkot' Prajogo Pangestu Sahamnya Anjlok, Tak Lagi Orang Terkaya di Indonesia?

Video | Minggu, 09 Juni 2024 | 07:05 WIB

Terkini

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

News | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

×