Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Defisit Modal Indofarma Kian Bengkak, Sentuh Rp1,5 Triliun

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 02 Agustus 2024 | 18:07 WIB
Defisit Modal Indofarma Kian Bengkak, Sentuh Rp1,5 Triliun
Kondisi keuangan Indofarma semakin memprihatinkan dengan defisit modal yang terus membesar. (Dok Indofarma)

Suara.com - PT Indofarma Tbk (INAF), perusahaan farmasi BUMN, kembali membukukan kerugian pada semester I-2024. Kondisi keuangan perusahaan semakin memprihatinkan dengan defisit modal yang terus membesar.

Berdasarkan laporan keuangannya yang dikutip Jumat (2/8/2024) INAF mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp101,93 miliar pada semester I 2024, turun 15,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dampaknya, defisit atau akumulasi rugi kian menumpuk 7,2 persen dibanding akhir tahun 2023 menyentuh Rp1,513 triliun pada akhir Juni 2024.

Kondisi ini membuat defisiensi modal membengkak menjadi Rp906,07 miliar. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kewajiban perusahaan melebihi total asetnya.

Direktur Utama INAF, Yeliandriani melaporkan penjualan bersih Rp109,71 miliar sepanjang 6 bulan tahun 2024. Hasil itu turun dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai Rp363,96 miliar.

Pemicunya, penjualan produk ethical ke pasar lokal anjlok secara tahunan tersisa Rp48,036 miliar pada akhir Juni 2024. Senasib, penjualan alat kesehatan, jasa klinik dan lainnya amblas 50,8 persen secara tahunan sisa Rp8,335 miliar.

Bahkan emiten farmasi BUMN tak lagi membukukan pendapatan dari penjualan produk cepat laku atau fast moving consume goods (FMCG) pada semester I 2024. Tapi penjualan vaksi naik 40,1 persen secara tahunan menjadi Rp46,118 miliar pada akhir Juni 2024.

Walau beban pokok penjualan dapat ditekan sedalam 69,1 persen secara tahunan menjadi Rp108,38 miliar pada semester I 2024. Tapi laba kotor tetap terpangkas 90,2 persen secara tahunan sisa Rp1,3 miliar.

Walau beban penjualan menyusut 42,8 persen secara tahunan menjadi Rp29,913 miliar. Lalu, beban umum dan administrasi turun 3303 persen secara tahunan menjadi Rp45,4 miliar. Tapi INAF tetap mengalami rugi usaha Rp78,8 53 miliar.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan semester I 2024 tanpa audit INAF yang diunggah pada laman BEI dikutip Jumat 2 Agustus 2024.
Sementara itu, jumlah kewajiban bertambah 10,4 persen dibanding akhir tahun 2023 menjadi Rp1,727 triliun pada akhir Juni 2024.

Sementara itu, Bio Farma selaku induk usaha telah menyatakan mendukung upaya untuk tetap dapat menjalankan kegiatan usahanya dan memenuhi kewajiban keuangannya pada saat jatuh tempo.

Patut dicermati, kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi sedalam Rp29,234 miliar sepanjang 6 bulan pertama tahun 2024.

Pasalnya, penerimaan dari pelanggan hanya Rp99,9 miliar, tapi pada saat yang sama pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan mencapai Rp127, 02 miliar. Ditambah pembayaran bunga Rp2,1 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beban Bunga Bank Bengkak, Laba Produsen Indomie Ambles 30 Persen

Beban Bunga Bank Bengkak, Laba Produsen Indomie Ambles 30 Persen

Bisnis | Jum'at, 02 Agustus 2024 | 13:49 WIB

BPKH Buka-bukaan Soal Dana Haji Defisit Rp317 Miliar

BPKH Buka-bukaan Soal Dana Haji Defisit Rp317 Miliar

Bisnis | Jum'at, 02 Agustus 2024 | 08:22 WIB

Laba Gudang Garam Gak 'Ngebul' Lagi, Anjlok 71 Persen di Semester I 2024

Laba Gudang Garam Gak 'Ngebul' Lagi, Anjlok 71 Persen di Semester I 2024

Bisnis | Kamis, 01 Agustus 2024 | 19:05 WIB

Terkini

Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis

Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 08:33 WIB

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB