Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.610.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.820,790
LQ45 573,007
Srikehati 285,023
JII 338,419
USD/IDR 17.957

Laba Bersih Barito Pacific Tumbuh Double Digit di Tengah Tantangan Industri Petrokimia

Iwan Supriyatna

Kamis, 01 Agustus 2024 | 06:40 WIB
Laba Bersih Barito Pacific Tumbuh Double Digit di Tengah Tantangan Industri Petrokimia
Ilustrasi Kalkulator (Pixabay/edar)

Suara.com - Pada paruh pertama 2024, realisasi kinerja keuangan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencerminkan adanya progres berkelanjutan pada pertumbuhan secara organik maupun anorganik, meskipun selama enam bulan pertama tahun ini masih dibayangi tantangan di industri petrokimia.

Berdasarkan laporan keuangan Barito Pacific (konsolidasian) untuk periode yang berakhir 30 Juni 2024 (unaudited), Perseroan berhasil membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD34 juta atau 13,3% dibandingkan dengan laba bersih di Semester I-2023 yang senilai USD30 juta.

Pertumbuhan laba bersih hingga double digit tersebut terutama dipengaruhi penurunan beban pokok pendapatan di Semester I-2024 sebesar 16,1% (year-on-year) menjadi USD914 juta. Kondisi ini sejalan dengan perolehan pendapatan BRPT di paruh pertama tahun ini yang menurun 15,6% (y-o-y) menjadi USD1,16 miliar.

“Hasil 6M24 kami mencerminkan kombinasi antara optimisme yang penuh kewaspadaaan dan tantangan berkelanjutan di sektor petrokimia global. Meskipun terjadi gejolak yang besar, kami terus menunjukkan ketahanan yang baik dan terus melanjutkan rencana ekspansi. Hal ini terlihat dari progres pertumbuhan organik dan serangkaian akuisisi untuk mendukung pertumbuhan ke depan,” ujar Direktur Utama BRPT, Agus Salim Pangestu ditulis Kamis (1/8/2024).

Agus menjelaskan, penurunan pendapatan BRPT secara konsolidasian di paruh pertama 2024 yang sebesar 15,6% lebih dipengaruhi oleh volatilitas yang terjadi di industri petrokimia global. Selain itu, terpengaruh pula oleh penerapan Turnaround Maintenance (TAM) yang sudah terjadwal di kompleks petrokimia Barito Pacific, serta adanya pemeliharaan di salah satu unit operasi panas bumi.

“TAM terjadwal di kompleks petrokimia kami merupakan aktivitas rutin untuk memastikan keandalan fasilitas dan memenuhi ketentuan peraturan yang berlaku. Kontribusi dari Sidrap I yang baru saja diakuisisi membantu mengurangi sebagian penurunan pendapatan, karena pada periode ini berhasil mencapai rekor produksi tertinggi sejak pertama kali beroperasi,” papar Agus.

Menurut dia, kontribusi dari Sidrap I tersebut menunjukkan nilai strategis yang diperoleh Perseroan dari penerapan strategi diversifikasi portofolio di sektor energi baru terbarukan (EBT).

Upaya mendorong pertumbuhan secara anorganik dilakukan BRPT dengan menerapkan proses akuisisi yang terfokus dan mengedepankan kemitraan strategis, sehingga langkah ini akan memperkuat posisi pasar Barito Pacific dan sekaligus memuluskan proses transisi menjadi pemain regional terkemuka.

Agus menyampaikan, kondisi yang dialami BRPT selama enam bulan pertama di 2024 tersebut berdampak terhadap kinerja operasional, tercermin dari EBITDA (konsolidasian) sebesar USD271 juta, dengan marjin EBITDA sebesar 23,4%. Rasio utang bersih terhadap ekuitas di Semester I-2024 relatif stabil sebesar 0,73x, yang sekaligus mencerminkan kuatnya komitmen menjaga profil keuangan yang sehat di tengah rencana ekspansi Perseroan.

baca juga

“Terlepas dari fluktuasi pasar, kondisi Barito Pacific terus menunjukkan ketahanan yang kokoh dengan profil likuiditas yang terjaga untuk dapat mendukung ekspansi yang sedang berlangsung dan memberikan kemampuan di dalam memanfaatkan peluang anorganik,” tutur Agus.

Seperti diketahui, pada Mei 2024, Chandra Asri Petrochemical (CAP) bersama Glencore Plc menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi seluruh kepemilikan Shell Singapore Pte Ltd pada Shell Energy Chemicals Park Singapore (SECP). Proses transaksi diperkirakan selesai pada akhir 2024 dan saat ini masih menunggu persetujuan regulator. Aksi korporasi ini diyakini akan memperkuat posisi dan meningkatkan daya saing Chandra Asri di market regional.

Pada segmen properti, lanjut Agus, BRPT telah memulai rencana pengembangan tahap awal untuk memperluas kawasan industri di Subang, dengan lokasi strategis yang berdekatan dengan Pelabuhan Patimban.

“Posisi prima ini akan menempatkan kami secara optimal dalam memanfaatkan peluang yang muncul dalam pengembangan fasilitas manufaktur otomotif dan selaras dengan rencana pemerintah untuk lebih meningkatkan investasi asing langsung (FDI),” paparnya.

Agus menambahkan, anak perusahaan BRPT, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga akan meningkatkan kapasitas aset panas bumi melalui program retrofit dan penambahan unit baru.

“BREN akan mengembangkan aset panas bumi greenfield di Hamiding dan Suoh Sekincau, serta mengembangkan Sidrap 2, yang diperkirakan mulai ditender pada paruh kedua tahun 2024,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Permendag 8/2024 Buat Industri Petrokimia Nasional Ketar-ketir

Permendag 8/2024 Buat Industri Petrokimia Nasional Ketar-ketir

Bisnis | Selasa, 09 Juli 2024 | 06:32 WIB

Perusahaan Petrokimia Asal Thailand Anggap Indonesia Pasar Paling Penting

Perusahaan Petrokimia Asal Thailand Anggap Indonesia Pasar Paling Penting

Bisnis | Kamis, 27 Juni 2024 | 17:46 WIB

'Si Sopir Angkot' Prajogo Pangestu Sahamnya Anjlok, Tak Lagi Orang Terkaya di Indonesia?

'Si Sopir Angkot' Prajogo Pangestu Sahamnya Anjlok, Tak Lagi Orang Terkaya di Indonesia?

Video | Minggu, 09 Juni 2024 | 07:05 WIB

Terkini

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:03 WIB

Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888

Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:50 WIB

Kesempatan untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Kesempatan untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:30 WIB

Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah

Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:20 WIB

IHSG Dibuka Makin Tenggelam ke Level 5.801, BBCA Kembali Dijual Asing

IHSG Dibuka Makin Tenggelam ke Level 5.801, BBCA Kembali Dijual Asing

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:19 WIB

Daftar Calon IPO BEI 2026 Bertambah, Ada 8 Emiten Siap Melantai di Bursa Saham, Ini Bocorannya

Daftar Calon IPO BEI 2026 Bertambah, Ada 8 Emiten Siap Melantai di Bursa Saham, Ini Bocorannya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:12 WIB

Jurnalis Kawakan Karni Ilyas Duduki Komisaris Emiten Tambang DEWA, Ini Profilnya

Jurnalis Kawakan Karni Ilyas Duduki Komisaris Emiten Tambang DEWA, Ini Profilnya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:56 WIB

AHY Bidik Industri Kendaraan Listrik Nasional, Targetkan Brand EV Buatan Indonesia

AHY Bidik Industri Kendaraan Listrik Nasional, Targetkan Brand EV Buatan Indonesia

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:55 WIB

Paraguay Cuan Ratusan Miliar Usai Kalahkan Jerman di Laga Kontroversial

Paraguay Cuan Ratusan Miliar Usai Kalahkan Jerman di Laga Kontroversial

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:37 WIB

Tak Mau Investasi Hilirisasi Bernilai Jumbo Gagal, BP BUMN Gandeng KPK

Tak Mau Investasi Hilirisasi Bernilai Jumbo Gagal, BP BUMN Gandeng KPK

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:32 WIB

×