Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

34,57% Penduduk RI Masih Nggak Ngerti Jasa Keuangan

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 02 Agustus 2024 | 13:28 WIB
34,57% Penduduk RI Masih Nggak Ngerti Jasa Keuangan
Layanan jasa keuangan fintech Tunaiku Prioritas. [Dok Tunaiku Prioritas]

Suara.com - Masih banyak orang Indonesia yang masih tidak mengerti jasa keuangan mulai dari perbankan maupun asuransi. Hal ini tercermin dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang mengungkapkan baru 65,43 persen penduduk yang paham soal atau literasi jasa keuangan.

Dengan begitu, masih 34,57 persen penduduk RI yang masih gagap produk jasa keuangan.

Sedangkan, layanan jasa keuangan telah menjangkau atau inklusi 75,02 persen masyarakat RI.

"Jadi 65,43% populasi di Indonesia telah memenuhi well literated dan 75,02% masyarakat Indonesia memiliki akses terhadap produk dan layanan keuangan," ujar Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi persnya, di kantornya, Jumat (2/8/2024).

SNLIK tahun 2024 juga mengukur tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah.

Hasil yang diperoleh menunjukkan indeks literasi keuangan syariah penduduk Indonesia sebesar 39,11 persen. Adapun, indeks inklusi keuangan syariah sebesar 12,88 persen.

Adapun, Survei ini digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama BPS.

Pelaksanaan lapangan SNLIK tahun 2024 dilakukan mulai 9 Januari hingga 5 Februari 2024 di 34 provinsi yang mencakup 120 kabupaten/kota termasuk 8 wilayah kantor OJK (1.080 blok sensus).

Jumlah sampel SNLIK tahun 2024 sebanyak 10.800 responden yang berumur antara 15-79 tahun. Metode sampling yang digunakan adalah stratified multistage cluster sampling.

SNLIK tahun 2024 menggunakan parameter literasi keuangan yang terdiri dari pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap, dan perilaku, sementara indeks inklusi keuangan menggunakan parameter penggunaan (usage) terhadap produk dan layanan keuangan.

Penggunaan parameter ini sesuai dengan indikator yang digunakan dalam OECD/INFE International Survey of Financial Literacy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung Inklusi Keuangan Digital, Bank DKI Hadir di FEKDI 2024

Dukung Inklusi Keuangan Digital, Bank DKI Hadir di FEKDI 2024

Bisnis | Jum'at, 02 Agustus 2024 | 06:10 WIB

Jebakan Batman Motor-Mobil Wajib Asuransi: Beli Mudah, Klaim Susah!

Jebakan Batman Motor-Mobil Wajib Asuransi: Beli Mudah, Klaim Susah!

Bisnis | Senin, 29 Juli 2024 | 11:54 WIB

Jelang Pelantikan Prabowo, Banyak Wong Cilik Terjerat Kredit Macet Bank

Jelang Pelantikan Prabowo, Banyak Wong Cilik Terjerat Kredit Macet Bank

Bisnis | Jum'at, 26 Juli 2024 | 14:54 WIB

Terkini

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 07:17 WIB

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 06:00 WIB

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:05 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:25 WIB

Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!

Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:55 WIB

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:16 WIB

Menjelang Bitcoin Pizza Day, Member Indodax Hampir Tembus 10 Juta Pengguna

Menjelang Bitcoin Pizza Day, Member Indodax Hampir Tembus 10 Juta Pengguna

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:10 WIB

Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi

Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:48 WIB